Forbes Kota Batu Serahkan Donasi Rp21,6 Juta untuk Korban Gempa NTT di Malang Raya
Kota Batu, 2 September 2026 – Babak akhir dari rangkaian aksi kemanusiaan yang digagas Forum Ormas Bersatu Kota Batu (Forbeskoba) resmi ditutup dengan agenda serah terima donasi. Bertempat di Posko Forbes Koba pada Rabu malam (2/9/2026), posko yang selama sepekan lebih menjadi simpul solidaritas ini menyerahkan bantuan terkumpul senilai Rp21.663.000 kepada tiga perwakilan komunitas NTT di Malang Raya, yakni Forum Pemuda NTT Malang Raya, Paguyuban Sesepuh NTT Malang Raya, serta Flobamora Batu.
![]() |
| Momen penyerahan Donasi |
Penyerahan donasi yang berlangsung khidmat ini menjadi penanda berakhirnya masa operasional posko yang didirikan sebagai respons cepat atas bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertengahan Agustus lalu. Bantuan yang diserahkan mencakup kebutuhan pokok berbentuk barang maupun pendanaan tunai, yang nantinya akan didistribusikan secara terukur kepada lebih dari 3.600 penerima manfaat yang telah terdaftar, dengan prioritas utama pada mahasiswa asal NTT yang tengah menempuh pendidikan di kawasan Malang Raya dan terdampak secara ekonomi akibat musibah di kampung halaman.
![]() |
| Ketua Koordinasi Posko Peduli Gempa Flores NTT, George da Silva |
Ketua Koordinasi Posko Peduli Gempa Flores NTT, George da Silva, menyampaikan apresiasi atas partisipasi aktif masyarakat Kota Batu. Ia menekankan bahwa gerakan ini merupakan manifestasi dari kepedulian kolektif lintas sektor yang mengesampingkan sekat-sekat primordial demi tujuan kemanusiaan. “Ini adalah bukti bahwa solidaritas sosial tidak mengenal batas teritorial maupun perbedaan latar belakang,” ujarnya.
![]() |
| Kemeja merah, Ketua Forum Pemuda NTT Malang Raya, Pilipus Oskar Api Oa |
Senada dengan itu, Ketua Forum Pemuda NTT Malang Raya, Pilipus Oskar Api Oa, mengutarakan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. Menurutnya, bantuan yang disalurkan memiliki nilai strategis, bukan hanya sebagai pemulihan ekonomi (economic recovery) bagi mahasiswa yang kesulitan biaya hidup, tetapi juga sebagai penguatan psikososial (psychosocial support) yang mengingatkan mereka bahwa dukungan moral dan material hadir dari berbagai pihak. “Kami tidak sendiri. Solidaritas ini menjadi energi baru bagi mahasiswa NTT di perantauan untuk tetap bertahan dan menyelesaikan studi di tengah krisis,” tegasnya.
![]() |
| Kemeja hitam, Paguyuban Sesepuh NTT Malang Raya yang diwakili Marlon Logo Tardu |
Paguyuban Sesepuh NTT Malang Raya yang diwakili Marlon Logo Tardu menyampaikan bahwa bantuan ini akan dikelola dengan prinsip akuntabilitas dan transparansi. Pihaknya berkomitmen untuk memastikan distribusi berjalan tepat sasaran, mengingat mahasiswa asal NTT di Malang Raya menghadapi tantangan multidimensi pascagempa, mulai dari kendala logistik hingga terputusnya jalur komunikasi dengan keluarga di daerah asal. “Kami menjamin penyaluran yang berkeadilan sehingga setiap rupiah dan setiap karung sembako benar-benar dirasakan manfaatnya oleh mereka yang paling membutuhkan,” ujarnya.
![]() |
| Sebelah kanan kemeja putih, Ketua Flobamora Batu, Fenderikus To Goa |
Ketua Flobamora Batu, Fenderikus To Goa, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi preseden penting bagi penguatan jejaring organisasi masyarakat di Kota Batu. Ia berharap sinergi yang telah terbangun selama masa tanggap darurat ini dapat terus berlanjut ke program-program pembangunan berkelanjutan (sustainable development) lainnya, baik di bidang pendidikan, kebudayaan, maupun pemberdayaan ekonomi.
Sementara itu, Koordinator Forbeskoba, Thomas Maydo, menuturkan bahwa total donasi Rp21.663.000 merupakan hasil penggalangan yang dilakukan di tiga titik strategis Kota Batu, yakni di depan Posko PMI Jalan Panglima Sudirman, perempatan BCA Jalan Gajahmada, serta kawasan Alun-Alun Kota Batu. Menariknya, aksi ini tidak hanya melibatkan organisasi kemasyarakatan arus utama, tetapi juga komunitas penggiat budaya. Thomas menilai keterlibatan berbagai kelompok ini menjadi bukti bahwa kepedulian kemanusiaan memiliki daya rekat yang melampaui stigma dan konstruksi sosial.
![]() |
| Tengah,kenakan kemeja putih , Koordinator Forbeskoba, Thomas Maydo |
“Forbeskoba hadir sebagai wadah kolaboratif. Kami ingin menunjukkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk bergotong-royong. Aksi ini adalah cermin dari nilai-nilai kebangsaan yang sesungguhnya,” tutur Thomas.
Proses verifikasi dan pendataan penerima manfaat telah dilakukan secara sistematis oleh panitia bersama Forum Pemuda NTT. Pendekatan berbasis data (data-driven approach) ini diterapkan untuk memastikan bantuan menjangkau mahasiswa yang benar-benar kehilangan akses ekonomi akibat bencana, mengingat sebagian besar dari mereka sangat bergantung pada kiriman orang tua yang kini berada dalam kesulitan pascagempa.
Acara serah terima yang berlangsung Rabu malam tersebut turut dihadiri oleh seluruh perwakilan organisasi masyarakat yang berjumlah sekitar tiga puluhan ormas tergabung dalam Forbeskoba , serta jajaran pengurus dari ketiga lembaga penerima donasi. Suasana haru dan penuh kebersamaan mewarnai malam penutupan posko, menandai berakhirnya satu fase tanggap darurat sekaligus awal dari fase pemulihan yang membutuhkan keberlanjutan perhatian dari berbagai pemangku kepentingan.
![]() |
| Donasi secara online diperpanjang sampai tujuh hari kedepan |
Dengan berakhirnya masa operasional posko, Forbeskoba berharap semangat solidaritas yang telah tumbuh dapat menjadi fondasi bagi program-program kemanusiaan di masa mendatang. Sebagaimana disampaikan Thomas Maydo, aksi ini bukanlah titik akhir, melainkan awal dari kolaborasi berkelanjutan dalam memperkuat ketahanan komunitas (community resilience) menghadapi berbagai potensi bencana di kemudian hari, dan masih melakukan penggalangan dana melalui sistem Online bukan lagi secara offline dalam tujuh hari kedepan.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-RI














