Rekayasa Lalu Lintas Simpang Empat Patih Batu Diberlakukan
BATU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batu resmi memberlakukan rekayasa arus lalu lintas di kawasan Simpang Empat Patih terhitung mulai Rabu, 22 Juli 2026. Kebijakan manajemen dan rekayasa lalu lintas (MRLL) ini merupakan implikasi logis dari pelaksanaan proyek preservasi infrastruktur jalan bergengsi yang digagas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Batu dengan anggaran mencapai Rp10 miliar dari APBD 2026.
![]() |
| Momen Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Batu, Muchammad Noor, ST, MT, saat berada di lokasi proyek |
Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Batu, Muchammad Noor, ST, MT, saat ditemui di lokasi proyek pada Rabu (22/7/2026) siang, menegaskan bahwa pengalihan arus ini akan berlangsung hingga Oktober 2026 mendatang. "Rekayasa lalu lintas ini kami terapkan secara situasional dan kondisional, menyesuaikan dengan dinamika progres pekerjaan fisik di lapangan," ujar Muchammad Noor.
Proyek preservasi yang menjadi pemicu kebijakan ini mencakup ruas-ruas jalan vital yang terhubung dalam simpul transportasi utama Kota Batu, yakni Jalan Panglima Sudirman, Jalan Trunojoyo, Jalan Indragiri, dan Jalan Hasanudin. Selain pelebaran badan jalan, proyek yang ditargetkan rampung dalam 150 hari kalender ini juga mencakup pembenahan sistem drainase serta penataan ulang geometri persimpangan guna mengoptimalkan kapasitas dan tingkat pelayanan jalan.
![]() |
| Suasana preservasi proyek Simpang empat Patih |
Muchammad Noor memaparkan skema rekayasa lalu lintas yang dibedakan berdasarkan klasifikasi kendaraan guna mencegah terjadinya bottleneck di pusat kota. Untuk kendaraan roda dua dan roda empat pribadi, arus dialihkan masuk melalui Jalan Mawar dan Jalan Melati. Sementara itu, kendaraan angkutan barang berat serta bus pariwisata diwajibkan memutar melalui jalur Jalan Abdul Gani menuju Jalan Ahmad Yani, kemudian ke Jalan Suropati sebelum kembali ke Jalan Panglima Sudirman.
![]() |
| Kenakan kacamata, Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kota Batu, Muchammad Noor, ST, MT,. Saat berikan penjelasan |
Dishub telah memasang barrier pembatas di pintu masuk Jalan Mawar dan Jalan Melati untuk mencegah kendaraan besar menerobos jalur pemukiman yang memiliki daya dukung jalan terbatas. Petugas juga dilengkapi dengan papan informasi pengalihan arus di sejumlah titik strategis serta personel manual yang disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan, terutama pada akhir pekan.
![]() |
| Penunjuk arah yang berada di pertigaan suropati menuju jalan Samadi |
Muchammad Noor mengimbau seluruh pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, mematuhi rambu-rambu lalu lintas, serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan. Proyek ini merupakan investasi infrastruktur jangka panjang demi mewujudkan sistem transportasi yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat Kota Batu, kami berharap proses proyek preservasi ini berjalan kondusif dan lebih cepat." pungkasnya.
![]() |
| Rute Alternatif |
Masyarakat yang tidak memiliki kepentingan mendesak di jalur proyek disarankan memilih rute alternatif luar kota untuk menghindari potensi kepadatan lalu lintas selama masa konstruksi berlangsung.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-RI






