Hari Lahir Pancasila 2026, Ketua YLPI Al Hikma Surabaya Serukan Revitalisasi Ideologi di Era Disrupsi
![]() |
| Foto : Tim EDUKASI-R I |
Kota Batu, Keluarga besar Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Al Hikma Surabaya mengucapkan Selamat Hari Lahir Pancasila ke-1 Juni 2026. Momentum sakral ini tidak dirayakan dengan seremonial semata, melainkan menjadi forum refleksi epistemologis tentang kedudukan Pancasila sebagai grundnorm (norma dasar) dalam kehidupan berbangsa.
Selaku Ketua YLPI Al Hikma Surabaya, Dr. Mohammad Zahri, M.Pd., menyampaikan urgensi revitalisasi nilai-nilai ideologis Pancasila di tengah arus disrupsi digital dan fragmentasi sosial. Menurutnya, tantangan kontemporer seperti polarisasi identitas, degradasi moral, serta penetrasi budaya asing yang tidak tersaring memerlukan pendekatan saintifik dan kontekstual dalam mengaktualisasikan butir-butir Pancasila.
“Pancasila bukan sekadar produk politis masa lalu, melainkan sebuah living philosophy yang terus berkembang secara dialektis. Kami di lingkungan YLPI Al Hikma memandang Pancasila sebagai aksiologi sekaligus epistimologi dalam membangun karakter generasi muda. Tanpa pemahaman yang utuh dan metodologis, Pancasila hanya akan menjadi hafalan mati,” ujar Dr. Mohammad Zahri, M.Pd.
Doktor Pendidikan bidang Matematika ini menyoroti fenomena cognitive dissonance yang terjadi pada sebagian peserta didik. Mereka secara kognitif memahami nilai-nilai luhur Pancasila, namun secara afektif dan psikomotorik belum menunjukkan perilaku kohesif yang mencerminkan persatuan. “Inilah yang perlu kita bedah melalui pendekatan interdisipliner: menggabungkan psikologi perkembangan, sosiologi pendidikan, dan filsafat nilai. Revitalisasi ideologi tidak cukup dengan lisan, harus ada operasionalisasi kurikulum berbasis proyek yang menanamkan gotong royong sebagai kompetensi sosial,” tegasnya.
Kegiatan peringatan yang mengusung tema Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia, hasil studi tentang efektivitas internalisasi nilai Pancasila melalui model experiential learning dan problem-based learning. Kesimpulan sementara menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual dengan melibatkan lingkungan sekitar secara signifikan meningkatkan pemahaman ontologis siswa terhadap makna keadilan sosial dan kemanusiaan.
Tidak hanya itu, Dr. Mohammad Zahri, M.Pd., juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar YLPI Al Hikma Surabaya yang telah konsisten menjadikan Pancasila sebagai leitstar (bintang penunjuk arah) dalam setiap kebijakan pendidikan. “Kami telah mengintegrasikan nilai-nilai Pancasila ke dalam kurikulum khas yayasan, mulai dari pembiasaan musyawarah harian, kajian kritis tentang keberagaman, hingga program bakti sosial berbasis data dan riset. Ini adalah bentuk aktualisasi ilmiah dari sila keempat dan kelima,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia mengingatkan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar nostalgia sejarah, melainkan momen untuk melakukan evaluasi sistemik terhadap capaian ideologis bangsa. “Kita perlu mengukur ideological quotient (IQ) generasi muda seberapa kuat mereka memiliki resistensi terhadap paham radikal, intoleransi, dan hoaks. Jika tidak ada pengukuran ilmiah, maka upaya penguatan Pancasila akan berjalan tanpa arah yang jelas,” ujarnya.
Dr. Mohammad Zahri, M.Pd., mengajak seluruh komponen masyarakat, khususnya insan pendidikan, untuk menjadikan momentum 1 Juni 2026 sebagai titik balik transformasi mental. “Mari kita konstruksi kembali nalar kebangsaan kita dengan berbasis pada Pancasila sebagai grand theory. Jangan biarkan ruang publik dipenuhi oleh narasi eksklusif dan disintegratif. Tunjukkan bahwa Pancasila mampu menjadi solusi atas problematika struktural dan kultural bangsa,” pungkasnya.
Dengan turut dalam mengucapkan peringatan di Kota Batu ini, YLPI Al Hikma Surabaya menegaskan komitmennya untuk tidak hanya menjadi lembaga pendidikan Islam unggulan, tetapi juga garda terdepan dalam menjaga koherensi ideologis bangsa. Sebagaimana disampaikan Dr. Mohammad Zahri, M.Pd.: “Pancasila adalah rumah bersama. Tugas kita adalah merawatnya dengan ilmu, bukan dengan teriakan.”
Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I
