Sabtu, 25 April 2026

Festival Mata Air Bulukerto, Jaran Dor Jadi Medium Edukasi Ekologis Berbasis Budaya

 


Kota Batu – Upaya membangun kesadaran ekologis kini menemukan bentuknya yang lebih kontekstual melalui pendekatan budaya lokal. Hal itu tercermin dalam penyelenggaraan Festival Mata Air ke-3 di Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, yang ditutup dengan pagelaran seni tradisional Jaran Dor pada Kamis malam (23/4/2026).

Festival ini tidak sekadar menjadi ruang hiburan komunal, tetapi juga menghadirkan narasi ekologis yang terintegrasi dengan praktik kebudayaan masyarakat. Di tengah meningkatnya ancaman krisis air dan degradasi lingkungan, kegiatan ini menjadi model komunikasi lingkungan yang adaptif dan berbasis kearifan lokal.

Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, menegaskan bahwa Jaran Dor merupakan identitas budaya asli desa yang memiliki nilai simbolik sekaligus sosial yang kuat.

“Festival ini bukan hanya agenda tahunan, tetapi bagian dari upaya kolektif untuk menjaga keberlanjutan sumber mata air sebagai warisan ekologis lintas generasi,” ujarnya.


Ia juga menambahkan bahwa pelestarian budaya dan lingkungan harus berjalan simultan sebagai satu kesatuan ekosistem sosial yang tidak terpisahkan.

Dalam perspektif akademik, Assc. Prof. Rachmadi Kristiono Dwi Susilo dari Universitas Muhammadiyah Malang menilai bahwa festival tersebut mencerminkan strategi komunikasi ekologis yang bersifat persuasif dan kultural.

“Pendekatan berbasis seni seperti ini memiliki efektivitas tinggi karena mampu menyentuh dimensi emosional dan kesadaran kolektif masyarakat tanpa kesan menggurui,” jelasnya.

Rangkaian Festival Mata Air disusun secara sistematis dalam empat tahapan utama, yakni kerja bakti pembersihan sumber air, ritual selamatan sebagai manifestasi harmoni spiritual, forum diskusi ekologi berbasis partisipatif, serta pagelaran seni sebagai medium diseminasi nilai-nilai lingkungan.

Pagelaran Jaran Dor menjadi puncak acara yang berhasil menarik partisipasi luas masyarakat lintas usia. Selain menghadirkan atraksi budaya yang sarat nilai magis dan estetika, kegiatan ini juga memberikan efek multiplier terhadap ekonomi lokal. Aktivitas perdagangan informal meningkat signifikan seiring membludaknya pengunjung.

Dari sisi konseptual, festival ini menegaskan bahwa konservasi lingkungan idealnya mencakup tiga dimensi utama: ekologis (pelestarian sumber daya air), sosial (penguatan kohesi masyarakat), dan ekonomi (pemberdayaan berbasis komunitas).

Menariknya, panitia sempat mempertimbangkan kesenian Bantengan sebagai alternatif hiburan. Namun, pertimbangan aspek keamanan dan kontrol massa membuat Jaran Dor dipilih sebagai opsi yang lebih moderat dan kondusif.

Meski demikian, tantangan utama tetap ada, yakni bagaimana menginternalisasi pesan ekologis dalam medium seni tradisional yang pada dasarnya bersifat ekspresif. Oleh karena itu, strategi yang digunakan bersifat gradual—dimulai dari menarik partisipasi masyarakat, kemudian secara bertahap menyisipkan nilai-nilai kesadaran lingkungan.

Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan metode komunikasi yang bersifat langsung dan normatif, yang kerap kurang relevan dengan realitas masyarakat akar rumput.

Festival Mata Air Bulukerto pada akhirnya menjadi representasi model edukasi lingkungan yang transformatif—menggabungkan dimensi budaya, sosial, dan ekologis dalam satu ruang praksis yang inklusif.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi prototipe bagi desa-desa lain dalam merumuskan strategi pelestarian lingkungan yang berbasis lokalitas, sekaligus memperkuat ketahanan sosial-ekologis di tengah dinamika perubahan zaman.


Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

Aceh AFK Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts