Kementerian P2MI dan Kementrans Jalin Sinergi, Siapkan Warga Transmigrasi Magang ke Jepang
![]() |
| Momen persiapan program pengiriman tenaga kerja muda |
Jakarta, 16 Maret 2026 – Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) memberikan dukungan penuh terhadap program pengiriman tenaga kerja muda dari kawasan transmigrasi ke Jepang. Program bertajuk Pelatihan dan Magang ke Jepang ini diinisiasi oleh Kementerian Transmigrasi (Kementrans) sebagai langkah strategis meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di wilayah transmigrasi.
Dukungan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, saat menerima kunjungan Wakil Menteri Transmigrasi, Viva Yoga Mauladi, di Kantor Kementerian Transmigrasi, Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (16/3/2026).
Christina menegaskan bahwa perlindungan WNI yang bekerja di luar negeri menjadi prioritas utama. "Kami menyambut baik inisiatif ini. Namun, penting untuk memastikan setiap warga yang bekerja di luar negeri memenuhi persyaratan yang berlaku, sehingga keberadaan mereka di luar negeri aman, legal, dan terlindungi secara optimal," ujarnya.
Viva Yoga Mauladi menjelaskan bahwa program ini tidak hanya bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pasar kerja di Jepang, tetapi juga sebagai sarana alih teknologi dan pengetahuan bagi warga transmigrasi. Menurutnya, program ini merupakan momentum untuk membuka peluang kerja sama internasional demi kemajuan kawasan transmigrasi di masa depan.
"Setelah menyelesaikan masa magang di Jepang, para peserta diwajibkan kembali ke kawasan transmigrasi asalnya untuk mengembangkan potensi ekonomi lokal. Mereka diharapkan menjadi pionir pembangunan yang membawa dampak perubahan positif di lingkungannya," jelas mantan anggota Komisi IV DPR RI tersebut.
Pemerintah menargetkan pengiriman 40 tenaga kerja muda dari kawasan transmigrasi ke Jepang. Bidang pekerjaan yang tersedia meliputi pertanian, perikanan, kelautan, konstruksi, hingga perawatan lansia (perawat) – sektor-sektor yang relevan dengan potensi utama kawasan transmigrasi.
![]() |
| Momen viva yoga bersama rombongan |
"Kami ingin mereka tidak hanya pulang dengan keterampilan teknis yang lebih baik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, etos kerja tinggi, dan jaringan kemitraan internasional. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan keluarga serta masyarakat di lingkungan transmigrasi," tambah Viva Yoga.
Bagi warga transmigrasi yang berminat, terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi. Untuk pelamar laki-laki, usia minimal 18 tahun dan maksimal 26 tahun dengan pendidikan minimal SMK Teknis atau SMA sederajat. Sementara untuk pelamar perempuan, terbuka bagi lulusan perawat, SMA, SMK, atau sederajat.
Para peserta yang terpilih akan menjalani masa magang di Jepang selama tiga tahun, dengan kemungkinan perpanjangan hingga lima tahun. Proses seleksi akan dilakukan secara bertahap.
"Masyarakat yang tertarik dapat segera menghubungi dinas yang membidangi urusan transmigrasi di kabupaten masing-masing untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan proses pendaftaran," tutup Viva Yoga.
Kontributor : Ardi
Editor : Tim EDUKASI-RI


