Jumat, 24 April 2026

Perdana di Kota Batu, Religi dan Estetika Sholawat Lan Macapat Gembung Hakaryo Wiguno


Foto : Tim EDUKASI-R I, Gembung Sholawat dan Macapat Hakaryo Wiguno


Kota Batu, Kamis (23/4/2026) – Suasana kontemplatif menyelimuti kawasan Punden Mbah Karyo, Beru, Desa Bumiaji, Kota Batu, pada Kamis malam Jumat Legi. Di tengah dingin udara pegunungan yang bercampur aroma Dupa dan tanah basah, komunitas Gembung Hakaryo Wiguno Sholawat Lan Macapat secara konsisten yang beranggotakan 30 orang menggelar rutinitas liturgi budaya. Akulturasi Islam Jawa dan Tradisi Macapat yang berlangsung mulai pukul 20.00 WIB ini memadukan dimensi spiritualitas Islam (sholawat) dengan tradisi lisan Jawa (macapat) sebagai bentuk preservasi warisan leluhur yang adaptif terhadap modernitas.


Fenomena ini menarik perhatian karena lokasinya yang bukan masjid atau pendopo, melainkan di area punden sebuah ruang sakral yang secara antropologis merepresentasikan akulturasi antara kepercayaan lokal dan Islam Nusantara. Menurut data yang dihimpun, kegiatan rutin ini diinisiasi sejak lima tahun lalu dan kini telah menjadi ekosistem kebudayaan yang melibatkan lintas generasi.


Momen Iwan saat bawakan Macapat

Selaku Pembina Gembung Hakaryo Wiguno, Iwan menuturkan bahwa kegiatan ini berawal dari kegelisahan akan degradasi memori kolektif masyarakat terhadap dua instrumen penting, sholawat sebagai medium pemuliaan Nabi, dan tembang macapat sebagai sarana falsafah hidup berbasis kearifan lokal yang tentunya bernafaskan islami juga melestarikan tembang warisan para wali dan leluhur.


"Awalnya hanya perkumpulan kecil lima orang yang membaca sholawat dan melantunkan tembang Asmarandana serta Dhandhanggula usai kenduri," ujar Iwan di sela acara. "Namun, kami menyadari bahwa punden ini bukan sekadar situs historis, melainkan ruang liminal yang memungkinkan terjadinya dialog antara nilai sakral dan seni."


Saat Sholawat 

Iwan menjelaskan, proses enkulturasi berlangsung alami. Para sesepuh desa yang awalnya ragu melihat eksistensi punden difungsikan untuk lantunan sholawat, akhirnya justru menjadi pendukung utama. "Kami melakukan revitalisasi fungsional terhadap punden. Tidak ada ritual musyrik, yang ada adalah refleksi teologis melalui estetika vokal," tegasnya.


Harapan ke depan yang disampaikan Iwan bersifat transformasional. Ia ingin kegiatan ini tidak hanya menjadi rutinitas mingguan, tetapi juga objek studi etnomusikologi bagi akademisi. 


"Target kami rencananya dalam ke depan adalah menerbitkan buku kumpulan notasi dan syair sholawat-macapat versi Gembung Hakaryo Wiguno sebagai referensi ilmiah. Juga, mendorong generasi Z untuk melakukan digitalisasi konten budaya ini agar tidak mengalami cultural lag," dinilainya penting agar narasi positif tentang sinkretisme budaya ini menjangkau khalayak yang lebih luas." Harapnya


Riduwan Ketua Gembung Sholawat dan Macapat Hakaryo Wiguno

Terpisah, Ketua Gembung Hakaryo Wiguno, Riduwan menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme warga, ia menekankan bahwa kegiatan ini telah menciptakan modal sosial (social capital) yang kuat di Desa Bumiaji.


"Kami tidak hanya hadir untuk bernostalgia dengan masa lalu. Ada metode hipotesis kerja kami,dengan rutin melantunkan sholawat dan macapat secara bergulir pada kediaman anggota, serta juga saat momen tertentu bisa di punden, atau pun tempat yang lain, juga seringkali saat ada permintaan untuk mengisi seperti, momen pernikahan, ngeruwat, pada ivent tahunan Desa, dan lain sebagainya." jelasnya.

Saat mainkan musik gamelan

Dengan sentuhan kolaborasi kontemporer, sehingga tanpa sengaja menemukan genre tersendiri sebagai ciri khas dari perkumpulan ini, dipercaya pula dapat menurunkan tingkat stres komunal dan meningkatkan solidaritas mekanik antarwarga," jelasnya. Ia mencontohkan, setelah rutinitas ini berlangsung, terjadi penurunan signifikan dalam angka konflik antar warga dan peningkatan dalam hal Gotong Royong yakni partisipasi dalam kerja bakti.


"Kami berharap kekompakan dan keakraban, jalinan silaturahim yang selama ini ada agar lebih terjalin lagi, semoga suguhan atau genre Sholawat dan Macapat dengan memadukan berbagai alat musik seperti Gembung, Angklung, Gamelan, Gitar, Keyboard, menjadikan suatu warna musik cirikhas dari Kota Batu." Ungkap Riduwan kepada EDUKASI-RI


Lebih lanjut Riduwan menambahkan nomor nara hubung agar warga khususnya Kota Batu dan Malang Raya atau pun diseluruh tanah air, apa bila membutuhkan Sholawat dan Macapat bisa melalui WhatsApp: 085336488305 ( Didin ), 082234274587 ( Hadi ). Seperti hal biasanya kami tidak pernah memasang tarif atau membandrol harga, kami sangat fleksibel sekali.



Dari perspektif fenomenologi budaya, kegiatan di Punden Mbah Karyo ini adalah contoh jelas dari hipotesis religiositas hibrida di perkotaan. Paduan antara qasidah dan tembang menciptakan frekuensi vokal yang secara ilmiah terbukti menghasilkan efek gelombang alfa pada pendengar, yang berhubungan dengan relaksasi mendalam. Inilah yang membuat warga, termasuk kalangan milenial dan Gen Z, mulai tertarik hadir.


Momen kebersamaan seluruh anggota

Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 23.30 WIB itu ditutup dengan doa bersama dan jamuan makan sebagai simbol resiprositas sosial. Bagi masyarakat Bumiaji, Punden Mbah Karyo bukan lagi sekadar situs purba, melainkan laboratorium hidup yang merekonsiliasi masa lalu, spiritualitas, dan masa depan secara elegan dan ilmiah.


Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

Aceh AFK Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts