Suara Anak Negeri, MI Bustanul Ulum Kota Batu Dalam Meriahkan HUT ke-81 RI di Dusun Srebet
KOTA BATU — Gemuruh tepuk tangan dan sorak sorai warga menggema di Lapangan RIC, Dusun Srebet, Desa Pesanggrahan, saat puluhan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bustanul Ulum Kota Batu menampilkan pementasan drama musikalisasi kolosal dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Sabtu (29/8/2026) malam.
Acara bertajuk "Srawung Tanpo Wates, Nyawiji Tanpo Sekat" yang digagas oleh pemuda dan pengurus RW 06 ini berhasil menyedot perhatian ratusan warga dari berbagai lapisan usia. Lapangan yang menjadi lokasi gelaran tampak padat oleh masyarakat yang antusias menyaksikan panggung ekspresi tersebut sejak sore hari.
Penampilan yang menjadi primadona malam itu adalah pementasan dari MI Bustanul Ulum yang mengusung tema "Suara Anak Negeri dari Lereng Gunung Panderman, Berkarya untuk Indonesia". Sebanyak 14 siswa-siswi terpilih dari kelas 4 hingga kelas 6 terlibat dalam pertunjukan yang memadukan elemen teater, musikalisasi puisi, dan tarian tradisional secara apik.
![]() |
| Momen, pementasan dari MI Bustanul Ulum yang mengusung tema "Suara Anak Negeri dari Lereng Gunung Panderman, Berkarya untuk Indonesia" |
Dengan tata panggung yang artistik dan pencahayaan dramatis, para pelajar madrasah ini berhasil menciptakan suasana yang mampu membangkitkan resonansi emosional penonton. Pertunjukan tersebut menginterpretasikan nilai-nilai kepahlawanan dan semangat persatuan bangsa melalui medium seni pertunjukan yang edukatif.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan MI Bustanul Ulum, Iin Khusaini Fatimah, S.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam kepada panitia pelaksana yang telah memberikan ruang ekspresi bagi peserta didiknya.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah mempercayakan anak didik kami untuk tampil di panggung ekspresi RW 06 ini. Melalui kesempatan ini, kami ingin membuktikan bahwa siswa-siswi MI Bustanul Ulum mampu tampil percaya diri mementaskan drama yang memukau para penonton," ujar Iin Khusaini saat ditemui usai pementasan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pementasan tersebut merupakan bentuk aktualisasi interpretasi generasi muda terhadap nilai-nilai nasionalisme yang dikontekstualisasikan melalui pendekatan estetika.
"Melalui drama musikalisasi puisi dan tari ini, kami persembahkan cinta untuk negeri, penghormatan yang setinggi-tingginya bagi para pejuang bangsa, serta doa dan harapan agar Indonesia ke depan semakin maju, berbudaya, dan bermartabat," jelasnya dengan nada penuh haru.
![]() |
| Saat pembacaan puisi |
Pementasan ini tidak hanya menjadi hiburan semata, melainkan juga sarana edukasi karakter bagi para siswa. Iin Khusaini menambahkan bahwa keterlibatan dalam pentas seni semacam ini memberikan dampak positif terhadap pengembangan soft skill dan rasa percaya diri anak-anak.
"Kami melihat ini sebagai laboratorium sosial bagi siswa untuk mengaktualisasikan bakat dan kreativitas mereka di ruang publik. Pengalaman berharga ini akan membentuk memori kolektif yang memperkaya proses pembelajaran mereka," terangnya.
Nafisa, siswi kelas 4C yang turut berpartisipasi dalam pementasan, mengungkapkan kebahagiaannya dapat terlibat dalam perayaan kemerdekaan.
"Senang sekali bisa tampil di depan banyak orang. Semoga Indonesia semakin jaya dan kami anak-anak bisa terus berkarya," ucapnya dengan polos.
Sementara itu, Kepala Desa Pesanggrahan, Imam Wahyudi, yang hadir langsung dalam acara tersebut menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif warga RW 06.
"Kegiatan ini menunjukkan bahwa semangat kebersamaan dan gotong royong masih terjaga dengan baik di tengah masyarakat. Pementasan dari MI Bustanul Ulum menjadi bukti bahwa generasi muda kita memiliki potensi besar dalam melestarikan budaya dan nilai-nilai kebangsaan," tuturnya.
Acara yang berlangsung meriah ini juga memberikan dampak signifikan terhadap denyut perekonomian warga. Kehadiran puluhan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal di area sekitar lokasi acara turut mendongkrak perputaran uang di tingkat masyarakat.
![]() |
| Saat menyayikan lagu kebangsaan |
Ketua RW 06, yang turut mendampingi acara, menjelaskan bahwa keterlibatan UMKM merupakan bagian dari strategi pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.
"Kami tidak hanya ingin merayakan kemerdekaan, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi yang konkret bagi warga. Ini adalah implementasi dari konsep pembangunan partisipatif yang kami usung," ungkapnya.
Panitia Hari Besar Nasional (PHBN) yang juga hadir dalam acara tersebut turut memastikan kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Ribuan warga terlihat menikmati suguhan hiburan yang berlangsung hingga larut malam.
Melalui pementasan yang sarat makna ini, MI Bustanul Ulum ingin menegaskan bahwa anak-anak dari lereng Gunung Panderman memiliki kapasitas untuk berkontribusi dalam memajukan bangsa melalui karya seni yang inovatif.
![]() |
| Momen perkenalkan tampilan pementasan drama |
"Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut dan menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka. Generasi penerus bangsa harus dibekali dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, dan kecintaan terhadap tanah air," pungkas Iin Khusaini.
Peringatan HUT ke-81 RI di Dusun Srebet kali ini menjadi momentum refleksi kolektif tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa melalui berbagai medium, termasuk seni pertunjukan yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-RI











