Perdana Hadir di Malang, Mbatu SAE Cup Sambut Hari Anak Nasional
Malang – Gelaran perdana kejuaraan futsal Mbatu SAE CUP 2026 resmi digelar di Desa Pandesari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Sabtu (20/6/2026). Turnamen yang diprakarsai Asosiasi Futsal Kota Batu (AFK) ini menjadi ajang kompetitif bagi 32 peserta dari tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), sekaligus menjadi momentum strategis dalam rangkaian peringatan Hari Anak Nasional tahun 2026.
Antusiasme masyarakat terhadap kejuaraan ini terbilang tinggi. Tidak hanya dari Kota Batu, tetapi juga dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang, simpatisan dan pecinta futsal berbondong-bondong menyaksikan aksi para atlet muda yang berlaga di venue anyar milik AFK dengan nama ISC ( Indonesian Soccer Center ). Lokasi pertandingan yang representatif dengan standar nasional menjadi daya tarik tersendiri, menandakan keseriusan pembinaan futsal di tingkat akar rumput.
Raka Prima Yan Saputra selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa Mbatu SAE CUP bukan sekadar ajang adu strategi dan skill di lapangan. Lebih dari itu, turnamen ini merupakan manifestasi nyata dari upaya pembinaan prestasi olahraga sejak dini serta pengenalan fasilitas futsal berstandar nasional yang baru saja diresmikan.
![]() |
| Raka Prima Yan Saputra selaku Ketua Pelaksana |
“Kejuaraan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk memperingati Hari Anak Nasional sekaligus memperkenalkan venue futsal AFK yang telah sesuai dengan standar nasional kepada publik, dan bagi pemenang 1 sampai 4 kami memberikan berupa Sarpras sebagai penunjang keberlangsungan futsal juga sebagai motifasi para atlet. ” ujar Raka.
Selain itu, dikarenakan ketersediaan tempat di Kota Batu masih belum ada, maka kami melaksanakan kejuaraan Mbatu SAE CUP 2026 di Kabupaten Malang tepatnya di Pujon karena wilayah tersebut masih relatif sangat berdekatan dengan Kota Batu. " sambungnya.
Penggunaan tempat yang baru jadi pada edisi perdana ini menjadi nilai tambah tersendiri. Hal ini mencerminkan adanya transformasi infrastruktur olahraga di wilayah Malang Raya yang diharapkan mampu menjadi katalisator bagi lahirnya bibit-bibit unggul futsal Indonesia. Dengan mengusung semangat edukasi, kompetisi, dan kolaborasi, Mbatu SAE CUP 2026 diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang konsisten dalam memajukan ekosistem futsal daerah serta mengoptimalkan potensi generasi muda melalui pendekatan ilmiah keolahragaan.
Kontribusi nyata dari penyelenggaraan turnamen ini juga sejalan dengan visi pembangunan Kota Batu yang terangkum dalam program MBATU SAE, yang menekankan pada sinergi program pembangunan yang berkorelasi langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, gelaran ini bukan hanya tentang siapa yang menjadi juara, tetapi juga tentang bagaimana olahraga dapat menjadi medium pemberdayaan generasi muda dan penguatan karakter bangsa.
Sementara itu, Ketua Umum AFK, Fahreza Maulana menegaskan bahwa kejuaraan perdana ini menjadi tonggak penting dalam paradigma pembinaan futsal berbasis akademik dan kompetitif. Menurutnya, keberadaan venue berstandar nasional bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan instrumen strategis untuk mengidentifikasi dan memetakan bakat muda sejak usia emas (golden age) melalui pendekatan sport science yang terukur.
![]() |
| Ketua Umum AFK, Fahreza Maulana |
"Kami memandang Mbatu SAE CUP sebagai benchmark prestasi sekaligus laboratorium lapangan bagi para pelatih dalam menerapkan metodologi latihan ilmiah," ujarnya kepada EDUKASI-RI.
Ia juga menyoroti kolaborasi dengan pemerintah daerah sebagai wujud sinergitas dalam mengoptimalkan potensi sport tourism serta dampak multiplikator ekonomi kreatif di kawasan Malang Raya. Lebih lanjut, Ketua Umum berharap agar turnamen ini mampu mengakselerasi kapilarisasi bakat futsal hingga ke tingkat provinsi dan nasional.
Apresiasi mendalam turut disampaikan oleh Kepala Desa Pandesari, Mudawam, yang menilai bahwa gelaran Mbatu SAE CUP 2026 memberikan dampak multiplikasi secara holistik. Menurutnya, kehadiran venue futsal berstandar nasional di tengah komunitas tidak hanya berfungsi sebagai sarana prestasi, tetapi juga menjadi penggerak utama (prime mover) bagi perekonomian kerakyatan, khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat. Gelombang pengunjung dari Kota Batu dan Malang Raya yang hadir selama turnamen secara empiris berkontribusi pada peningkatan omset pedagang lokal, menciptakan ekosistem ekonomi yang saling menguatkan dengan dunia olahraga.
![]() |
| Kepala Desa Pandesari, Mudawam |
"Kami sangat senang dan apresiasi sekali dengan adanya tempat olahraga futsal yang bertaraf Nasional, sehingga kedepannya bisa memotivasi khususnya masyarakat Pujon melahirkan calon atlet," ujar Mudawam dengan penuh optimisme.
Ia menambahkan bahwa eksistensi fasilitas ini menjadi katalisator untuk membangkitkan minat dan bakat generasi muda di bidang futsal, sekaligus membentuk karakter disiplin dan sportivitas sejak dini. Dengan kolaborasi sinergis antara pemerintah desa, AFK, dan seluruh pemangku kepentingan, Mudawam berharap desanya tidak hanya dikenal sebagai lokasi wisata alam, tetapi juga sebagai sentra pembinaan atlet futsal unggulan. Dukungan penuh dari aparatur desa ini menjadi fondasi kokoh bagi keberlanjutan program pembinaan, sekaligus merefleksikan komitmen bersama dalam memajukan sumber daya manusia melalui pendekatan olahraga yang terstruktur, terukur, dan berorientasi pada prestasi nasional.
![]() |
| Suasana pertandingan futsal |
Komitmen AFK ke depan adalah menyusun kurikulum pembinaan berkelanjutan yang terintegrasi dengan kalender event tahunan, guna memastikan keberlanjutan prestasi.
Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, ia optimistis bahwa cikal bakal atlet nasional akan lahir dari lapangan-lapangan AFK di Pandesari ini, sekaligus mengukuhkan Kota Batu sebagai destinasi pusat pengembangan futsal unggulan di Jawa Timur.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I




