Jumat, 13 Maret 2026

MI Miftahul Ulum Batu Internalisasikan Karakter Religius Melalui Pondok Ramadhan 1447 H, Sinergi Iman, Akhlak, dan Kepedulian Sosial

Gambar 1


Suasana tadarus jelang buka bersama dalam pondok ramadhan 1447 H


Batu, 13 Maret 2026 .Menyambut dekade terakhir bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, MI Miftahul Ulum Batu menggelar kegiatan Pondok Ramadhan dengan mengusung tema strategis, "Ramadhan sebagai Momentum Penguatan Iman, Akhlak, dan Kepedulian Sosial". Bertempat di lingkungan madrasah pada Jum'at sore, kegiatan ini menjadi puncak dari serangkaian program edukatif keagamaan yang telah dirancang secara sistematis untuk membentuk fondasi spiritual dan sosial peserta didik.


Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh seluruh elemen madrasah, meliputi dewan guru, Kepala Sekolah, peserta didik dari kelas 1 hingga kelas 6, serta sejumlah undangan. Dalam laporannya, Nur Kholiq Tri Andi selaku Kepala Bidang Kesiswaan MI Miftahul Ulum menjelaskan bahwa Pondok Ramadhan merupakan agenda tahunan yang telah terintegrasi dalam kurikulum madrasah. 

Momen Kepala bidang Kesiswaan 

Pada tahun ini, pihak sekolah secara aplikatif mengimplementasikan skema Tipe B (Full Day) sebagaimana direkomendasikan dalam panduan dan surat edaran resmi Kementerian Agama, guna memaksimalkan efektivitas pembelajaran selama bulan Ramadhan.

Implementasi kegiatan dibagi ke dalam beberapa fase untuk memastikan adanya pemahaman keagamaan yang komprehensif (menyeluruh) di kalangan siswa. 


Pada fase awal (23–26 Februari), madrasah memfokuskan diri pada pendalaman materi fundamental keislaman. Siswa diberikan materi esensial terkait fiqih ibadah, meliputi tata cara puasa yang sah, konsep thaharah (bersuci) sebagai prasyarat sahnya ibadah, hingga parameter zakat dan keutamaan silaturahmi. Sebagai instrumen evaluasi diri, madrasah mendistribusikan buku panduan Ramadhan untuk memonitor konsistensi ibadah harian siswa, seperti tadarus Al-Qur'an, pelaksanaan salat tarawih, hingga rekam jejak silaturahmi mereka.

Momen berbagi takjil

Memasuki fase puncak (11–13 Maret), madrasah mengadakan kegiatan buka bersama (iftar jama'i) yang dikhususkan secara bergilir bagi siswa kelas atas (4, 5, dan 6). Sesi ini dimulai sejak sore hari (15.30) hingga malam (20.00), dikemas secara integratif dengan tadarus bersama, salat Maghrib dan Isya berjamaah, serta diakhiri dengan salat tarawih. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman immersif (penghayatan mendalam) kepada siswa mengenai atmosfer spiritual Ramadhan dalam bingkai komunitas.


Menariknya, Pondok Ramadhan di MI Miftahul Ulum tidak hanya berorientasi pada pengayaan kognitif keagamaan, tetapi juga pada pengembangan afektif dan psikomotorik melalui aksi sosial. Terdapat dua program unggulan yang merefleksikan nilai filantropi Islam. Pertama, aksi pembagian takjil yang berlangsung selama tiga hari berturut-turut. Sebanyak 900 paket takjil (300 paket per hari) yang dikumpulkan secara swadaya oleh para siswa didistribusikan kepada masyarakat sekitar. Aksi ini menjadi medium edukasi empiris bagi siswa tentang pentingnya berbagi.


Kedua, program Bumbung Ramadhan dan Bakti Sosial. Selama tiga minggu, para siswa diajak berpartisipasi menyisihkan uang saku secara sukarela. Dana yang terhimpun kemudian direalisasikan dalam bentuk 60 paket sembako dan santunan. Bantuan ini dijadwalkan akan diserahkan kepada warga kurang mampu di lingkungan madrasah pada Sabtu terakhir sebelum libur sekolah.


Hsaim pada momen berbagi takjil 

Menarik untuk dicermati bahwa inisiatif Pondok Ramadhan di MI Miftahul Ulum telah berlangsung jauh sebelum adanya regulasi formal. Sejak tahun 2004, madrasah ini telah secara mandiri dan konsisten menjalankan program serupa. Hal ini menunjukkan adanya kesadaran institusional yang kuat akan pentingnya pendidikan karakter sejak dini.


Hasim, guru olahraga MI Miftahul Ulum, mengutarakan harapannya bahwa kegiatan berbagi takjil dapat menjadi stimulus efektif untuk menumbuhkan empati dan altruisme (sikap peduli pada kesejahteraan orang lain) pada diri siswa sejak usia dini. Secara makro, tujuan utama seluruh rangkaian kegiatan ini adalah untuk menginternalisasikan nilai-nilai agama secara aplikatif, membentuk karakter habituatif (pembiasaan) dalam beribadah, serta mengkristalisasi rasa kepedulian sosial, iman, dan takwa dalam diri generasi penerus. Dengan pendekatan holistik ini, MI Miftahul Ulum Batu berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga unggul dalam moralitas dan kontribusi sosial.


Kontributor: Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts