Sabtu, 07 Februari 2026

Prajurit Marinir Gugur Longsor Cisarua Dimakamkan dengan Penghormatan Militer

Gambar 1
Gambar 1



PESAWARAN – Saptu 7 Februari 2026 . Diketahui duka yang mendalam menyelimuti keluarga dan warga Desa Batanghari Ogan, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Lampung, Jumat (6/2/2026). Jenazah Praka Anumerta Muhammad Dirwa Alfalah bin Ciptoyo, prajurit Korps Marinir TNI AL yang gugur dalam insiden longsor di Cisarua, Bandung Barat, akhirnya tiba di kampung halaman untuk dimakamkan. Kedatangan sang prajurit yang gugur dalam tugas negara itu disambut tangis haru keluarga dan lantunan kalimat tauhid dari para pentakziah.


Jenazah almarhum yang diterbangkan dari Jakarta tiba diiringi iringan kendaraan militer dari kesatuannya, Batalyon Infanteri 9 Marinir/Yonif 9 “Beruang Hitam”. Suasana hening langsung pecah menjadi isak tangis tak terbendung saat peti jenazah diturunkan dari kendaraan. Prosesi penyerahan jenazah dari kesatuan kepada keluarga pun berlangsung khidmat di kediaman duka.

Baca juga : https://www.edukasi-ri.com/2026/01/23-prajurit-marinir-tni-al-gugur-terima.html

“Jenazah kami serahkan kepada keluarga untuk diterima, dishalatkan, dan dimohonkan doa restu,” ucap perwira pendamping dari Yonif 9 Marinir dalam prosesi singkat yang penuh hormat. Sebelumnya, jenazah telah dishalatkan terlebih dahulu di Jakarta. Di rumah duka, shalat jenazah kembali dilaksanakan bersama keluarga, tetangga, dan rekan-rekan marinir yang turut mendampingi.


Muhammad Dirwa Alfalah gugur dalam sebuah insiden longsor yang terjadi di daerah latihan Cisarua, Bandung Barat, Rabu (4/2/2026). Saat itu, ia dan sejumlah rekannya dari Yonif 9 Marinir sedang menjalani latihan persiapan tugas operasi di Papua. Insiden tersebut menewaskan beberapa personel dan hingga kini masih dalam proses penyelidikan mendalam oleh TNI AL.



Setelah prosesi shalat jenazah dan penghormatan terakhir dari keluarga, jenazah almarhum diserahkan kembali kepada kesatuan untuk prosesi pemakaman militer. Upacara pemakaman digelar di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Dusun Raja Bungsu, Desa Batanghari Ogan, pada Jumat siang.


Pemakaman dengan upacara militer lengkap ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi dari institusi TNI AL, khususnya Korps Marinir, atas pengabdian dan pengorbanan Praka Anumerta Muhammad Dirwa Alfalah. Upacara dipimpin langsung oleh perwira dari Yonif 9 “Beruang Hitam”. Prosesi dimulai dengan tembak kehormatan yang menggetarkan udara, dilanjutkan dengan penyerahan bendera Merah Putih yang telah dilipat kepada keluarga almarhum sebagai simbol tugas telah usai dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.


Insiden longsor di Cisarua ini kembali menyoroti risiko tinggi yang dihadapi prajurit TNI dalam setiap kegiatan latihan, terlebih yang dirancang untuk mengasah kemampuan tempur di medan berat seperti Papua. Latihan di daerah perbukitan dengan kontur terjal dan cuaca yang tidak menentu memerlukan kewaspadaan ekstra. Korps Marinir TNI AL sendiri dikenal dengan latihan-latihan yang berat dan realistis untuk mempersiapkan prajuritnya menghadapi tantangan operasi sesungguhnya.

Baca juga : https://www.edukasi-ri.com/2026/01/23-personel-marinir-tewas-dan-hilang.html

Keluarga besar Korps Marinir dan TNI AL berduka atas gugurnya prajurit-prajurit terbaiknya. Komandan Korps Marinir (Dankormar) dalam pernyataan tertulisnya sebelumnya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga almarhum. “Pengorbanan dan dedikasi saudara kita yang gugur akan selalu dikenang. TNI AL akan memberikan perhatian dan bantuan yang maksimal kepada keluarga yang ditinggalkan,” bunyi pernyataan tersebut.


Pemakaman yang dihadiri oleh perwakilan pimpinan daerah Pesawaran, tokoh masyarakat, dan warga yang memadati area TPU ini pun berlangsung dengan tertib dan khidmat. Praka Anumerta Muhammad Dirwa Alfalah bin Ciptoyo akhirnya beristirahat dengan tenang di tanah kelahirannya, setelah menjalani pengabdian terakhirnya bagi bangsa dan negara. Namanya kini tercatat dalam daftar panjang prajurit Marinir yang gugur dalam tugas, meninggalkan cerita tentang keberanian, kesetiaan, dan pengorbanan tanpa pamrih.

Kontributor: Suherman M

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts