MI Miftahul Ulum Batu Tebar Manfaat Lewat Bakti Sosial di Puncak Pondok Ramadhan
![]() |
| Momen bagi baksos |
KOTA BATU – Memasuki pekan ketiga bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, semangat berbagi dan kepedulian sosial kembali terpatri dalam sanubari insan akademik MI Miftahul Ulum Batu. Pada Sabtu pagi yang cerah, 14 Maret 2026, madrasah ibtidaiyah yang berlokasi di kawasan Kota Batu ini menggelar kegiatan Bakti Sosial (Baksos) sebagai agenda puncak dari rangkaian aktivitas Pondok Ramadhan. Dengan mengusung misi solidaritas horizontal, sekolah menyalurkan bantuan berupa 50 paket sembako kepada warga yang bermukim di lingkungan sekitar institusi pendidikan.
Kegiatan yang berlangsung khidmat ini merupakan implementasi nyata dari kurikulum berbasis karakter yang selama ini diusung oleh MI Miftahul Ulum. Para siswa, dewan guru, dan staf terlibat aktif dalam proses distribusi, menjadikan momen ini sebagai laboratorium sosial untuk menanamkan nilai-nilai filantropi dan kepekaan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat. Hal ini sejalan dengan teori pembelajaran experiential learning, di mana siswa tidak hanya menerima materi secara kognitif di dalam kelas, tetapi juga mengaplikasikannya dalam aksi nyata yang berdampak langsung pada komunitas.
Adapun rincian komoditas dalam setiap paket sembako yang dibagikan telah dikurasi secara saksama untuk memenuhi kebutuhan dasar penerima manfaat. Satu paket sembako tersebut berisi: 1 kilogram gula pasir sebagai sumber energi cepat, 1 paket telur sebagai sumber protein hewani yang esensial, 1 liter minyak goreng sebagai sumber lemak nabati, 4 bungkus mi instan sebagai bahan pangan siap olah, 1 kotak teh celup yang kaya akan antioksidan, 3 bungkus biskuit, serta 1 wafer sebagai pelengkap asupan karbohidrat. Komposisi ini dirancang untuk memberikan kontribusi terhadap ketahanan pangan rumah tangga dalam skala mikro, terutama bagi warga yang terdampak fluktuasi harga kebutuhan pokok.
![]() |
| Saat kepala sekolah dalam sampaikan sambutan |
Saat ditemui diruang kerjanya,Kepala Sekolah MI Miftahul Ulum, Marsi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh elemen sekolah yang telah berpartisipasi. Beliau menekankan bahwa aksi ini bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan sebuah instrumen untuk membangun ekosistem pendidikan yang humanis dan inklusif.
"Kegiatan ini adalah manifestasi dari nilai-nilai Pancasila dan ajaran Islam yang rahmatan lil 'alamin. Melalui aksi berbagi ini, kami ingin mengedukasi peserta didik bahwa capaian akademik harus berbanding lurus dengan kepekaan sosial. Ini adalah proses internalisasi nilai di mana siswa belajar untuk melakukan distribusi sumber daya secara sukarela, sebuah elemen fundamental dalam membangun modal sosial (social capital) di masyarakat," ujar Marsi kepada EDUKASI-RI.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemilihan penerima manfaat dilakukan melalui asesmen partisipatif oleh para guru untuk memastikan akurasi data dan tepat sasaran. Hal ini menunjukkan pendekatan metodologis yang digunakan sekolah dalam menjalankan program pengabdian masyarakat, mencerminkan tata kelola yang transparan dan akuntabel.
![]() |
| Momen suasana bagi takjil anak didik dengan warga sekitar |
Kegiatan tersebut pada hakikatnya bertujuan untuk menciptakan sinergi antara institusi pendidikan dan komunitas sekitar. Secara sosiologis, program ini berfungsi sebagai perekat sosial (social glue) yang memperkuat kohesi dan harmoni antara warga sekolah dengan masyarakat. Dari perspektif psikologis, keterlibatan siswa dalam kegiatan filantropi ini terbukti mampu meningkatkan rasa empati dan kecerdasan interpersonal mereka. Hal ini merupakan bagian dari pembentukan kecerdasan majemuk (multiple intelligences) yang tidak diajarkan secara tekstual di buku pelajaran.
Ke depan, diharapkan program semacam ini dapat terus ditingkatkan, tidak hanya dari segi kuantitas bantuan, tetapi juga dari aspek keberlanjutan dan inovasi program. Marsi menambahkan bahwa sekolah sedang mengkaji kemungkinan untuk mengintegrasikan kegiatan sosial ini dengan program kewirausahaan sosial.
"Kedepannya kami berharap program ini bisa berevolusi. Tidak hanya bersifat karitatif sesaat, tetapi menjadi gerakan produktif yang memberdayakan. Kami sedang merancang skema kolaborasi dengan orang tua murid dan pelaku UMKM lokal agar paket semboka tidak hanya berisi bahan pokok, tetapi juga produk-produk inovatif hasil karya siswa. Dengan begitu, nilai tambah ekonomi dan edukasi bisa dirasakan secara simultan," pungkasnya.
Kegiatan Bakti Sosial MI Miftahul Ulum ini menjadi bukti nyata bahwa institusi pendidikan dasar mampu menjadi agen perubahan sosial yang efektif. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, momen Ramadhan tidak hanya diisi dengan peningkatan spiritualitas vertikal, tetapi juga penguatan solidaritas horizontal yang kokoh dan berkelanjutan. Semangat berbagi ini pun diharapkan dapat menginspirasi institusi lain untuk melakukan aksi serupa, menciptakan efek multiplier bagi kesejahteraan masyarakat Kota Batu secara holistik.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I



