Raih Sertifikat Film, Dwi Nur Alif Setyawan Difabel Kota Batu Dapat Tawaran Peran Utama
KOTA BATU. Sertifikat penghargaan dari rumah produksi Trazz Picture dan Sukma itu berdiri tegak di antara piagam dan tropi lain. Ia adalah bukti terbaru dari perjalanan Dwi Nur Alif Setyawan (20), pemuda difabel multitalenta asal Desa Pesanggrahan, Kota Batu. Dokumen yang diperolehnya pada 2025 itu mengukuhkan perannya sebagai Guru Silat dalam film Sayap Garuda, sekaligus menjadi pembuka jalan menuju negosiasi untuk peran utama dalam sebuah film pendek. Di balik prestasi di dunia akting, Alif sapaan akrabnya adalah seorang , musisi, penyair, dan desainer grafis yang telah menghidupi rak keluarganya dengan berbagai penghargaan.
Anak kedua dari pasangan Kusrianto dan Sugiarti ini tidak membiarkan keterbatasannya menjadi penghalang. Justru, ia membaliknya menjadi kekuatan untuk berkarya di berbagai bidang seni. “Alif itu menunjukkan, yang namanya bakat dan kemauan keras itu bisa melampaui segalanya. Dari rumah ini, dari membantu kami orang tuanya, dia menciptakan banyak hal,” tutur Sugiarti, ibunda Alif, Kepada EDUKASI-R I di ruang keluarga yang sekaligus menjadi galeri mini prestasi putranya. Minggu 25 Januari 2026 sore.
![]() |
| Dwi Nur Alif Setyawan dengan aneka tropi dan penghargaan |
Pendidikan formal Alif ditempuh di SLB Eka Mandiri Batu, dengan ijazah kelulusan di tahun 2023. Namun, kelulusannya itu bukan akhir, melainkan gerbang menuju eksplorasi talenta yang lebih luas. Jika di sekolah ia dikenal sebagai peserta berprestasi dalam lomba mewarnai dan menggambar, pasca-lulus dunia kreatifnya meledak ke berbagai arah.
“Di sekolah dulu, bakatnya sudah kelihatan. Tapi setelah lulus, perkembangannya luar biasa. Dia tidak hanya melukis , tapi juga menciptakan puisi, lagu, lalu membawakannya dengan piano dan vokalnya sendiri. Belum lagi desain grafis di komputernya,” ujar Kusrianto .
Setiap hari Alif memiliki ritual kreatif yang padat. Pagi hari ia membantu pekerjaan rumah orang tua. Sisa waktunya dibagi dengan konsistensi yang mengagumkan: desain grafis menggunakan komputer seadanya, menata nada di piano, merangkai kata menjadi puisi dan lirik lagu, hingga mendesain karya grafis. Karyanya, yang banyak dijual dan dipamerkan, menjadi sumber pemasukan tambahan bagi keluarga.
![]() |
| Momen bersama keluarga |
Titik balik signifikan terjadi ketika bakat aktingnya terlihat. Keterlibatannya dalam film Sayap Garuda bukan sekadar figuran. Peran sebagai Guru Silat membutuhkan latihan intensif gerakan silat dasar dan penghayatan karakter. Dedikasinya itu yang kemudian dibalas dengan sertifikat penghargaan resmi pada 2025.
“Saya senang sekali dapat pengakuan seperti ini. Proses syuting mengajarkan banyak hal, tentang kerja tim dan disiplin,” kata Alif dengan mata berbinar. Sertifikat itu, menurut Kusrianto, ayahnya, lebih dari sekadar kertas. “Itu adalah pengakuan bahwa anak saya dihargai secara profesional. Itu yang membuat kami sangat terharu.”
Kini, momentum tersebut berlanjut. Beberapa produser film pendek melihat potensi besar pada Alif, tidak hanya sebagai pemeran pendukung, tetapi sebagai tokoh utama. Negosiasi untuk satu peran utama film pendek saat ini sedang dalam proses akhir. Hal ini menandai babak baru dimana industri kreatif mulai melihat kemampuan seninya secara utuh, melampaui identitas sebagai penyandang disabilitas.
![]() |
Rak prestasi di rumah keluarga Setyawan adalah narasi visual tentang perjalanan seorang anak difabel yang terus mendobrak batas. Tropi lomba mewarnai tingkat kota berdampingan dengan piagam festival musik. Sertifikat desain grafis bertetangga dengan piagam baca puisi. Dan kini, sertifikat perfilman dari rumah produksi ternama menjadi mahkotanya.
“Kuncinya ada pada dukungan tanpa syarat dan menyediakan ruang. Kami tidak pernah membatasi apa yang ingin Alif coba. Justru kami fasilitasi, karena dari setiap kegiatan itu dia tumbuh dan menemukan dirinya,” tegas Kusrianto.
![]() |
| Saat bersama Wali Kota Batu |
![]() |
| Saat bersama wakil Wali Kota Batu |
Kisah Dwi Nur Alif Setyawan adalah potret nyata inklusivitas dan potensi manusia yang tak terbendung. Ia tidak hanya pasif menerima empati, tetapi aktif berkontribusi pada khazanah seni dan budaya melalui beragam medium. Dalam setiap puisi yang ia tulis, setiap lagu yang ia ciptakan dan nyanyikan, setiap lukisan yang penuh warna, dan setiap adegan film yang ia perankan, tersimpan pesan universal: bahwa kreativitas adalah bahasa yang mampu menyatukan, menginspirasi, dan mengubah persepsi.
![]() |
| Saat bersama Kaesang |
Pemuda multitalenta ini telah menjadi simbol harapan dan bukti nyata bagi komunitas difabel di Indonesia bahwa dengan talenta, kerja keras, dan lingkungan yang mendukung, mereka tidak hanya bisa mandiri, tetapi juga menjadi inspirator dan pemimpin di bidangnya. Masyarakat kini menanti dengan antusias, bukan hanya film pendek yang akan menjadi batu loncatan berikutnya, tetapi juga setiap karya lain yang akan lahir dari tangan, suara, dan hati Dwi Nur Alif Setyawan, sang bintang multitalenta dari Kota Batu.
Banyak mendapat penghargaan dari berbagai ivent daerah dan Nasional sehingga sampai saat ini banyak mengisi ivent baik musik, puisi , desain grafis ditingkat lokal atau daerah dan sekarang mengisi pada ivent nasional.
Kontributor : AGS
Editor : Tim EDUKASI-R I







