Prabowo Tegaskan Komitmen Kejar Oligarki dan Reformasi Polri
Jakarta. Selasa 3 Februari 2026. Diketahui, Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan maraton selama 4,5 jam dengan sejumlah tokoh nasional di Kertanegara, Jakarta, pada Kamis (30/1). Pertemuan yang dihadiri sejumlah figur kritis ini membahas berbagai isu strategis, mulai dari penegakan hukum, reformasi Polri, hingga penyelamatan sumber daya alam.
Mantan Ketua KPK Abraham Samad, yang hadir dalam pertemuan itu, mengungkapkan sejumlah poin krusial yang dibahas. Salah satu pernyataan keras Prabowo adalah komitmennya untuk menindak tegas praktik perampokan sumber daya alam oleh oligarki.
"Saya akan kejar oligarki yang merampok negara sampai kapan pun! Mau 9 naga sekalipun, saya kejar!" kata Prabowo, seperti disampaikan kembali oleh Abraham Samad.
Poin-Poin Kunci Hasil Pertemuan
Baca juga: https://www.edukasi-ri.com/2026/01/ancaman-shutdown-pemerintah-as-terkait.html
Selain komitmen memberantas oligarki, beberapa isu utama yang mengemuka adalah:
1. Reformasi Total Polri: Seluruh tokoh yang hadir, termasuk Abraham Samad dan Peneliti Senior BRIN Siti Zuhro, dilaporkan sepakat bahwa reformasi institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) adalah hal mendesak dan harus dilakukan secara menyeluruh.
2. Evaluasi dan Penguatan KPK: Abraham Samad secara terbuka mengkritik pelemahan KPK pasca-revisi UU No. 19 tahun 2019. Ia mendesak agar independensi lembaga antirasuah itu dipulihkan dan tidak berada di bawah kendali eksekutif.
3. Posisi Indonesia di Board of Peace: Menanggapi isu keikutsertaan Indonesia dalam "Board of Peace" yang digagas mantan Presiden AS Donald Trump, Prabowo menegaskan bahwa hal itu bukan harga mati. Indonesia siap menarik diri jika keanggotaan dinilai merugikan kepentingan rakyat Palestina di Gaza.
4. Penyelamatan SDA: Fokus pemerintah ke depan adalah menghentikan kebocoran pendapatan negara dari sektor sumber daya alam dan memastikan manfaatnya kembali kepada rakyat.
Tokoh-Tokoh yang Hadir
Pertemuan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh dari berbagai latar belakang, di antaranya:
· Abraham Samad (Mantan Ketua KPK)
· Siti Zuhro (Peneliti Senior BRIN, membahas kepemiluan)
· Susno Duadji (Mantan Kabareskrim Polri, membahas penegakan hukum)
· Said Didu (Mantan Sekretaris Kementerian BUMN)
· Refly Harun (Pakar Hukum Tata Negara)
Tantangan Implementasi
Baca juga : https://www.edukasi-ri.com/2026/01/23-personel-marinir-tewas-dan-hilang.html
Komitmen yang disampaikan Presiden Prabowo menuai perhatian sekaligus tantangan. Publik kini menanti langkah konkret dan kebijakan operasional untuk mewujudkan janji reformasi penegakan hukum dan pemberantasan oligarki tersebut. Desakan untuk merevisi UU KPK dan reformasi Polri diprediksi akan menjadi ujian awal bagi pemerintahan ini.
Pertemuan 4,5 jam di Kertanegara ini diharapkan bukan sekadar dialog simbolis, melainkan awal dari agenda perubahan yang lebih substantif dalam tata kelola pemerintahan dan penegakan hukum di Indonesia.
Kontributor : Pon
Editor : Tim EDUKASI-R I

