Minggu, 07 Juni 2026

Boyongan ke Kantor Baru, Desa Beji Perkuat Pelayanan Publik dan Ekonomi Lokal

 

Suasana pindah menuju kantor desa 

BATU – Pemerintah Desa Beji, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, resmi menempati kantor desa baru setelah melalui proses pembangunan bertahap selama kurang lebih tiga tahun sejak 2023. Perpindahan tersebut ditandai dengan prosesi budaya Jawa boyongan yang dilaksanakan pada Minggu (7/6/2026), sebagai simbol transisi kelembagaan menuju tata kelola pemerintahan desa yang lebih modern, terintegrasi, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Prosesi boyongan berlangsung khidmat dengan melibatkan Kepala Desa Beji, perangkat desa, serta unsur masyarakat yang berjalan kaki dari kantor lama menuju gedung baru. Tradisi tersebut tidak hanya memiliki makna simbolik sebagai perpindahan tempat kerja, tetapi juga merepresentasikan keberlanjutan nilai-nilai kearifan lokal yang masih terpelihara di tengah perkembangan pembangunan desa.

Kepala Desa Beji, Deny Cahyono, menyampaikan bahwa keberadaan kantor desa baru menjadi momentum strategis untuk meningkatkan efektivitas pelayanan administrasi dan memperkuat kapasitas kelembagaan pemerintahan desa.

Menurutnya, seluruh aktivitas pelayanan kini dapat dipusatkan dalam satu kawasan terpadu sehingga memudahkan akses masyarakat sekaligus menciptakan lingkungan pelayanan yang lebih nyaman, efisien, dan representatif.

“Dengan kantor yang baru, seluruh pelayanan dapat tersentralisasi sehingga masyarakat mendapatkan kenyamanan dan kemudahan dalam mengurus berbagai kebutuhan administrasi,” ujar Deny.

Prosesi syukuran tempati gedung Desa yang baru

Kawasan kantor desa baru tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 4.000 meter persegi. Selain gedung pelayanan pemerintahan, area tersebut juga dilengkapi pendopo, kantor lembaga desa, ruang terbuka untuk kegiatan masyarakat, serta fasilitas ramah anak yang dirancang untuk mendukung interaksi sosial dan aktivitas publik.

Deny menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat langsung dioperasikan sejak hari pertama perpindahan. Hal tersebut selaras dengan filosofi budaya Jawa yang memandang perpindahan sebagai awal kehidupan baru yang harus segera dijalankan secara penuh.

Kepala Desa Beji, Deny Cahyono

“Hari ini pelayanan langsung dibuka di kantor baru. Dalam tradisi Jawa, ketika sudah pindah, maka aktivitas juga langsung dijalankan di tempat yang baru,” katanya.

Pembangunan kantor desa ini menjadi salah satu capaian pembangunan infrastruktur desa yang cukup signifikan. Menariknya, seluruh proses pembangunan dilakukan secara mandiri melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tanpa bantuan pembangunan fisik dari pemerintah daerah maupun pemerintah provinsi.

Deny menjelaskan pembangunan dilaksanakan secara bertahap melalui empat kali penganggaran sejak tahun 2023 hingga akhirnya rampung pada 2026.

“Pembangunan murni menggunakan APBDes. Sejak dimulai pada 2023, prosesnya dilakukan melalui beberapa tahap penganggaran hingga selesai pada tahun ini,” jelasnya.

Meski demikian, Pemerintah Desa Beji telah mengusulkan sejumlah program pendukung kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas kawasan kantor desa baru. Usulan tersebut meliputi pembangunan akses jalan, saluran drainase atau gorong-gorong, serta pemasangan penerangan jalan umum (PJU).

Prosesi boyongan menuju kantor desa yang baru


Menurut Deny, fasilitas penunjang tersebut diharapkan dapat direalisasikan dalam penganggaran tahun mendatang guna memperkuat konektivitas dan kenyamanan kawasan pelayanan publik.

Lebih jauh, kantor desa baru tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat administrasi pemerintahan, tetapi juga sebagai ruang sosial-ekonomi yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis masyarakat.

Pemerintah desa berencana mengoptimalkan kawasan tersebut untuk berbagai kegiatan warga, pelatihan, pameran produk, hingga aktivitas komunitas yang berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap kawasan ini tidak hanya menjadi tempat pelayanan administrasi, tetapi juga ruang kegiatan masyarakat yang dapat memberikan dampak ekonomi bagi warga,” ungkapnya.

Sementara itu, gedung kantor desa lama akan direvitalisasi menjadi sentra promosi produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta galeri batik motif tempe khas Desa Beji yang telah memiliki perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI).

Sebagai salah satu desa yang dikenal dengan produk olahan tempe, keberadaan galeri tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas lokal sekaligus menjadi destinasi pendukung sektor pariwisata berbasis ekonomi kreatif.

Selain difungsikan sebagai ruang promosi UMKM, pendopo kantor desa lama juga akan dikembangkan sebagai lokasi kegiatan budaya dan atraksi wisata yang dapat menarik kunjungan wisatawan.

“Gedung lama nantinya akan dimanfaatkan untuk pengembangan UMKM serta galeri batik motif tempe yang sudah memiliki hak cipta. Kami juga ingin menjadikannya sebagai daya tarik wisata berbasis potensi lokal,” pungkas Deny.

Rencananya, peresmian resmi Kantor Desa Beji yang baru akan dilakukan oleh Wali Kota Batu, H. Nurochman, SH., MH, pada Selasa (9/6/2026) malam.

Sementara itu, salah seorang warga sekitar, Mei, menyambut positif keberadaan kantor desa yang baru. Menurutnya, lokasi dan fasilitas yang lebih luas akan memberikan kenyamanan bagi masyarakat sekaligus mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan kemasyarakatan secara lebih terpusat.

Kenakan Topi Mei, dan Kusfairiyah 

Mei menilai, kantor desa lama memiliki keterbatasan ruang dan berada tepat di tepi jalan provinsi sehingga kerap menimbulkan persoalan lalu lintas ketika berlangsung kegiatan yang melibatkan banyak warga.

"Kami senang karena kantor desa yang baru jauh lebih luas dan representatif. Kegiatan warga sekarang bisa dipusatkan di satu lokasi yang lebih nyaman. Dulu kantor desa berada di pinggir jalan provinsi, sehingga saat ada acara atau kegiatan masyarakat, kendaraan yang parkir sering mengganggu pengguna jalan," ujarnya.

Ia berharap keberadaan kantor desa baru tidak hanya meningkatkan kualitas pelayanan publik, tetapi juga menjadi pusat aktivitas sosial masyarakat yang lebih tertata, aman, dan produktif. Menurutnya, penataan kawasan yang lebih baik akan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Desa Beji.


Kontributor : Agus 

Editor Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts