Jembatan Curah Banteng Temas Diresmikan, Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Warga Kota Batu
KOTA BATU – Jembatan Curah Banteng yang menghubungkan RW 09 dan RW 10 Kelurahan Temas, Kecamatan Batu, resmi dioperasikan sebagai infrastruktur strategis yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sosial, mobilitas masyarakat, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi lokal. Rabu 17 Juni 2026 pagi.
Jembatan yang berada di kawasan belakang Pasar Induk Among Tani tersebut merupakan hasil kolaborasi multipihak antara Pemerintah Kota Batu, Vertical Rescue Indonesia (VRI), PT Pegadaian, komunitas JK One Owners Club, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
![]() |
| Lurah Temas, Anditya Fitrawan |
Lurah Temas, Anditya Fitrawan, menegaskan bahwa keberadaan jembatan tersebut telah memberikan dampak signifikan sejak mulai dimanfaatkan pada April 2026. Menurutnya, akses warga kini menjadi lebih efisien dan terintegrasi, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di kawasan perdagangan dan permukiman padat penduduk.
“Jembatan ini memberikan manfaat langsung bagi warga karena memperpendek akses antarwilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar Pasar Induk Among Tani,” ujarnya.
Selain memperlancar mobilitas, pembangunan jembatan juga menjadi representasi kuat budaya gotong royong masyarakat. Warga berpartisipasi melalui kerja bakti, penyediaan fasilitas penerangan jalan, hingga dukungan lahan yang dihibahkan secara sukarela oleh salah satu warga untuk pembangunan konstruksi penyangga jembatan.
Anditya menilai kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, organisasi sosial, dan masyarakat merupakan model pembangunan partisipatif yang patut dikembangkan sebagai instrumen penguatan pembangunan berkelanjutan di tingkat lokal.
![]() |
| Komandan Vertical Rescue Indonesia, Tedi Istiana |
Sementara itu, Komandan Vertical Rescue Indonesia, Tedi Istiana, menjelaskan bahwa Jembatan Curah Banteng merupakan bagian dari program nasional Ekspedisi 1000 Jembatan untuk Indonesia. Hingga pertengahan 2026, program tersebut telah berhasil membangun 261 jembatan gantung di berbagai daerah yang mengalami keterbatasan akses transportasi.
Menurut Tedi, seluruh pembangunan dilakukan secara swadaya dan swakelola tanpa menggunakan anggaran pemerintah. Pendanaan diperoleh melalui donasi masyarakat dan dukungan berbagai mitra kemanusiaan yang memiliki visi memperluas aksesibilitas wilayah.
“Jembatan ini adalah milik masyarakat. Kami hanya menjadi fasilitator untuk membantu menjawab kebutuhan akses yang selama ini menjadi kendala warga,” kata Tedi.
Ia menambahkan bahwa pendekatan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan infrastruktur. Dengan adanya rasa memiliki, masyarakat diharapkan mampu melakukan perawatan secara mandiri apabila terjadi kerusakan ringan di kemudian hari.
![]() |
| CEO Simply Wellness Indonesia sekaligus Ketua Perwanti, Helga Abraham |
CEO Simply Wellness Indonesia sekaligus Ketua Perwanti, Helga Abraham. Dalam sambutannya, Helga menyebut jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol transformasi sosial yang mampu memperkuat hubungan antarwarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru.
“Jembatan ini menghadirkan akses yang lebih aman, cepat, dan efektif bagi masyarakat, mulai dari pelajar hingga pelaku usaha kecil,” ungkapnya.
Helga menilai peningkatan konektivitas wilayah memiliki korelasi langsung terhadap peningkatan produktivitas ekonomi, akses pendidikan, dan penguatan kohesi sosial masyarakat.
![]() |
| Momen saat konferensi pers |
Di sisi lain, Wakil Ketua JK One Owners Club, Rahmat Santoso, menyampaikan bahwa pembangunan Jembatan Curah Banteng merupakan jembatan ke-261 yang berhasil diwujudkan melalui sinergi komunitas otomotif, dunia usaha, dan relawan kemanusiaan.
Ia menjelaskan bahwa komunitas yang dipimpinnya tidak hanya berfokus pada aktivitas otomotif, tetapi juga menjalankan berbagai program sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan setiap kegiatan komunitas memiliki dampak sosial yang berkelanjutan dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Rahmat.
![]() |
| Wali Kota Batu, H. Nurochman |
Wali Kota Batu, H. Nurochman, yang turut hadir dalam peresmian tersebut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Menurutnya, pembangunan jembatan menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas sektor mampu menghadirkan solusi konkret terhadap kebutuhan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Batu siap mengambil peran dalam pemeliharaan jembatan agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Jembatan ini bukan hanya sarana penghubung fisik, tetapi juga simbol pengabdian, solidaritas, dan kepedulian sosial,” ujar Nurochman.
![]() |
| Pembina Vertical Rescue Indonesia, Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto |
Sementara itu, Pembina Vertical Rescue Indonesia, Letjen TNI (Purn) A.M. Putranto, menjelaskan bahwa pembangunan jembatan dilakukan untuk mengatasi hambatan mobilitas yang selama ini dihadapi masyarakat. Dengan hadirnya jembatan tersebut, waktu tempuh warga menjadi lebih singkat sehingga aktivitas ekonomi, pendidikan, dan sosial dapat berjalan lebih efektif.
Ia berharap masyarakat dapat menjaga dan merawat fasilitas tersebut sebagai aset bersama yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan daerah.
![]() |
| Jembatan sungai curah banteng |
Peresmian Jembatan Curah Banteng menjadi momentum penting dalam memperkuat paradigma pembangunan berbasis kolaborasi. Kehadirannya tidak hanya meningkatkan aksesibilitas wilayah, tetapi juga menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas hidup masyarakat, serta penguatan modal sosial di Kota Batu.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I







