Selasa, 02 Juni 2026

Selecta, Saksi Bisu Perenungan Bung Karno Menuju Lahirnya Pancasila



Foto : Tim EDUKASI-R I 


BATU – Di tengah hiruk pikuk peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni 2026, sebuah lokasi di dataran tinggi Kota Batu menyimpan memori historis yang fundamental. Taman Rekreasi Selecta, yang telah ditetapkan sebagai museum hidup (living museum) sejak November 2025, tidak hanya menawarkan panorama alam pegunungan yang asri, melainkan juga merekam proses kontemplasi dan artikulasi ideologis Proklamator RI, Ir. Soekarno, menjelang kelahiran bangsa.


Berdiri di ketinggian sekitar 1.150 meter di atas permukaan laut, kompleks yang dibangun pada era kolonial Belanda (1928-1930) ini menyuguhkan suasana tenang yang kontras dengan gejolak revolusi di masa itu.


Villa ma Bima Sakti

Jejak paling autentik sang putra fajar terletak di Villa Bima Shakti. Bangunan yang semula bernama Villa De Brandarice ini menjadi lokasi favorit Soekarno untuk melakukan retreat serta merumuskan strategi kebangsaan. Direktur Utama Wisata Selecta, Sujud Hariadi, mengungkapkan bahwa pada 1942 di tengah invasi Jepang, Bung Karno "berlibur atau sekedar melepas penat" selama 15 hari di vila tersebut.


"Beliau (Soekarno) ke sini selama 15 hari. Saat itu masih dikuasai Jepang," ungkap Sujud. Ia menambahkan, Bung Karno sangat jarang berbicara selama masa retreat itu, hanya berolahraga kecil dan menyelami pemikiran mendalam mengenai masa depan bangsa yang masih terbelenggu.


Suasana ruang santai Ir. Soekarno

Di kamar nomor 47 yang berukuran 5x5 meter dengan interior bergaya klasik itulah, Bung Karno menuangkan ide-ide besarnya. Pengunjung saat ini masih dapat melihat langsung ruang sempit yang menjadi saksi bisu lahirnya keputusan-keputusan krusial bagi negara.


Koneksi Ideologis Menuju Pancasila


Secara historiografis, momen perenungan Soekarno di Selecta memiliki korelasi semantis dengan perumusan ideologi bangsa. Hampir tiga tahun setelah retreat di Batu, tepatnya pada 1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan pidato monumental di sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Prasasti 


Dalam pidato yang menjadi the founding moment tersebut, Soekarno memperkenalkan istilah "Pancasila" (berasal dari bahasa Sanskerta: panca yang berarti lima dan sila yang berarti prinsip atau dasar). Lima prinsip yang disampaikannya Kebangsaan Indonesia, Internasionalisme atau Peri Kemanusiaan, Mufakat atau Demokrasi, Kesejahteraan Sosial, serta Ketuhanan Yang Maha Esa kemudian bergulir secara dialektis melalui Piagam Jakarta hingga akhirnya disahkan sebagai dasar negara.


Warisan Tertulis Sang Proklamator,

Bukti paling kuat mengenai signifikansi Selecta dalam perjalanan kebangsaan datang langsung dari tangan Bung Karno. Pada 1 Maret 1955, Soekarno menuliskan pesan dengan ejaan lama yang hingga kini terawat sebagai arsip berharga:


"Kenang-kenangan pada Selecta tetap hidup dalam ingatan saja. Bukan karena tamasja jang indah, tetapi djuga karena di Selecta itu beberapa putusan penting mengenai perdjoeangan negara telah saja ambil."


Direktur Utama Selecta, Sujud Hariadi

Tulisan itu semakin mengukuhkan status vila tersebut bukan sekadar tempat istirahat, melainkan ruang di mana gagasan-gagasan emansipatoris dan strategi perjuangan kemerdekaan Indonesia diproses secara intensif.


Peringatan Hari Lahir Pancasila yang mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia" menjadi momentum untuk merevitalisasi pemahaman historis tentang nilai-nilai luhur bangsa. Dengan mengunjungi tapak-tapak seperti Villa Bima Shakti di Selecta, masyarakat tidak hanya melakukan rekreasi, tetapi juga menjalani aktivitas historiographical empathy dan refleksi ideologis.


Pemerintah Kota Batu dan pengelola Selecta terus berupaya merawat situs cagar budaya ini sebagai laboratorium edukasi sejarah yang hidup, memastikan bahwa generasi penerus bangsa dapat merasakan atmosfer perjuangan dan memahami secara substantif bagaimana nilai-nilai Pancasila lahir dari pergulatan pemikiran yang mendalam.


Sementara itu, Wali Kota Batu, H. Nurochman, SH,.MH., menuturkan bahwa keberadaan situs bersejarah di kawasan Selecta memiliki nilai penting tidak hanya sebagai warisan budaya, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran bagi masyarakat, khususnya generasi muda.


Wali Kota Batu, H. Nurochman, SH.,MH,.

Menurutnya, tempat-tempat yang memiliki keterkaitan dengan perjalanan sejarah bangsa harus terus dijaga, dilestarikan, dan dikenalkan secara luas agar semangat perjuangan para pendiri bangsa tidak luntur oleh perkembangan zaman.


“Melalui pelestarian situs sejarah ini, kami berharap masyarakat dapat memahami bahwa lahirnya Pancasila dan perjalanan bangsa Indonesia tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses panjang yang penuh pemikiran, pengorbanan, dan semangat persatuan. Nilai-nilai tersebut harus terus diwariskan kepada generasi penerus sebagai fondasi dalam membangun bangsa yang kuat dan berkarakter,” ujarnya.


Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Batu untuk terus bersinergi dengan berbagai pihak dalam menjaga dan mengembangkan kawasan cagar budaya sebagai destinasi edukasi sejarah yang menarik, sehingga dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan sekaligus memperkuat identitas budaya daerah.


Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts