Momentum Filantropi dan Penguatan Ekosistem Inklusif di Kota Batu, Rumah Inklusi Gelar Buka Bersama dan Berbagi Takjil
![]() |
| Suasana bagi takjil Rumah Inklusi Kota Batu dan Bukber di Berkah Rangkul Cafe & Resto |
Kota Batu, 14 Maret 2026 – Menjelang penghujung bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat berbagi dan solidaritas sosial terasa kental di Kota Batu. Rumah Inklusi Kota Batu, sebuah organisasi yang bergerak dalam pemberdayaan penyandang disabilitas, menggelar acara Buka Bersama dan Berbagi Takjil pada Sabtu sore. Kegiatan yang mengusung tema kebersamaan ini berlangsung di Berkah Rangkul Cafe dan Resto, yang berlokasi di kawasan wisata Jl. Bukit Berbunga Sidomulyo, Kecamatan Bumiaji. Acara ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga representasi nyata dari implementasi filantropi dan penguatan modal sosial dalam masyarakat inklusif.
Kegiatan yang dimulai sejak sore hari tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan strategis di Kota Batu. Hadir antara lain perwakilan dari Dinas Pariwisata (Disparta) Kota Batu, Dinas Sosial, Camat Bumiaji, jajaran pengurus dan anggota Rumah Inklusi, serta para undangan dari berbagai elemen masyarakat. Kehadiran lintas sektoral ini menunjukkan adanya sinergi kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan komunitas dalam membangun ekosistem yang aksesibel dan ramah terhadap penyandang disabilitas.
![]() |
| Ketua Rumah Inklusi Kota Batu, Ariyati, SPd |
Dalam sambutannya, Ketua Rumah Inklusi Kota Batu, Ariyati, S.Pd., menyampaikan refleksi mendalam mengenai esensi dari kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa momen ini merupakan sebuah paradoks yang memberdayakan.
"Kegiatan perdana di bulan suci ini kami harap menjadi lebih bermakna. Selama ini, kita yang hadir di sini mungkin lebih sering diposisikan sebagai objek penerima bantuan atau simpati. Namun hari ini, kami ingin membalik perspektif tersebut. Kami ingin menunjukkan bahwa teman-teman disabilitas juga memiliki kapasitas dan kemauan untuk menjadi subjek, untuk berperan aktif dalam aksi sosial. Ini adalah manifestasi dari kemandirian dan kesetaraan, bahwa kita semua memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama," ujar Hariyati dengan penuh semangat.
Pernyataan Ketua Rumah Inklusi ini mendapatkan apresiasi tinggi dari Camat Bumiaji, Thomas Maydo. Dalam kesempatan yang sama, Thomas Maydo menyoroti nilai strategis dari kegiatan ini dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkeadilan.
![]() |
| Camat Bumiaji, Thomas Maydo saat berikan sambutan |
"Saya sangat mengapresiasi inisiatif mulia ini. Selain menjadi agenda tahunan yang dinanti, kegiatan ini secara fundamental menanamkan nilai-nilai altruisme dan empati yang merupakan fondasi dari masyarakat madani. Lebih dari itu, keberadaan Rumah Inklusi harus kita optimalkan sebagai wadah institusional yang tidak hanya menjadi ruang sosial, tetapi juga sebagai inkubator bagi komunitas dan kelompok berkebutuhan khusus di Kota Batu. Kami berharap Rumah Inklusi dapat menjadi episentrum pengembangan potensi, advokasi kebijakan, dan pemberdayaan ekonomi bagi anggotanya, sehingga mereka dapat berpartisipasi secara penuh dan setara dalam pembangunan daerah," tegas Thomas Maydo.
![]() |
| Momen suasana berbuka bersama |
Suasana kebersamaan semakin terasa saat acara berlangsung di Berkah Rangkul Cafe dan Resto. Afet, selaku penanggung jawab manajemen (JM) Berkah Rangkul, menuturkan bahwa pihaknya merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah bagi kegiatan yang sarat makna ini. Ia berkomitmen untuk terus mendukung ruang-ruang publik yang inklusif di masa mendatang. Ke depan, diharapkan semakin banyak kolaborasi serupa yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup penyandang disabilitas.
Momen yang paling menginspirasi dalam acara tersebut adalah kehadiran Andrea Gaetano LA MARTINA, seorang penyandang disabilitas sensorik (tunarungu) asal Perancis yang telah lama menetap di Desa Mojorejo. Pria yang berprofesi sebagai pelaku usaha ekspor-impor ini menjadi bukti empiris bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi halangan untuk berkarya dan berkontribusi dalam skala global.Dengan menggunakan bahasa isyarat juga aplikasi yang diterjemahkan oleh pendamping, Andrea menyampaikan pesan yang menggugah.
![]() |
| Andrea Gaetano LA MARTINA dalam berbagi |
"Saya ingin berbagi pengalaman bahwa diagnosis atau kondisi disabilitas bukanlah determinan dari kesuksesan seseorang. Ketekunan, adaptasi, dan inovasi adalah kunci. Saya masih bisa menjalankan bisnis lintas negara, berkomunikasi dengan mitra di berbagai belahan dunia, dan produktif secara ekonomi. Pesan saya kepada seluruh anggota Rumah Inklusi, jangan pernah biarkan keterbatasan fisik mereduksi potensi diri. Gunakan akal dan kreativitas untuk terus berkarya. Kita semua adalah agen perubahan."
Kehadiran Andrea memberikan perspektif global dan menegaskan bahwa isu inklusi adalah isu universal. Kisahnya menjadi studi kasus nyata tentang resiliensi dan optimisme, sekaligus menjadi katalisator bagi para anggota Rumah Inklusi untuk terus bermimpi dan berkarya.
![]() |
| Suasana buka bersama |
Kegiatan sore itu ditutup dengan doa bersama dan momen berbagi takjil kepada masyarakat sekitar yang melintas, sebagai simbol bahwa kebahagiaan akan terasa lengkap ketika dapat dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, tanpa terkecuali. Semangat inklusi di Kota Batu diharapkan terus terlembaga dan menjadi identitas kota yang humanis dan berkeadaban.
Kontributor: Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I







