Selasa, 07 Juli 2026

Selamatan Desa Temas ke-172 Perkuat Harmoni Budaya dan Gotong Royong Warga Kota Batu

 


KOTA BATU – Kelurahan Temas kembali meneguhkan identitasnya sebagai kawasan yang konsisten merawat warisan budaya melalui penyelenggaraan Selamatan Desa ke-172, Selasa (7/7/2026). Tradisi tahunan yang telah berlangsung lintas generasi tersebut menjadi ruang kolektif untuk memperkuat kohesi sosial, memperkokoh nilai spiritual, sekaligus merevitalisasi kearifan lokal di tengah akselerasi perkembangan zaman.

Momen Wakil Wali Kota Batu foto bersama peserta kirab budaya

Mengusung tema "Hormati Bumi, Kejarlah Langit", perayaan tahun ini merepresentasikan filosofi keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pembangunan sumber daya manusia, dan penguatan karakter masyarakat berbasis budaya. Tema tersebut juga mencerminkan paradigma pembangunan berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, dan spiritual.


Puncak perayaan ditandai dengan kirab gunungan tumpeng yang diikuti masyarakat dari 11 RW. Prosesi berlangsung dari kawasan Imanuel menuju Pendopo Kelurahan Temas sebagai simbol rasa syukur atas limpahan rezeki sekaligus ikhtiar menjaga harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta.

Sebagai bagian dari tradisi sedekah bumi, panitia menyiapkan sekitar 2.000 porsi hidangan, termasuk 1.000 mangkuk rawon daging kerbau, yang dibagikan kepada masyarakat. Momentum tersebut menjadi simbol pemerataan berkah sekaligus memperkuat semangat kebersamaan yang telah mengakar dalam kehidupan sosial warga Temas.

Lurah Temas, Anditya Fitrawan, S.E., M.SA

Lurah Temas, Anditya Fitrawan, S.E., M.SA., menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan lahir dari partisipasi aktif masyarakat tanpa menghilangkan nilai religius yang menyertainya.

"Selamatan Desa merupakan bentuk rasa syukur masyarakat yang diwujudkan melalui gunungan tumpeng. Kami berkomitmen menjaga tradisi ini agar tetap lestari seiring dengan penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat," ujarnya.

Sebelum puncak acara, masyarakat Temas telah melaksanakan berbagai agenda budaya selama sepekan. Rangkaian tersebut meliputi Mendak Tirto atau pengambilan air dari sumber mata air di setiap RW, napak tilas para sesepuh desa, lailatul ijtima', hingga pagelaran seni campursari. Keseluruhan prosesi menjadi representasi kesinambungan nilai historis, spiritual, dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun.

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, S.H., M.H

Wakil Wali Kota Batu, Heli Suyanto, S.H., M.H., mengapresiasi konsistensi masyarakat Temas dalam menjaga tradisi yang dinilainya memiliki relevansi kuat terhadap pembangunan daerah.


Menurutnya, makna "Hormati Bumi, Kejarlah Langit" mengandung pesan strategis mengenai pentingnya menjaga sumber daya alam, melestarikan lingkungan, sekaligus membangun kualitas hidup masyarakat melalui inovasi dan kemajuan tanpa tercerabut dari akar budaya.

"Menjaga bumi berarti melestarikan sumber air, lahan, dan lingkungan hidup. Sementara mengejar langit merupakan simbol semangat untuk terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan tetap berpijak pada nilai budaya," ungkapnya.

Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Hj. Dewi Kartika, S.T

Pandangan serupa disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kota Batu, Hj. Dewi Kartika, S.T.. Ia menilai keberlangsungan Selamatan Desa Temas merupakan bukti konkret bahwa modal sosial dan kearifan lokal masih menjadi fondasi penting dalam menjaga identitas masyarakat di tengah modernisasi.


Menurutnya, keberhasilan mempertahankan tradisi selama lebih dari satu abad merupakan aset budaya yang memperkuat posisi Kota Batu sebagai destinasi pariwisata berbasis budaya dan komunitas.

"Melestarikan tradisi bukan pekerjaan sederhana. Dibutuhkan komitmen, kolaborasi, dan dukungan seluruh elemen masyarakat. Temas telah menunjukkan bahwa semangat gotong royong mampu menjaga warisan budaya tetap hidup dan relevan," katanya.

Ketua Panitia yang juga Ketua LPMK Temas, Edi Sunaedi, S.T., M.A.P.,

Ketua Panitia yang juga Ketua LPMK Temas, Edi Sunaedi, S.T., M.A.P., menjelaskan bahwa suksesnya penyelenggaraan Selamatan Desa tidak lepas dari sinergi berbagai elemen masyarakat, mulai dari 68 RT, pedagang pasar, Linmas, Karang Taruna, tokoh masyarakat, hingga para donatur.

Ia menegaskan, semangat guyub rukun menjadi fondasi utama dalam setiap tahapan persiapan hingga pelaksanaan kegiatan.


"Harapan kami sederhana, semoga desanya selamat, masyarakatnya selamat, dan para pemimpinnya juga diberikan keselamatan sehingga seluruh elemen di Kelurahan Temas dapat terus hidup rukun, bersatu, dan penuh keberkahan," ujarnya.

Perayaan Selamatan Desa ke-172 ditutup melalui pagelaran wayang kulit dan pengajian akbar yang berlangsung khidmat. Pemerintah Kota Batu berharap tradisi ini terus berkembang sebagai instrumen pelestarian budaya, penguatan kohesi sosial, serta inspirasi bagi daerah lain dalam merawat warisan leluhur di tengah dinamika pembangunan modern.


Kontributor : Agus 

Editor : Tim EDUKASI-R I 


Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

Aceh AFK Agro Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kabupaten Malang Kalbar Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lampung Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah MI Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Barat Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidiian Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Poktekad Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sambas Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts