Minggu, 02 November 2025

Transmigran TNI dan Polri, Wamen Viva Yoga: Program Transmigrasi Berperan dalam Menjaga NKRI

INAPROC V6

 



Sleman. Selama empat hari, 75 calon transmigran (catrans) mengikuti sesi pelatihan di Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi Yogyakarta. Diantara jumlah tersebut, lima orang merupakan anggota TNI Angkatan Darat. Dalam pernyataannya kepada para wartawan, Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mengungkapkan bahwa program transmigrasi yang melibatkan TNI dari berbagai cabang dan kepolisian sudah ada sejak lama. “Saat ini, kami membuka kesempatan bagi anggota TNI dan Kepolisian untuk turut serta dalam transmigrasi lokal maupun transmigrasi karya nusa,” katanya di Sleman, pada 1 November 2025. 

Lima anggota aktif TNI Angkatan Darat yang mengikuti pelatihan tersebut akan direlokasi ke Kabupaten Poso di Sulawesi Tengah. Salah satu dari lima orang itu adalah Jabir yang menjabat sebagai Danramil. 

Pembukaan akses transmigrasi bagi anggota TNI dan Polri sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan bahwa salah satu misi transmigrasi adalah menjaga kedaulatan NKRI. 

 


Viva menegaskan bahwa menjadi transmigran adalah pilihan yang bersifat sukarela, tanpa ada paksaan. Para catrans diharapkan percaya bahwa perubahan nasib ada di tangan mereka sendiri, sehingga saat pindah ke kawasan transmigrasi, diharapkan tidak ada yang merasa tidak nyaman dan memutuskan untuk kembali ke kampung halaman. “Sebagai transmigran, perjuangan dan pengorbanan sangat diperlukan,” ujarnya. Dia juga menyampaikan kepada 75 catrans bahwa kehidupan di kawasan transmigrasi tidaklah sama dengan kehidupan di kota. 

Membangun kehidupan di lokasi transmigrasi bukanlah hal yang mudah. Penduduk harus memiliki kesabaran untuk menjalani kehidupan baru di sana. Banyak transmigran yang akhirnya merasakan perubahan nasib setelah melalui proses tersebut. “Usaha tidak akan mengkhianati hasil,” tegasnya. “Siapa yang mau bekerja keras, dialah yang akan meraih kesuksesan,” tambahnya. 

Program ini bertujuan untuk membantu pengentasan kemiskinan. Para transmigran akan diberikan lahan seluas satu hingga dua hektare. “Ini adalah wujud kehadiran negara dalam pelaksanaan reforma agraria,” ujarnya. Tidak hanya sebagai tempat tinggal, lahan tersebut juga didorong untuk menjadi sumber ekonomi. Untuk itu, mereka perlu memperkuat tekad untuk menetap di lokasi baru demi mengubah nasib. 

 


Viva Yoga menyatakan bahwa transmigrasi lebih dari sekadar memindahkan penduduk, namun juga sebagai upaya untuk menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru. Dengan adanya komunitas di daerah yang terpencil dan sunyi, maka pergerakan ekonomi dapat berkembang. Berdasarkan fakta yang ada, kawasan transmigrasi tersebut telah berkembang menjadi desa, kecamatan, kabupaten, hingga provinsi. 

“Kawasan transmigrasi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru, tetapi juga mendukung program swasembada pangan. Selama ini, kawasan transmigrasi menjadi pusat produksi tanaman pangan, khususnya beras,” ungkap mantan Anggota DPR selama dua periode ini.

Kontributor : Adi W

Editor : Tim EDUKASI-R I

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 2 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts