Sabtu, 07 Februari 2026

Penyandang Disabilitas Batu Serahkan Karya Grafist pada Haul Gusdur, Wali Kota Apresiasi Inklusivitas

Gambar 1
Gambar 1

 


KOTA BATU – Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti Gedung Graha Pancasila Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Sabtu (7/2/2026) siang. Pada puncak acara Haul ke-16 Gusdur, perhatian seluruh undangan tertuju pada momen penyerahan sebuah karya grafis khusus. Karya tersebut diserahkan secara langsung oleh Dwi Nur Alif Setyawan, seorang penyandang kebutuhan khusus yang kini dalam proses perencanaan pembuatan film, kepada Wali Kota Batu, Nurochman, SH.MH.


Momen tersebut menjadi simbol nyata dari semangat inklusivitas dan penghargaan terhadap kemampuan setiap individu, yang selaras dengan nilai-nilai pluralisme yang diperjuangkan almarhum Gusdur. Acara haul yang mengusung tema persatuan ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk perwakilan TNI, Polri, seluruh jajaran PCNU Kota Batu, penggiat budaya, Gusdurian, Perwakilan Depag Kota Batu, penghayat, budayawan, ormas disabilitas, serta undangan lainnya.

Baca juga : https://www.edukasi-ri.com/2026/01/raih-sertifikat-film-dwi-nur-alif.html

Dalam sambutannya, Wali Kota Batu, Nurochman, SH.MH, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas karya dan keberanian Dwi Nur Alif. “Ini adalah momen yang sangat mengharukan dan menginspirasi. Karya ini bukan sekadar gambar, tetapi representasi dari semangat yang tak terbatas. Ia mengajarkan kita bahwa setiap anak bangsa, dalam kondisi apapun, memiliki potensi dan kontribusi yang berarti bagi masyarakat,” tutur Nurochman.


Momen Wali Kota Batu bersama Dwi Nur Alif Setyawan

Lebih lanjut, Wali Kota menyampaikan komitmennya untuk membangun Kota Batu yang lebih inklusif. “Kedepannya, kami berharap dan akan memperkuat kebijakan serta program yang memastikan ruang partisipasi bagi semua kelompok, termasuk saudara-saudara kita penyandang disabilitas. Mereka adalah bagian tak terpisahkan dari pembangunan kota yang kita cintai ini. Inklusivitas adalah warisan nilai luhur bangsa yang harus kita praktikkan,” tegasnya.


Yuswo Eko Widodo, selaku Ketua Pelaksana Haul ke-16 Gusdur, menjelaskan bahwa inklusi penyandang disabilitas dalam acara ini adalah sebuah kesadaran yang disengaja. “Haul Gusdur adalah tentang merayakan kemanusiaan, keberagaman, dan keadilan bagi yang seringkali tersisih. Kehadiran dan partisipasi Mas Alif hari ini adalah esensi dari perjuangan Gusdur,” ujar Yuswo.




Yuswo Eko Widodo, selaku Ketua Pelaksana Haul ke-16 Gusdur

“Kami berharap, momentum ini dapat menjadi pemantik bagi seluruh lapisan masyarakat untuk lebih membuka mata, telinga, dan hati. Bahwa membangun persatuan dimulai dari mengakui dan memberi ruang pada setiap suara, termasuk mereka yang selama ini mungkin kurang terdengar,” tambahnya penuh semangat.


Di balik momen penyerahan karya yang berlangsung singkat itu, tersimpan cerita panjang perjuangan dan dukungan keluarga. Kusrianto dan Sugiati, orang tua dari Dwi Nur Alif Setyawan, tampak tak mampu menyembunyikan rasa haru mereka. “Kami tidak menyangka sama sekali. Ini adalah kehormatan yang sangat besar bagi kami sekeluarga, terutama bagi Alif. Dia sangat antusias menyiapkan karyanya selama berminggu-minggu,” ungkap Kusrianto dengan suara bergetar.

Dwin Nur Alif Setyawan saat serahkan karya kepada Wali Kota Batu


Sugiati, sang ibu, menambahkan bahwa dukungan lingkungan sangat penting. “Sebagai orang tua, kami hanya berusaha memberikan yang terbaik dan mendukung bakatnya. Tapi tanpa dukungan dari komunitas, sekolah, dan sekarang dari pemerintah kota seperti ini, perjalanan akan terasa lebih berat. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Ini memberi kami harapan baru untuk masa depan Alif,” tuturnya sambil memeluk putranya.


Sugiarti

Karya grafis yang diserahkan Dwi Nur Alif reportedly menggambarkan semangat persatuan dalam keberagaman, dengan visual yang sarat makna dan warna-warna ceria. Karya tersebut rencananya akan ditempatkan di ruang publik Balai Kota Among Tani sebagai pengingat akan komitmen inklusi.


Gelaran Haul Gusdur ke-16 di Kota Batu tahun ini tidak hanya menjadi ruang refleksi pemikiran dan spiritual, tetapi juga transformasi nilai-nilai Gusdur menjadi aksi nyata yang melibatkan semua pihak. Keikutsertaan ormas disabilitas dan momen spesial penyerahan karya ini menandai sebuah babak baru dimana isu disabilitas tidak lagi ditempatkan sebagai bagian marginal, tetapi sebagai pusat dari narasi kemanusiaan dan pembangunan kota.

Baca juga : https://www.edukasi-ri.com/2026/01/kota-batu-kibarkan-bendera-nu-1000-m.html

Acara yang berlangsung khidmat dan penuh kekeluargaan tersebut ditutup dengan doa bersama dan santapan hidangan khas Nahdlatul Ulama, mempererat tali silaturahmi antar semua elemen masyarakat yang hadir. Momen Haul Gusdur kali ini di Kota Batu akan dikenang bukan hanya sebagai ritual tahunan, tetapi sebagai pernyataan politik yang tegas bahwa dalam keberagaman dan inklusivitas, terdapat kekuatan sejati untuk membangun Indonesia yang lebih manusiawi.


Kontributor: AGS

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts