Sabtu, 31 Januari 2026

Kota Batu Kibarkan Bendera NU 1.000 m² dan Tanam 1.000 Pohon Dalam Satu Abad NU

Gambar 1
Gambar 1



KOTA BATU, 1 Februari 2026 – Ribuan umat Nahdlatul Ulama (NU) di Kota Batu memperingati Harlah Satu Abad organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan cara yang spektakuler dan penuh khidmat. Pagi ini, lereng Gunung Panderman menjadi saksi pengibaran bendera NU raksasa sepanjang 1.000 meter, memanjang dari area Masjid Nurul Hidayah, Desa Pesanggrahan. Kegiatan bertajuk “Kenduri NU” ini digelar oleh Pengurus Cabang (PC) NU Kota Batu, dihadiri oleh seluruh komponen masyarakat dan pemerintah setempat.


Acara yang dimulai sejak pagi hari tersebut berlangsung hikmat dan meriah. Bendera khas NU berwarna hijau dengan gambar bumi, sembilan bintang, dan untaian tali berwarna putih, terbentang megah menyelimuti kontur lereng gunung. Visualisasi fisik dari “panji-panji” sepanjang satu kilometer ini menjadi simbol kuat perjalanan panjang NU selama 100 tahun, sekaligus penanda kehadirannya yang mengakar di tengah masyarakat Kota Batu.



Kegiatan ini menjadi titik kumpul seluruh keluarga besar NU. Hadir dalam kesempatan tersebut Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., Ketua DPRD Kota Batu, beserta seluruh jajaran pengurus NU mulai dari tingkat Cabang (PCNU), Majelis Wakil Cabang (MWCNU), hingga Ranting se-Kota Batu. Turut hadir perwakilan dari berbagai Lembaga dan Badan Otonom (Banom) NU di semua tingkatan, serta pasukan garda terdepan, Barisan Ansor Serbaguna (Banser). Kehadiran mereka mencerminkan soliditas dan kekuatan struktur organisasi yang telah dibangun selama satu abad.


Dalam sambutannya, Wali Kota Batu, Nurochman, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas penyelenggaraan kegiatan yang monumental ini. “Peringatan satu abad NU bukan hanya seremonial, tetapi momentum untuk merefleksikan jasa dan kontribusi NU bagi bangsa. Kibaran bendera 1000 meter ini adalah pernyataan visual bahwa nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah, moderasi, dan keislaman yang ramah Indonesia, tetap tegak berdiri dan relevan di bumi pertiwi, khususnya di Kota Batu yang kita cintai,” ujarnya di hadapan para hadirin.


Momen Walikota Batu, Nurochman berikan sambutan

Nurochman juga menekankan bahwa semangat NU dalam mengawal NKRI, Pancasila, dan Bhinneka Tunggal Ika sejalan dengan visi pembangunan Kota Batu yang inklusif dan berkeadaban. Ia berharap, energi positif dari peringatan satu abad ini dapat diterjemahkan dalam aksi nyata untuk kemajuan kota.


Sementara itu, Ketua PCNU Kota Batu, Takim, M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan filosofi dari rangkaian kegiatan. “Kenduri NU dan pengibaran bendera raksasa ini adalah bentuk syukur kita kepada Allah SWT. Kenduri, sebagai tradisi lokal yang diislamkan oleh para wali, menggambarkan bagaimana NU merawat budaya dan kearifan lokal. Sedangkan bendera 1000 meter adalah simbol bahwa perjuangan NU membawa kemaslahatan bagi segenap lapisan masyarakat, dari ujung hingga ujung,” papar Takim.


Ketua PCNU Kota Batu, Takim, M.Pd, saat sambutan

Takim menambahkan, pemilihan lokasi di lereng Gunung Panderman juga memiliki makna tersendiri. “Gunung mengajarkan keteguhan. NU selama 100 tahun telah teguh memegang prinsip, teguh dalam berkhidmat kepada bangsa, dan teguh dalam menjaga ukhuwah. Dari ketinggian ini, kita doakan agar NU ke depan tetap menjadi organisasi yang mampu menjawab tantangan zaman,” imbuhnya.


Ketua Tim pengibaran bendera NU , Arif Harianto

Acara berlangsung lancar dan diakhiri dengan doa bersama yang dipimpin oleh para sesepuh dan kiai setempat, memohon keberkahan dan kemaslahatan untuk bangsa Indonesia. Ratusan warga yang menyaksikan dari sekitar lokasi turut larut dalam kemeriahan dan kekhidmatan momen bersejarah ini.


Tim pembawa bendera NU 1000 meter persegi

Peringatan Harlah Satu Abad NU di Kota Batu dengan pengibaran bendera terbesar ini tidak hanya menjadi catatan sejarah bagi warga Nahdliyin setempat, tetapi juga sebuah pernyataan publik tentang vitalitas, kreativitas, dan komitmen NU dalam terus berkontribusi pada kehidupan berbangsa dan bernegara dari kota yang dikenal sebagai “Kota Wisata” ini.

Kontributor : AGS

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts