Minggu, 19 April 2026

LPPTKA Batu Dorong TPQ Inklusif Difabel, Perkuat Sinergi Pendidikan Al-Qur’an


Momen mauidotul khasanah dalam Halal Bihalal Guru Ngaji se Kecamatan Batu 

KOTA BATULembaga Pembinaan dan Pengembangan Taman Kanak-kanak Al-Qur’an (LPPTKA) Kecamatan Batu memperkuat konsolidasi kelembagaan sekaligus mendorong transformasi pendidikan Al-Qur’an yang inklusif bagi penyandang disabilitas. Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan akbar yang digelar di Masjid Sultan Agung, Minggu (19/4/2026).

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum silaturahmi antar-pendidik, tetapi juga ruang strategis untuk merumuskan penguatan kapasitas pedagogis berbasis inklusivitas. Salah satu agenda prioritas adalah pengembangan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) ramah difabel, khususnya bagi santri tunanetra.

Momen Rojad saat jabat tangan dengan Jazuli bersama anggota

Supervisor LPPTKA Kecamatan Batu, Abdul Rojad, menegaskan bahwa pihaknya tengah menginisiasi kolaborasi lintas sektor bersama Dinas Pendidikan guna memastikan aksesibilitas pendidikan Al-Qur’an yang setara dan berkeadilan.

“Antusiasme santri tunanetra sangat tinggi, namun secara struktural kami masih menghadapi keterbatasan sarana-prasarana spesifik. Dukungan berkelanjutan dari pemerintah daerah menjadi variabel kunci dalam akselerasi program ini,” ujarnya.

Dalam perspektif kebutuhan teknis, LPPTKA mengidentifikasi sejumlah aspek krusial yang harus segera diintervensi, antara lain ketersediaan tenaga pendidik dengan kompetensi khusus, pengadaan Al-Qur’an Braille, buku Iqro’ serta modul tajwid berbasis Braille, hingga alat tulis adaptif bagi penyandang tunanetra.


Berdasarkan data terkini, terdapat 109 lembaga TPQ yang bernaung di bawah LPPTKA Kecamatan Batu. Dari sisi kesejahteraan tenaga pengajar, sebanyak 629 ustaz dan ustazah telah menerima insentif dari Pemerintah Kota Batu, sementara sekitar 80 pengajar lainnya masih dalam tahap verifikasi administratif.

Perwakilan Kantor Kementerian Agama Kota Batu, Ahmad Jazuli, memberikan apresiasi terhadap inisiatif tersebut. Ia menekankan urgensi peran guru TPQ dalam konstruksi karakter generasi bangsa yang berlandaskan nilai-nilai spiritual dan etika.

“Pendidikan Al-Qur’an tidak hanya bersifat transfer pengetahuan, tetapi juga proses internalisasi nilai. Kita menargetkan lahirnya generasi Qur’ani yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus integritas moral,” tegasnya.

Achmad Karen

Di sisi lain, Penasihat LPPTKA Kecamatan Batu sekaligus Wakil Direktur LPPTKA Kota Batu, Achmad Karen, menyoroti pentingnya partisipasi aktif seluruh elemen pengajar dalam setiap agenda kelembagaan. Menurutnya, intensitas kehadiran menjadi indikator kohesi sosial sekaligus efektivitas koordinasi program.

“Partisipasi bukan sekadar kehadiran simbolik, melainkan instrumen strategis untuk memperkuat jejaring kolaboratif. Dengan soliditas yang terbangun, pengembangan pendidikan Al-Qur’an akan lebih sistematis dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Pertemuan yang dihadiri ratusan pendidik ini diharapkan menjadi katalisator bagi inovasi pendidikan Al-Qur’an di Kota Batu. Di tengah dinamika sosial dan perkembangan zaman, pendekatan inklusif dinilai menjadi paradigma baru dalam memastikan tidak ada kelompok yang terpinggirkan dalam akses pendidikan keagamaan.


Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts