Jumat, 10 Juli 2026

Dirjen PSP Kementan Tinjau Program UPLAND di Malang, Dorong Swasembada Pangan Berkelanjutan

 


Malang – Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Republik Indonesia, Dr. Hermanto, melaksanakan kunjungan kerja monitoring dan evaluasi (monev) Program UPLAND (Development of Integrated Farming System in Upland Areas) di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jumat (10/7/2026). Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menjelang fase pengakhiran (exit strategy) program pada tahun 2026.

Momen narasumber saat pembuka acara

Kegiatan yang berlangsung pada siang hari tersebut turut dihadiri oleh Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah; Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Malang; Camat dan Kapolsek Pujon; Tim Manajemen Program UPLAND Kabupaten Malang; serta para pengurus Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dan Kelompok Tani dari Desa Tawangsari, Desa Banjarrejo, dan Kecamatan Ngantang. Tidak ketinggalan, Kelompok Wanita Tani (KWT) dan seluruh undangan turut memeriahkan acara.

Kepala Desa Tawangsari, Miftahul, dalam sambutannya

Kepala Desa Tawangsari, Miftahul, dalam sambutannya menyampaikan dua aspirasi utama dari masyarakat. Pertama, terkait perluasan Jalan Usaha Tani (JUT). "Banyak warga yang bertanya mengenai pemerataan pembangunan infrastruktur lahan. Saat ini masih banyak akses jalan ke lahan pertanian yang belum memadai dan belum bisa dilalui kendaraan roda dua," ungkapnya. Kedua, masyarakat menyampaikan apresiasi atas manfaat nyata Program UPLAND yang dirasakan oleh seluruh lapisan, tidak hanya petani bawang merah tetapi juga petani berbagai komoditas hingga buruh angkut. "Oleh karena itu, masyarakat sangat berharap program ini dapat dilanjutkan kembali di masa mendatang," tambah Miftahul.

Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah dalam berikan sambutan

Senada dengan hal tersebut, Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah, menyampaikan bahwa kehadiran Dirjen PSP merupakan bentuk perhatian besar pemerintah pusat terhadap pembangunan sektor pertanian di daerahnya. "Kami senantiasa berkomitmen untuk menopang program-program pertanian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur," tegasnya.

Wakil Bupati memaparkan bahwa Proyek UPLAND yang merupakan hasil kerja sama strategis dengan IFAD dan IsDB telah memberikan dampak signifikan di Kecamatan Pujon dan Ngantang. Berbagai infrastruktur pertanian telah terbangun, meliputi sistem irigasi dan embung, Jalan Usaha Tani (JUT), sarana pascapanen, serta dukungan alat dan mesin pertanian (alsintan). Komoditas unggulan bawang merah, khususnya varietas "Batu Ijo", menunjukkan peningkatan produktivitas dan kualitas yang signifikan.

Momen foto bersama 

"Keberhasilan sebuah proyek tidak hanya diukur dari selesainya pembangunan fisik. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika seluruh manfaat program tetap hidup, berkembang, dan mandiri," pesan Wakil Bupati kepada kepala desa agar terus memotivasi masyarakat meningkatkan produktivitas secara mandiri.


Sementara itu, dalam laporan progresnya, Dinas Pertanian mengucapkan Kabupaten Malang mengungkapkan bahwa Program UPLAND di wilayah tersebut terbagi dalam dua tahap alokasi anggaran: tahap pertama Rp36.396.000.000,00 dan tahap kedua Rp13.737.000.000,00. Hingga saat ini, hampir seluruh pekerjaan fisik telah terselesaikan dan ditargetkan tuntas 100% pada akhir Juli 2026.

Dinas Pertanian kabupaten malang

Kabupaten Malang mencatatkan prestasi membanggakan sebagai penghasil sayuran terbesar di Jawa Timur pada tahun 2025. Total lahan bawang merah mencapai kurang lebih 4.500 hektare, dengan lebih dari 2.000 hektare berada di wilayah Pujon dan Ngantang. Produksi komoditas bawang merah mencapai lebih dari 45.000 ton per tahun.

Selain UPLAND, Kabupaten Malang juga menerima intervensi program pemberdayaan petani milenial YESS (Youth Entrepreneurship and Employment Support Services) yang telah mengintervensi 13.000 penerima manfaat. Sinergi kedua program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem agribisnis yang kondusif bagi generasi muda petani, selaras dengan asta cita Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada pangan.

Dirjen PSP, Dr. Hermanto, dalam arahannya

Dirjen PSP, Dr. Hermanto, dalam arahannya menekankan bahwa Program UPLAND hadir dengan pendekatan sistem pertanian terpadu yang komprehensif, mencakup seluruh rantai produksi dan pascapanen. Program yang dikembangkan di 14 kabupaten dengan luas mencapai 14.216 hektare ini diharapkan dapat menjadi model percontohan bagi program-program strategis nasional di masa depan. Kunjungan ini sekaligus menjadi momentum untuk memastikan seluruh investasi infrastruktur, kelembagaan, dan pemberdayaan masyarakat yang telah dibangun mampu memberikan manfaat secara berkelanjutan bagi kesejahteraan petani.


Kontributor : Agus 

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts