Minggu, 21 Juni 2026

Wapres RI Kembangkan 2.000 Hektare Kakao di Papua Barat

 


MANOKWARI SELATAN – Upaya memperkuat sektor perkebunan sebagai pilar pembangunan ekonomi berkelanjutan di Papua Barat mendapat dorongan langsung dari pemerintah pusat. Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka melakukan penanaman bibit kakao unggulan di kawasan perkebunan PT Ebier Suth Cokran, Kabupaten Manokwari Selatan, Sabtu (20/6/2026).


Kegiatan tersebut turut didampingi Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru bersama sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, sebagai bentuk sinergi lintas sektor dalam mempercepat pengembangan komoditas perkebunan strategis di Tanah Papua.


Secara simbolis, penanaman bibit kakao dilakukan oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka bersama Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan, Bupati Manokwari Selatan Bernard Mandacan, Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, Kapolda Papua Barat Irjen Pol. Alfred Papare, Wakil Gubernur Papua Barat Mohamad Lakotani, serta perwakilan mahasiswa.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka 

Partisipasi berbagai unsur tersebut mencerminkan model kolaborasi pembangunan yang mengintegrasikan peran pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam mendorong transformasi ekonomi berbasis sumber daya lokal.


Dalam kesempatan itu, Wapres menegaskan pentingnya pengembangan industri kakao yang tidak semata berorientasi pada peningkatan produksi, tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, konservasi ekosistem, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat adat.


Bibit yang ditanam merupakan kakao klon Trinitario varietas unggulan CKR-40, CKR-13, CKR-14, dan CKR-12 yang memiliki produktivitas tinggi serta adaptif terhadap kondisi agroklimat Papua Barat. Pengembangan perkebunan kakao tersebut dirancang pada lahan seluas 2.000 hektare dengan konsep agroforestri, yakni sistem budidaya yang mengintegrasikan tanaman perkebunan dengan pelestarian tutupan vegetasi untuk menjaga keseimbangan ekologis.


Pendekatan agroforestri dinilai memiliki nilai strategis karena mampu meningkatkan produktivitas lahan sekaligus menjaga kualitas lingkungan, mengurangi risiko degradasi tanah, serta mendukung keberlanjutan sumber daya alam dalam jangka panjang.

Saat foto bersama

Selain berkontribusi terhadap penguatan sektor perkebunan nasional, proyek ini juga memiliki dimensi sosial yang signifikan. Sebanyak 88 hingga 90 persen tenaga kerja PT Ebier Suth Cokran berasal dari masyarakat adat Papua yang terlibat dalam seluruh rantai produksi, mulai dari pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga pengolahan pascapanen.


Keterlibatan masyarakat lokal tersebut menjadi indikator penting bahwa pembangunan ekonomi dapat berjalan seiring dengan pemberdayaan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas komunitas adat sebagai pelaku utama pembangunan.


Pengembangan kakao di Manokwari Selatan diharapkan mampu menciptakan efek multiplikasi ekonomi, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat posisi Papua Barat sebagai salah satu sentra perkebunan kakao unggulan di Indonesia.


Melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, sektor kakao diyakini dapat menjadi instrumen pembangunan inklusif yang tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dan memperkuat kesejahteraan masyarakat Papua secara berkelanjutan.


Kontributor : Bro

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Sumber : Pendam XVIII Kasuari

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts