PDIP Kota Batu Perkuat Program Bedah Rumah “BERJUALAN”, Sasar Warga di Luar DTKS
![]() |
| Momen bersama seusai bedah rumah |
KOTA BATU – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kota Batu kembali mengintensifkan program sosial Bedah Rumah Juang bertajuk “BERJUALAN” sebagai bentuk intervensi langsung terhadap persoalan hunian tidak layak. Pada April 2026, kegiatan tersebut menyasar wilayah Kecamatan Batu, tepatnya di Kelurahan Sisir, setelah sebelumnya dilaksanakan di Desa Junrejo.
Program ini tidak hanya berorientasi pada perbaikan fisik bangunan, tetapi juga mengedepankan pendekatan sosiologis dan humanistik. Para kader yang terlibat memilih mengenakan pakaian non-formal guna meminimalisasi sekat simbolik antara partai dan masyarakat, sehingga tercipta interaksi yang lebih egaliter dan partisipatif.
![]() |
| Kenakan Kacamata, Ketua DPC PDI Perjuangan Kita Batu, Kepala Kelurahan Sisir, Sekretaris DPC PDIP, Bendahara, Ketua RW 01 Sisir dan tim bedah rumah |
Ketua DPC PDIP Kota Batu, Saifudin Zuhri, menjelaskan bahwa program ini difokuskan pada kelompok masyarakat yang mengalami eksklusi administratif dari skema bantuan pemerintah, khususnya yang tidak tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Menurutnya, fenomena ini menunjukkan adanya disparitas antara realitas sosial-ekonomi di lapangan dengan basis data formal.
“Banyak warga yang secara de facto hidup dalam kondisi rentan, namun secara de jure tidak terakomodasi dalam sistem. Ini menjadi celah kebijakan yang perlu direspons melalui gerakan gotong royong berbasis komunitas,” ujarnya.
Senada dengan itu, Sekretaris DPC PDIP Kota Batu, Khamim Tohari, menegaskan bahwa program “BERJUALAN” berfungsi sebagai mekanisme buffer sosial untuk menjangkau kelompok yang tidak tersentuh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Ia menyebutkan, intervensi ini merupakan bentuk komplementaritas antara peran negara dan partai politik dalam memperkuat jaring pengaman sosial.
![]() |
| Sekretaris DPC PDI P Perjuangan Kota Batu bersama Tim |
Selain fokus pada sektor permukiman, PDIP Kota Batu juga mulai merancang strategi ketahanan pangan berbasis lokal sebagai langkah mitigasi terhadap potensi krisis akibat fenomena iklim ekstrem, termasuk El Nino berkekuatan besar. Edukasi mengenai diversifikasi pangan, seperti pemanfaatan ketela, singkong, dan komoditas non-beras lainnya, menjadi bagian dari agenda jangka menengah.
Pelaksanaan program di Kelurahan Sisir mendapatkan apresiasi dari pemerintah setempat. Lurah Sisir, Budi Meryanto Handarto, menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi konkret antara aktor politik dan pemerintah dalam memperkuat kohesi sosial di tingkat akar rumput.
“Program ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga merevitalisasi semangat kolektivitas warga. Ini penting dalam membangun resiliensi sosial,” ungkapnya.
![]() |
| Saat momen pembangunan |
Dukungan serupa juga disampaikan Ketua RW 01, Rohman Jumain, yang menilai program tersebut tepat sasaran karena menjangkau warga dengan tingkat kerentanan ekonomi tinggi.
Salah satu penerima manfaat, Indrawati (48), mengungkapkan rasa syukur atas bantuan yang diterimanya. Perbaikan rumahnya difokuskan pada bagian krusial seperti talang, plafon, dan pengecatan, yang sebelumnya dalam kondisi rusak berat.
![]() |
| Indrawati bersama keluarga |
“Alhamdulillah sangat membantu. Semoga program ini terus berlanjut agar semakin banyak warga yang terbantu,” ujarnya.
Ke depan, program Bedah Rumah “BERJUALAN” akan dilaksanakan secara bertahap di tiga kecamatan di Kota Batu. Setelah Kecamatan Batu, kegiatan dijadwalkan berlanjut ke Kecamatan Bumiaji sebagai upaya pemerataan intervensi sosial hingga ke wilayah pelosok.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I





