Bangun Sinergi Lintas Sektor, Nusantara Bersatu Kota Batu Gelar Silaturahmi dan Pernyataan Komitmen Bersama
KOTA BATU – Suasana kebersamaan dan semangat kolaborasi terasa kental dalam kegiatan "Silaturahmi dan Pernyataan Komitmen Bersama" yang digelar di Warung Ardiasih, Kamis (6/8/2026) siang. Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban ini mempertemukan unsur instansi pemerintahan dan kelompok masyarakat dalam sebuah forum dialog yang konstruktif, sebagai upaya strategis memperkuat kohesivitas sosial dan stabilitas keamanan di Kota Batu.
Forum yang diinisiasi oleh Nusantara Bersatu Kota Batu ini dihadiri oleh 53 peserta yang merepresentasikan berbagai elemen, mulai dari jajaran instansi vertikal hingga organisasi kemasyarakatan.
Ketua Nusantara Bersatu Kota Batu, Jose Alexander, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan fondasi bagi terciptanya ekosistem kebersamaan yang berkelanjutan.
"Silaturahmi adalah modal sosial utama dalam membangun ketahanan wilayah. Kami ingin memastikan bahwa seluruh elemen masyarakat dan pemerintah memiliki kesamaan persepsi dalam menjaga kondusivitas Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan," ujar Jose Alexander.
![]() |
| Momen silaturahmi Organisasi Masyarakat |
| Kehadiran unsur instansi kedinasan menunjukkan komitmen pemerintah dalam memperkuat sinergitas aparatur, antara lain jajaran Bakesbangpol , Satpol PP, Polres Batu yang diwakili Kasat Binmas dan Kasat Intelkam,Pabung 0818 serta Kasi Intel Kejaksaan Negeri Batu . Keterlibatan aparat keamanan dan instansi terkait mencerminkan pendekatan holistik dalam menjaga stabilitas wilayah, sebagaimana ditegaskan dalam berbagai forum serupa bahwa sinergi antara instansi menjadi kunci utama dalam menciptakan situasi yang aman dan kondusif. |
Sementara itu, dari unsur kelompok masyarakat hadir 34 orang yang tergabung dalam berbagai organisasi, di antaranya Sakera Korwil Malang Barat, Grib Jaya Kota Batu, Komunitas Indonesia Timur (Intim), Nusantara Bersatu Malang Raya, Madas Malang Raya, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), PSHT, Pelita Nusantara, Forum Pemuda NTT, dan FLOBAMORA Kota Batu. Keberagaman latar belakang organisasi yang hadir menunjukkan tingginya kesadaran kolektif akan pentingnya persatuan dalam keberagaman.
FLOBAMORA Kota Batu, Thomas Maydo, dalam kesempatan tersebut mengutarakan harapannya agar forum silaturahmi ini dapat menjadi wadah efektif untuk membaca dinamika sosial yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah, instansi vertikal, dan organisasi kemasyarakatan sangat diperlukan untuk mengidentifikasi potensi kerawanan secara dini.
Hal ini sejalan dengan fungsi Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) yang hadir dalam kegiatan tersebut. FKDM dikenal sebagai garda terdepan dalam mendeteksi dan mencegah potensi konflik sosial serta gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat. Kehadiran FKDM dalam forum ini semakin mengukuhkan perannya sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.
Bakesbangpol Batu, Ahmad Dahlan bahwa turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai strategis ini. Dalam pandangannya, forum silaturahmi semacam ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat wawasan kebangsaan dan stabilitas politik di tingkat lokal.
"Kegiatan ini membuktikan bahwa kohesivitas sosial dapat dibangun melalui dialog terbuka dan keterlibatan aktif seluruh komponen masyarakat," ungkapnya.
Pernyataan komitmen bersama yang menjadi inti kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai deklarasi simbolis, melainkan diterjemahkan dalam aksi nyata di lapangan. Seluruh peserta sepakat untuk terus menjaga komunikasi yang harmonis, mencegah miskomunikasi yang dapat memicu gesekan sosial, serta mengedepankan semangat musyawarah dalam menyelesaikan setiap perbedaan.
![]() |
| Momen foto bersama instansi kedinasan |
Kehadiran organisasi kemasyarakatan dalam forum "Silaturahmi dan Pernyataan Komitmen Bersama" yang digagas Nusantara Bersatu Kota Batu bukanlah sekadar pemenuhan undangan seremonial. Bagi kami, ini adalah ruang strategis untuk meneguhkan peran aktif elemen masyarakat dalam menjaga denyut nadi keamanan dan kerukunan di Kota Batu.
Suliono SH, Ketua Grib Jaya Kota Batu, menekankan bahwa keterlibatan organisasi seperti Grib Jaya dalam forum lintas sektor ini merupakan bentuk implementasi nyata dari fungsi sosial kemasyarakatan.
"Kami tidak ingin hanya menjadi penonton. Sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki jaringan hingga ke akar rumput, Grib Jaya berkomitmen untuk menjadi agen penyeimbang informasi. Seringkali, gesekan sosial kecil terjadi karena miskomunikasi. Melalui silaturahmi ini, kami memiliki saluran resmi untuk mengklarifikasi isu dan menyampaikan aspirasi warga secara terstruktur kepada pemerintah dan aparat," ujar Suliono.
Ia menambahkan bahwa sinergi dengan FKDM dan aparat keamanan sangat krusial, terutama untuk memetakan potensi kerawanan di kawasan wisata yang padat pengunjung. Grib Jaya siap menggerakkan anggotanya untuk turut serta dalam program pemberdayaan masyarakat dan deteksi dini, karena keamanan adalah tanggung jawab kolektif, bukan hanya aparat.
Pandangan senada disampaikan Drs. Suyono, Ketua Dewan PSHT Cabang Kota Batu. Sebagai organisasi pencak silat yang berakar pada filosofi persaudaraan, PSHT memandang forum ini sebagai wahana untuk merevitalisasi nilai-nilai luhur kebangsaan. "PSHT mengajarkan bahwa kekuatan sejati terletak pada persatuan. Kami sangat mengapresiasi inisiatif ini karena berhasil mempertemukan berbagai latar belakang dari instansi vertikal hingga komunitas etnis dan pemuda dalam satu meja dialog yang setara," ungkapnya.
Drs. Suyono menegaskan bahwa komitmen yang telah dideklarasikan harus ditindaklanjuti dengan program-program konkret di tingkat kelurahan dan kecamatan. Menurutnya, PSHT siap menjadi garda terdepan dalam menanamkan wawasan kebangsaan di kalangan generasi muda, mengingat ancaman radikalisme dan intoleransi kerap menyasar anak-anak muda.
"Kami memiliki kader-kader yang tersebar, dan kami akan menggunakan jaringan ini untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya harmoni, sekaligus menjadi mitra aktif bagi Bakesbangpol dan Polres Batu," tegasnya.
Pakta integritas tersebut meliputi lima poin antara lain sebagai berikut :
Pertama, menjaga persatuan dan kesatuan serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Kedua, mendukung serta mewujudkan suasana yang aman, tertib, rukun, dan damai di lingkungan masyarakat.
Ketiga, menolak segala bentuk kekerasan, tindakan anarkis, penyebaran berita bohong (hoaks), ujaran kebencian, maupun berbagai bentuk provokasi yang dapat memecah belah persaudaraan.
Keempat, saling menghormati perbedaan suku, agama, ras, dan antar golongan sebagai bagian dari upaya menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat.
Kelima, seluruh organisasi masyarakat berkomitmen menaati segala ketentuan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Melihat bahwa forum seperti ini adalah energi positif yang harus terus dihidupkan. Kolaborasi yang terbangun hari ini adalah fondasi untuk melahirkan program-program pengawasan dan pemberdayaan yang terintegrasi. Dengan keberagaman sebagai kekuatan, kami optimis Kota Batu akan tetap menjadi destinasi wisata yang tidak hanya indah, tetapi juga aman, tertib, dan menjunjung tinggi nilai-nilai persaudaraan.
Kota Batu sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur memerlukan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat yang terjaga. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi prasyarat mutlak untuk mempertahankan citra Kota Batu sebagai kota wisata yang ramah, tertib, dan berdaya saing.
Melalui forum ini, seluruh elemen yang hadir menegaskan komitmennya untuk secara kolektif menjaga kondusivitas wilayah. Kolaborasi yang terbangun diharapkan berlanjut dalam berbagai program pengawasan dan pemberdayaan masyarakat, terutama dalam menghadapi dinamika sosial yang terus berkembang.
Kegiatan silaturahmi yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh keakraban ini menjadi bukti nyata bahwa semangat kebersamaan lintas sektor masih terjaga dengan baik di Kota Batu. Dengan komitmen yang telah dinyatakan bersama, optimisme untuk mewujudkan Kota Batu yang aman, tertib, dan harmonis.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-RI




