Sabtu, 25 April 2026

Jamur Crispy Enoki di Mikutopia Kota Batu, Inovasi Mikologi yang Curi Perhatian Pengunjung

 

Olahan Jamur Inovasi Mikologi, Foto : Tim EDUKASI-R I 


Kota Batu, 25 April 2026 – Sebuah gebrakan kuliner berbasis jamur berhasil menciptakan daya tarik tersendiri di kawasan wisata Mikutopia, Kota Batu, Jawa Timur. Pada Sabtu siang (25/4), salah satu gerai di kawasan tersebut, yakni Gerai Mikoriza, menyedot antusiasme pengunjung lewat sajian camilan inovatif bernama Crispy Enoki.


Olahan jamur dengan tekstur renyah ini menjadi bukti nyata bagaimana diversifikasi produk pangan berbasis mikologi dapat diterima luas oleh pasar, khususnya segmen wisatawan keluarga dan pencinta kuliner sehat.


Fenomena ini tidak hanya menunjukkan potensi ekonomi dari komoditas jamur, tetapi juga menjadi kajian menarik tentang food science dan strategi gastronomi molekuler sederhana yang diaplikasikan pada bahan baku lokal. Dalam pengamatannya, gebrakan ini sekaligus mengedukasi publik bahwa jamur, khususnya Flammulina filiformis (nama ilmiah enoki), memiliki profil tekstur dan umami yang khas jika diolah dengan metode deep frying suhu terkontrol.


Kenakan hijab, Tria Ayu Koirunnisa bersama rekan kerja 

Tria Ayu Koirunnisa (24), petugas gerai Mikoriza, menjelaskan ragam menu yang disediakan untuk mengakomodasi preferensi konsumen yang heterogen.

Baca juga :https://www.edukasi-ri.com/2026/04/mikutopia-kota-batu-beri-tiket-gratis.html

 “Kami menyuguhkan aneka minuman dingin berbasis herbal, makanan berat dengan konsep lalapan Nusantara, dan yang paling banyak dicari adalah camilan Crispy Enoki. Olahan ini memanfaatkan jamur enoki segar yang dilapisi breading berbasis tepung protein rendah, lalu digoreng pada suhu 170–180 derajat Celcius untuk mempertahankan kadar air dan menghasilkan crispiness optimal,” ujarnya di sela-sela melayani antrean pengunjung.


Lebih lanjut, Tria menyebut bahwa respon sensorik dari konsumen meliputi aspek mouthfeel, aroma, dan aftertaste menjadi kunci keberhasilan produk ini.


 “Banyak yang kaget karena teksturnya tidak seperti jamur pada umumnya. Tidak alot, justru renyah seperti snack kekinian. Beberapa pengunjung bahkan melakukan repeat order setelah mencicipi sampel free tasting,” tambahnya.


Tim Marketing Mikutopia, Dinindi Nasya

Fenomena ini dibenarkan oleh Dinindi Nasya, Tim Marketing Mikutopia. Dalam pemaparannya, ia menyoroti aspek consumer behavior dan brand positioning. 

“Mikutopia sebagai destinasi wisata tematik terus berupaya menghadirkan unique selling proposition (USP) melalui kolaborasi dengan tenant-tenant yang memiliki nilai edutainment dan inovasi produk. Crispy Enoki bukan sekadar camilan. Ia merepresentasikan bagaimana mycogastronomy bisa menjadi medium edukasi pangan sehat sekaligus experience economy,” terang Dinindi.


Sementara itu, manajemen Mikutopia yang diwakili Briand menyampaikan visi jangka panjang pengelolaan gerai berbasis agromikologi

“Kami melihat jamur tidak hanya sebagai komoditas pangan, tetapi juga sebagai subjek biorefinery dan sustainable food system. Ke depan, kami berencana membuat mini-laboratorium pasca-panen di area Mikutopia untuk mengedukasi pengunjung tentang siklus hidup jamur, teknik freeze-drying, serta uji organoleptik produk olahan. Crispy Enoki hanyalah pintu masuk untuk edible mushroom education yang lebih masif,” ujar Briand dengan nada optimistis.

Baca juga : https://www.edukasi-ri.com/2026/04/sinergi-selecta-dan-mikutopia-di-batu.html

Menurut Briand, respons pasar terhadap camilan ini selaras dengan data tren global food report 2025-2026 yang menunjukkan peningkatan permintaan plant-based crispy snacks hingga 34 persen di kawasan urban Asia. 


“Dari sisi supply chain, kami bermitra dengan pembudidaya jamur lokal di Batu yang menerapkan teknik controlled environment agriculture (CEA). Ini memastikan kontinuitas pasokan dengan standar Good Handling Practices (GHP) dan Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP),” imbuhnya.


Tidak hanya itu, inovasi kemasan Crispy Enoki juga mendapat perhatian. Gerai Mikoriza menggunakan kemasan paper-based laminated dengan ventilasi mikro untuk mempertahankan water activity (Aw) di bawah 0,6, sehingga kerenyahan dapat bertahan hingga 8 jam setelah penggorengan. 


“Ini penting untuk pengunjung yang membawa pulang oleh-oleh. Kami juga mencantumkan kode QR yang terhubung ke informasi nilai gizi, termasuk kadar ergothioneine (antioksidan unik pada jamur) dan serat beta-glucan,” jelas Tria.


Hingga pukul 16.00 WIB, Gerai Mikoriza mencatatkan transaksi lebih dari 200 porsi Crispy Enoki dengan harga terjangkau Rp15.000 per kemasan. Fenomena ini menjadi bukti bahwa sinergi antara sains pangan, strategi pemasaran berbasis data, dan pengalaman wisata dapat menghasilkan viral product yang edukatif sekaligus menguntungkan.


Kenakan Kaos Hitam, Safril bersama keluarga

Safril,salah satu pengunjung dari Jember, mengatakan baru pertama berkunjung bersama keluarga ke Mikutopia ini dan berikan apresiasi karena selain area food luas berpadu dengan arena bermain anak juga terkesan bersih dan rapi, sehingga betah lebih lama menikmati suguhan wahana." Ujarnya sembari santab bersama keluarga.


Bagi Anda yang berada di Kota Batu atau sedang merencanakan liburan ke Mikutopia, Crispy Enoki layak masuk dalam daftar must-try items. Selain memanjakan lidah, camilan ini juga membuka wawasan tentang betapa kayanya potensi mikologi Nusantara jika dikelola dengan pendekatan ilmiah dan kreativitas industri.


Kontributor : Agus 

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts