Minggu, 02 November 2025

Bantuan Kemanusiaan Gaza Mulai Masuk, Sejarah Kisufim dan Deir al-Balah

INAPROC V6

 



Palestine. Di tengah lautan keputusasaan dan blokade yang menyiksa, akhirnya tiba secercah harapan. Pada Jumat, 31 Oktober, gelombang pertama bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza mulai masuk melalui perbatasan Kisufim, yang mengarah ke timur kota Deir al-Balah. Momen ini bukan sekadar konvoi truk; ia adalah simbol nyata dari solidaritas kemanusiaan yang berhasil menembus tembok konflik yang telah berlangsung puluhan tahun.

EDUKASI-RI



Perbatasan Kisufim, atau yang dikenal sebagai 'Keren Shalom' oleh pihak Israel, memiliki catatan sejarah yang panjang dan kompleks. Sejak Israel menarik diri dari Gaza pada 2005, pos perbatasan ini menjadi salah satu titik vital bagi lalu lintas barang dan orang. Namun, fungsinya sering kali terhambat oleh ketegangan politik dan keamanan, membuatnya lebih sering menjadi simbol pemisah daripada penghubung.


Sementara itu, Deir al-Balah, kota yang menjadi tujuan bantuan ini, adalah salah satu permukiman tertua di Jalur Gaza. Namanya yang berarti "Biara Pohon Kurma" mencerminkan warisan agrarisnya yang kaya. Sayangnya, dalam konflik terkini, kota ini telah berubah menjadi salah satu tempat perlindungan bagi ribuan pengungsi yang kehilangan rumah mereka. Infrastrukturnya yang sudah rapuh semakin terpuruk di bawah tekanan ledakan dan kepadatan penduduk yang luar biasa.

Oleh karena itu, kedatangan bantuan melalui Kisufim ke Deir al-Balah bukan hanya urusan logistik. Ini adalah pengakuan bahwa di balik statistik korban dan reruntuhan, ada manusia dengan hak untuk hidup secara bermartabat. Setiap karung makanan, obat-obatan, dan perlengkapan medis yang turun dari truk-truk tersebut adalah penegasan bahwa kemanusiaan harus tetap menjadi prioritas tertinggi, melampaui segala pertimbangan politik.




Meski langkah awal ini patut disyukuri, ia hanyalah setitik air di padang pasir kebutuhan yang sangat luas. Ratusan truk mungkin telah masuk, tetapi kebutuhan warga Gaza akan air bersih, listrik, dan perawatan kesehatan masih jauh dari terpenuhi. Dunia internasional harus memastikan bahwa akses kemanusiaan ini berkelanjutan dan tidak terhambat oleh kepentingan sepihak.


Kisufim dan Deir al-Balah kini terhubung bukan hanya oleh geografi, tetapi oleh benang merah harapan. Momen bersejarah ini harus menjadi momentum untuk membuka pintu perdamaian yang lebih luas, di mana anak-anak Gaza dapat tumbuh tanpa trauma ledakan dan warga dapat membangun kembali kehidupan mereka dengan keyakinan akan masa depan yang lebih aman.


Kontributor : Indah

Editor : Tim EDUKASI-R I

Sumber : Paleninfo

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 2 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts