Senin, 27 April 2026

Gebyar Senandung Rindu 2026 di Kota Batu, Spektakuler, Angkat Peran Perempuan dan Musik Nostalgia

 

Foto : Tim EDUKASI-R I 


KOTA BATU – Atmosfer kemeriahan dan euforia kolektif menyelimuti kawasan Wisata Party, Jatim Park 3, Kota Batu, Minggu (26/4/2026), dalam gelaran “Gebyar Senandung Rindu 2026”. Agenda tahunan komunitas musik nostalgia ini dinilai sebagai penyelenggaraan paling impresif dalam lebih dari dua dekade eksistensinya.




Perhelatan tersebut menghadirkan dua ikon musik era 1990-an, Ita Purnamasari dan Sylvia Saartje, yang sukses memantik antusiasme ratusan pengunjung. Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari RRI Pusat, memperkuat legitimasi dan daya tarik acara di tingkat nasional.


Ketua Senandung Rindu Malang Raya, Agus Priyanto, menegaskan bahwa keberhasilan acara tahun ini tidak terlepas dari transformasi struktur kepanitiaan yang mengedepankan kepemimpinan perempuan. Seluruh panitia inti diisi oleh kelompok yang disebut Srikandi Senandung Rindu, mencerminkan implementasi nilai emansipasi yang progresif.


Momen Ketua Senandung Rindu Malang Raya bernyanyi bersama Ita Purnamasari 

“Dari 643 anggota yang tersebar dalam 21 grup di Malang Raya, mayoritas adalah perempuan. Momentum ini menjadi representasi konkret dari penguatan peran perempuan dalam ruang publik,” ujarnya.


Secara sosiokultural, fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran paradigma dalam pengelolaan komunitas berbasis hobi menuju model partisipatif dan inklusif. Tak hanya sebagai penikmat, anggota komunitas juga diberi ruang ekspresi yang luas sebagai pelaku seni.

Agus Priyanto 

Sebanyak 150 talenta lokal terdiri dari penyanyi dan penari latar tampil di panggung utama dengan performa yang telah dipersiapkan secara matang. Total kehadiran mencapai 315 tamu undangan, menjadikan acara ini sebagai salah satu kegiatan komunitas dengan tingkat partisipasi tinggi di kawasan Malang Raya.


Ketua pelaksana kegiatan, Dian Agus, menyampaikan bahwa keberhasilan “Gebyar Senandung Rindu 2026” menjadi indikator penting atas soliditas dan kapasitas organisasi komunitas dalam mengelola agenda berskala besar. Ia menekankan bahwa kolaborasi, disiplin kolektif, serta partisipasi aktif anggota menjadi fondasi utama kesuksesan acara.

Momen Ketua Pelaksana Gebyar 2026, Dian Agus saat bernyanyi bersama

“Ke depan, kami berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga platform strategis untuk pengembangan talenta lokal dan penguatan identitas budaya berbasis musik nostalgia,” ujarnya.

Dian menambahkan, pihaknya akan mendorong inovasi program yang lebih adaptif, inklusif, dan berkelanjutan, sehingga Senandung Rindu mampu berkontribusi signifikan dalam ekosistem kreatif di Malang Raya, juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan mensukseskan acara sehingga kegiatan ini berjalan dengan lancar, aman dan kondusif.


Artis ibu kota , Ita Purnamasari mengapresiasi energi kolektif yang ditunjukkan peserta. Ia menilai kegiatan semacam ini memiliki nilai kultural penting dalam menjaga memori musikal lintas generasi.

Momen Ita Purnamasari dalam sampaikan ulasan

“Ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga medium untuk merekonstruksi nostalgia dan memperkuat ikatan emosional antar generasi,” ungkapnya.


Sylvia Saartje dalam keterangannya kepada EDUKASI-RI 

Hal senada disampaikan Sylvia Saartje yang mengaku terharu dapat kembali berinteraksi dengan komunitas di Malang, yang juga memiliki kedekatan historis dalam perjalanan kariernya.


Momen Yoes , owner kecantikan saat bernyanyi

Sementara itu, tamu VIP asal Jakarta, Yoes, memberikan perspektif eksternal terkait potensi pengembangan komunitas ini. 

Ia menilai Senandung Rindu memiliki prospek untuk berkembang menjadi ekosistem kreatif berbasis komunitas yang berkelanjutan.


Suasana meriah bersama Line Dance Malang Raya 


Ke depan, Senandung Rindu Malang Raya menargetkan diri sebagai wadah integratif yang mampu mengonsolidasikan berbagai elemen masyarakat di wilayah Kota Batu, Kota Malang, hingga Kabupaten Malang.


Dengan pendekatan profesional dan berbasis kualitas, komunitas ini diharapkan dapat menjadi katalisator dalam pelestarian musik nostalgia di Jawa Timur.


Melalui pendekatan yang adaptif dan berbasis partisipasi, Gebyar Senandung Rindu 2026 tidak hanya menjadi panggung hiburan, tetapi juga representasi dinamika sosial-budaya yang terus berkembang di tengah masyarakat.


Kontributor : Agus 

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

Aceh AFK Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Barat Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Poktekad Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts