Revitalisasi Kampung Warna-Warni di Tulungrejo, Genjot Ekonomi Lokal
KOTA BATU – Sebuah inisiatif transformasi spasial berbasis partisipasi komunitas tengah berlangsung di RT 6 dan 7, Kampung Sumbersari, Dusun Junggo, Desa Tulungrejo. Kawasan ini bertransformasi dari lingkungan pemukiman konvensional menjadi destinasi wisata berdaya saing melalui pendekatan placemaking yang terintegrasi.
Program revitalisasi lingkungan ini merupakan wujud sinergi tripartit antara warga setempat, civitas akademika Universitas Terbuka (UT) Malang, serta pengelola wahana wisata Mikutopia. Dengan mengusung konsep community-based tourism, perubahan tidak hanya berfokus pada aspek fisik, tetapi juga penguatan ekosistem ekonomi kreatif.
![]() |
| Momen UT Malang bersama warga setempat |
Pada Sabtu (6/6/2026), fase krusial program ditandai dengan kegiatan pengecatan massal rumah-rumah warga menggunakan spektrum warna cerah merah, kuning, hijau, hingga magenta. Langkah ini selaras dengan upaya menciptakan harmoni visual dengan kawasan Mikutopia yang berada tepat di seberang permukiman.
Koordinator lapangan dari UT Malang, Mahendra, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi proyek akademik yang telah berjalan sejak Mei 2026. "Intervensi kami meliputi pembuatan logo sebagai identitas visual, pemasangan umbul-umbul, penyusunan peta navigasi dan wayfinding, produksi materi promosi cetak, hingga pengecatan eksterior rumah. Tujuannya membangun kohesi estetika untuk memperkuat branding destinasi," ujarnya.
![]() |
| Kenakan kemeja hitam,Koordinator lapangan dari UT Malang, Mahendra |
Ia menambahkan, prioritas awal diberikan kepada lima rumah dengan visibilitas tinggi dari jalur utama wisata. Strategi ini dinilai fundamental untuk membentuk first impression yang atraktif sekaligus membangun identitas kawasan secara bertahap.
Dari sisi korporasi, manajemen Mikutopia turut memberikan dukungan substantif. Awalnya warga mengusulkan penggunaan cat sisa proyek, namun pihak pengelola memutuskan menyediakan material baru untuk menjamin kualitas dan durabilitas pigmen. Perwakilan Mikutopia, Bryan, menyebutkan bantuan berupa 10 galon dan dua ember cat berkapasitas 25 liter diserahkan secara penuh.
![]() |
| Suasana kebersamaan TNI dan UT Malang saat proses pengecatan |
"Kami mengedepankan hasil yang optimal dan berkelanjutan. Untuk desain serta pola pewarnaan, kami memberi ruang ekspresi penuh kepada warga agar karakter lokal tetap menjadi fondasi identitas kawasan," jelas Bryan.
Sementara itu, perwakilan warga RT 6 dan 7, Parno, mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang dinamis. Hingga saat ini, 15 unit rumah di sepanjang koridor utama dalam fase menyelesaikan proses pengecatan, menjadi cikal bakal lanskap baru Kampung Sumbersari. Dengan total populasi sekitar 84 kepala keluarga, pengembangan direncanakan berlangsung secara bertahap untuk mencapai equitable distribution manfaat.
![]() |
| Kenakan kemeja biru Parno bersama TNI dan UT Malang |
Parno juga menyoroti potensi multiplier effect dari penataan lingkungan yang terintegrasi dengan promosi produk UMKM lokal. "Harapan kami, kampung ini menjadi destinasi alternatif di Kota Batu. Peningkatan kunjungan wisatawan diyakini akan mengakselerasi pertumbuhan usaha mikro dan pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan kolektif," tuturnya.
Revitalisasi Kampung Sumbersari mendemonstrasikan bahwa kolaborasi berbasis pemberdayaan komunitas mampu menjadi model pembangunan berkelanjutan di tingkat desa. Selain memperkuat diferensiasi visual destinasi, pendekatan ini membuka peluang penciptaan ekosistem ekonomi kreatif yang adaptif, produktif, serta responsif terhadap dinamika sektor pariwisata modern.
Kontributor : Agus
Editor: EDUKASI-RI




