Program Bedah Rumah PDI Perjuangan Wujud Kemanusiaan di Kota Batu
KOTA BATU – Komitmen terhadap pembangunan berbasis kerakyatan kembali ditunjukkan DPC PDI Perjuangan Kota Batu melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu. Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Bulan Bhakti Bung Karno 2026 tersebut tidak hanya berorientasi pada bantuan fisik, tetapi juga merepresentasikan praktik politik kemanusiaan yang berupaya menjawab kebutuhan fundamental masyarakat.
Program bertajuk "Berjualan" (Bedah Rumah ala PDI Perjuangan) kali ini dilaksanakan di Dusun Junggo, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Minggu (21/6/2026). Sasaran program adalah warga yang menempati rumah tidak layak huni (RTLH) dan membutuhkan intervensi cepat untuk meningkatkan kualitas tempat tinggalnya.
Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Khamim Tohari, menjelaskan bahwa program tersebut lahir dari hasil pemetaan sosial yang dilakukan kader di tingkat akar rumput. Menurutnya, masih terdapat sejumlah warga yang belum dapat mengakses bantuan pemerintah karena berbagai kendala administratif maupun keterbatasan lainnya.
![]() |
| Kenakan kaos merah, Sekretaris DPC PDI Perjuangan Kota Batu, Khamim Tohari |
"Program ini merupakan bentuk keberpihakan terhadap masyarakat yang membutuhkan. Kami ingin memastikan setiap warga memiliki kesempatan memperoleh hunian yang aman, sehat, dan layak ditempati," ujarnya.
Secara konseptual, program Berjualan mengadopsi pendekatan gotong royong sebagai modal sosial utama. Seluruh pendanaan bersumber dari kontribusi kader partai dan simpatisan tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Model partisipatif tersebut dinilai mampu menciptakan respons yang lebih cepat terhadap persoalan sosial yang muncul di masyarakat.
Sejak diluncurkan pada akhir 2025, program tersebut telah menjangkau berbagai wilayah di Kota Batu. Hingga pertengahan 2026, sedikitnya 12 rumah warga berhasil direnovasi melalui skema kolaborasi sosial yang melibatkan kader partai dan masyarakat setempat.
![]() |
| Ngatemin penerima manfaat |
Penerima manfaat kali ini adalah Ngatemin (59), warga RT 02 RW 16 Dusun Junggo. Rumah berukuran sekitar 5 x 12 meter miliknya mendapatkan perbaikan pada struktur atap yang mengalami kerusakan cukup parah, sekaligus pembenahan sejumlah ruang penting guna memenuhi standar kelayakan hunian.
Ngatemin mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurutnya, kondisi rumah yang lebih aman dan nyaman akan memberikan dampak positif bagi kehidupan keluarganya.
"Saya sangat berterima kasih. Rumah ini sekarang menjadi lebih layak dan memberikan rasa aman bagi keluarga kami," ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Kepala Desa Tulungrejo, Suliyono. Ia menilai program tersebut merupakan bentuk kolaborasi sosial yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.
"Program seperti ini sangat membantu warga. Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam menyelesaikan persoalan dasar seperti hunian layak patut diapresiasi dan diharapkan dapat terus berlanjut," katanya.
Sementara itu, Anggota DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus pengampu wilayah Malang Raya, Dewanti Rumpoko, menilai program bedah rumah di Kota Batu sebagai inovasi sosial yang relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Menurutnya, pembangunan kesejahteraan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi kelompok rentan.
![]() |
| Kenakan Switer abu , Anggota DPD PDI Perjuangan Jawa Timur sekaligus pengampu wilayah Malang Raya, Dewanti Rumpoko |
Dewanti menjelaskan bahwa hunian layak memiliki korelasi erat dengan kesehatan masyarakat, stabilitas psikologis, serta produktivitas ekonomi keluarga. Karena itu, perbaikan rumah warga menjadi salah satu bentuk investasi sosial yang berdampak jangka panjang.
"Rumah yang sehat dan aman merupakan fondasi penting dalam membangun kualitas hidup masyarakat. Ketika kebutuhan dasar terpenuhi, masyarakat memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara sosial maupun ekonomi," ujarnya.
Menariknya, program Berjualan mengedepankan prinsip inklusivitas. Penerima bantuan tidak ditentukan berdasarkan afiliasi politik, melainkan tingkat kebutuhan dan kondisi sosial ekonomi yang dihadapi warga. Pendekatan tersebut menjadi wujud implementasi nilai kemanusiaan yang menempatkan kepentingan masyarakat di atas sekat-sekat politik praktis.
![]() |
| Suasana renovasi atap rumah Mgatemin |
Melalui program ini, DPC PDI Perjuangan Kota Batu berupaya menghadirkan politik yang lebih substantif, yakni politik yang tidak berhenti pada wacana, melainkan diwujudkan dalam aksi nyata. Semangat gotong royong yang menjadi warisan nilai kebangsaan terus dihidupkan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat sekaligus sarana memperkuat kohesi sosial di tingkat lokal.
Program bedah rumah tersebut membuktikan bahwa pembangunan kesejahteraan dapat dimulai dari kebutuhan paling mendasar masyarakat. Tidak sekadar memperbaiki bangunan fisik, kegiatan ini juga menghadirkan harapan, rasa aman, serta optimisme bagi warga untuk membangun masa depan yang lebih baik.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I




