Mikutopia Kota Batu Beri Tiket Gratis untuk 21 Perempuan Pertama dan Pemakai Kebaya di Hari Kartini
Kota Batu – Dalam rangka memperingati Hari Kartini yang jatuh pada Selasa, 21 April 2026, Mikutopia, salah satu destinasi wisata edukasi dan rekreasi keluarga di Kota Batu, menghadirkan program istimewa bertajuk “Pesona Kartini Masa Kini”. Program ini memberikan tiket masuk gratis bagi pengunjung reguler maupun pemegang tiket terusan dengan sejumlah persyaratan unik yang menarik perhatian wisatawan.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, suasana Mikutopia sejak pagi hari tampak ramai oleh pengunjung yang mayoritas datang dengan mengenakan busana khas Kartini, seperti kebaya dan kain batik. Gerbang utama destinasi wisata yang terkenal dengan konsep miniatur taman rekreasi modern itu dipadati antrean wisatawan yang ingin memanfaatkan kesempatan emas ini.
Manajemen Mikutopia menetapkan aturan bahwa 21 pengunjung perempuan pertama yang tiba di loket tiket reguler berhak mendapatkan tiket masuk gratis. Selain itu, untuk tiket terusan (paket kombo wahana), Mikutopia juga memberikan tiket gratis kepada 21 pengunjung yang datang dengan mengenakan kebaya.
Kebijakan ini diungkapkan langsung oleh Marketing Mikutopia, Kwanda saat ditemui di sela-sela kesibukannya mengawasi jalannya program. Kwanda menjelaskan bahwa program “Pesona Kartini Masa Kini” bukan sekadar promosi temporer, melainkan bentuk apresiasi terhadap perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam bidang emansipasi wanita dan pelestarian budaya.
![]() |
| Kwanda bersama rekan kerja mikutopia |
“Kami ingin mengajak generasi muda, khususnya wisatawan yang berkunjung ke Mikutopia, untuk mengenang jasa Kartini dengan cara yang menyenangkan dan relevan dengan masa kini. Memberikan tiket gratis untuk 21 perempuan pertama adalah simbol semangat Kartini yang memperjuangkan kesempatan yang sama bagi wanita. Sementara syarat memakai kebaya untuk tiket terusan adalah bentuk kecintaan kami terhadap warisan budaya Nusantara,” ujarnya.
Kwanda menambahkan bahwa angka 21 dipilih karena memiliki makna filosofis terkait tanggal 21 April yang merupakan Hari Kartini. Ia berharap program ini dapat memicu antusiasme masyarakat untuk terus melestarikan nilai-nilai kepahlawanan tanpa meninggalkan unsur rekreasi dan edukasi.
“Kami melihat antusiasme pengunjung luar biasa pagi ini. Sejak pukul 08.00 WIB, sudah ada puluhan perempuan yang mengantre.Ini membuktikan bahwa masyarakat masih sangat mencintai budaya tradisional,” tambah Kwanda.
![]() |
| Memakai hijab , Ovi bersama Uci , warga Surabaya |
Salah satu pengunjung yang berhasil mendapatkan tiket gratis reguler, Ovi (35), warga Surabaya, mengaku sangat senang dengan program ini. “Sengaja datang pagi-pagi sekali karena tahu Mikutopia selalu punya ide kreatif di hari spesial. Lumayan banget bisa hemat tiket masuk, sekalian belajar sejarah Kartini di tempat yang asyik,” ujarnya sambil tersenyum.
Program tiket gratis ini berlaku pada jam operasional pagi hingga tiket kuota habis. Mikutopia mengimbau pengunjung yang belum kebagian untuk tidak kecewa, karena masih ada berbagai promo menarik lainnya selama pekan peringatan Hari Kartini, seperti voucher untuk makanan dan minuman.
![]() |
| Anisa Indraningtyas |
Sementara itu, Anisa Indraningtyas (25), salah satu pegawai Mikutopia, menyampaikan pesan dan harapannya kepada seluruh perempuan di tanah air, khususnya di Kota Batu, dalam rangka memperingati Hari Kartini. Menurutnya, momentum ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi kritis terhadap perjuangan emansipasi yang belum sepenuhnya terwujud secara substantif. Anisa mengajak perempuan untuk mengadopsi paradigma progresif bahwa kapasitas intelektual dan profesionalitas tidak ditentukan oleh konstruksi gender. Ia menekankan pentingnya akses terhadap pendidikan holistik, literasi digital, serta penguatan nalar kritis sebagai instrumen pemberdayaan. Dalam diskursus kesetaraan, perempuan perlu menjadi agen perubahan yang adaptif terhadap disrupsi zaman, sembari melestarikan nilai-nilai kearifan lokal. Anisa juga menyoroti relevansi spirit Kartini di era kontemporer, yakni mengintegrasikan kepekaan sosial dengan inovasi kognitif. Harapannya, perempuan di Kota Batu yang hidup dalam ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif mampu memanfaatkan potensi tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan kolektif secara berkelanjutan. Dengan kesadaran epistemologis bahwa kesetaraan membutuhkan rekognisi struktural dan kultural, Anisa mengajak semua pihak mengeliminasi bias gender secara sistemik. Transformasi sosial tidak akan berjalan tanpa partisipasi aktif laki-laki sebagai mitra kolaboratif. Ia berpesan agar setiap perempuan tidak ragu mengekspresikan aspirasi dan berkontribusi di ranah publik, karena kemajuan bangsa bergantung pada diversitas perspektif yang inklusif.
Dengan adanya program ini, diharapkan semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk berkunjung ke Kota Batu, terutama di hari-hari besar nasional. Mikutopia sendiri dikenal sebagai destinasi yang kerap mengangkat tema-tema edukasi sejarah dan budaya melalui kemasan wisata modern.
“Kami komitmen untuk terus menjadikan Mikutopia sebagai ruang publik yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik. Momentum Hari Kartini adalah salah satu dari sekian banyak upaya kami untuk merawat ingatan kolektif bangsa,” pungkasnya.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I




