Dokar Wisata Kota Batu Berhenti Operasi 4-5 Februari 2026, Dinas Pariwisata Jelaskan Penyebabnya
KOTA BATU – Layanan ikonis transportasi wisata, Dokar Wisata Kota Batu, terpaksa menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Penghentian ini berlaku selama dua hari, yakni pada Selasa, 4 Februari 2026, hingga Rabu, 5 Februari 2026. Keputusan ini disampaikan langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto, dalam pertemuan dengan EDUKASI- R I di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026) siang.
“Dengan berat hati kami harus menyampaikan bahwa untuk Dokar Wisata Kota Batu tidak bisa beroperasi sementara, mulai besok hingga lusa. Keputusan ini tidak kami ambil dengan mudah, mengingat dokar telah menjadi salah satu daya tarik dan kenangan bagi wisatawan yang berkunjung,” ujar Onny Ardianto dengan nada serius.
Onny menjelaskan, penghentian operasi sementara ini disebabkan oleh beberapa faktor yang bersifat mendesak dan perlu penanganan segera. Faktor utama adalah adanya kegiatan perawatan dan pengecekan berkala (routine maintenance) terhadap seluruh unit dokar beserta perlengkapannya demi menjamin standar keamanan dan kenyamanan tertinggi bagi penumpang.
Baca juga : https://www.edukasi-ri.com/2026/02/media-online-wajib-berbadan-hukum-ini.html
“Keselamatan dan kenyamanan wisatawan adalah prioritas mutlak kami. Periode ini kami manfaatkan untuk inspeksi menyeluruh pada kerangka dokar, roda, serta kondisi kuda penarik. Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan pengalaman wisata yang tidak hanya autentik tetapi juga aman,” papar Onny.
Selain itu, Onny Ardianto menambahkan bahwa jeda operasi ini juga digunakan untuk memberikan waktu istirahat (resting period) bagi hewan penarik dokar. Menurutnya, kesejahteraan hewan merupakan bagian dari prinsip pariwisata berkelanjutan yang dianut oleh Pemerintah Kota Batu.
![]() |
| Kepala Dinas Pariwisata Kota Batu, Onny Ardianto |
“Kuda-kuda penarik dokar adalah mitra kerja kami. Mereka juga membutuhkan perawatan kesehatan dan waktu pemulihan yang cukup. Periode ini sekaligus menjadi momen untuk memastikan kesehatan dan kondisi fisik mereka benar-benar prima sebelum kembali menjalankan tugas,” imbuhnya.
Onny menegaskan bahwa penghentian operasi ini bersifat sangat sementara dan terbatas waktunya. Ia memastikan bahwa seluruh rangkaian perawatan telah dijadwalkan dengan ketat agar layanan dapat kembali beroperasi normal tepat pada Kamis, 5 Februari 2026.
“Kami telah mengkoordinasikan dengan tim teknis dan pemelihara hewan untuk bekerja secara efisien. Target kami, Kamis pagi segala aktivitas bisa kembali normal. Dokar-dokar sudah siap kembali mangkal di titik-titik pemberhentian biasanya, seperti di sekitar Alun-Alun Kota Batu dan jalur wisata utama,” jelasnya.
Menanggapi potensi kekecewaan wisatawan yang telah merencanakan kunjungan, Onny menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya. Dinas Pariwisata telah mengupayakan mitigasi dengan menyebarkan informasi ini melalui berbagai kanal, termasuk media sosial resmi @PariwisataBatu, website, serta pemberitahuan langsung di lokasi-lokasi pemberhentian dokar.
“Kami memahami ini mungkin mengganggu rencana perjalanan sebagian pengunjung. Untuk itu, kami telah menyiapkan informasi alternatif wisata, seperti penggunaan shuttle bus kota rute wisata atau penyewaan sepeda hias, yang dapat dinikmati selama dua hari itu. Petugas informasi pariwisata juga akan kami perbanyak di lapangan untuk membantu pengunjung,” tambah Onny.
Juga baca : https://www.edukasi-ri.com/2026/01/pemkot-batu-respons-aspirasi-warga.html
Lebih lanjut, Onny Ardianto menyampaikan bahwa momentum ini juga menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan layanan jangka panjang. Dinas Pariwisata, kata dia, terus mendengarkan masukan dari berbagai pihak, termasuk asosiasi pemandu wisata, pengelola dokar, dan tentu saja para wisatawan.
“Diharapkan ke depan, layanan Dokar Wisata Kota Batu tidak hanya sekadar moda transportasi, tetapi menjadi experiential tourism yang memperkaya kunjungan. Kami sedang mengkaji beberapa inovasi, seperti paket tur heritage dengan narasi sejarah kota, atau integrasi tiket dengan museum tertentu, tentu tanpa mengganggu kesejahteraan hewan dan keaslian pengalamannya,” ujar Onny memandang ke depan.
Onny juga menekankan bahwa keberlanjutan operasi dokar sangat penting dalam mempertahankan karakter dan budaya lokal Kota Batu sebagai destinasi wisata keluarga. Ia berharap, dengan perawatan berkala dan manajemen yang bertanggung jawab, atraksi ini dapat terus dinikmati oleh generasi mendatang.
“Dokar adalah living culture, simbol perlambangan perjalanan waktu di kota kita. Dengan pemeliharaan yang baik, baik terhadap asetnya maupun ekosistemnya, kami yakin daya tarik ini akan tetap lestari dan menjadi ciri khas yang membedakan Batu dari destinasi lain,” pungkasnya.
Sementara itu, reaksi dari pelaku usaha di sekitar lokasi operasi dokar beragam. Sebagian menyayangkan hilangnya daya tarik yang turut mendatangkan pembeli, namun sebagian lain memahami langkah prefentif ini. “Ya, sedih sih, biasanya banyak yang foto-foto naik dokar lalu mampir ke toko oleh-oleh saya. Tapi kalau untuk keselamatan dan kesehatan kudanya, kami dukung. Semoga cepat beroperasi lagi,” ujar Sari, salah seorang pedagang di kawasan alun-alun.
Dengan demikian, wisatawan yang berencana berkunjung ke Kota Batu pada 4-5 Februari 2026 diharapkan dapat menyesuaikan rencana perjalanan mereka. Layanan Dokar Wisata Kota Batu dipastikan akan kembali menghiasi jalanan kota pada 5 Februari 2026, setelah melalui proses perawatan dan pengecekan yang ketat.
Kontributor : AGS
Editor : Tim EDUKASI-R I


