Jumat, 23 Januari 2026

MUDEBA Batu Gelar Festival Budaya Nusantara, Libatkan 600 Siswa dan Guru dalam Pertunjukan Epik Sejarah

Gambar 1
Gambar 1

 



Dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat S.T., M.T., Ph.D

KOTA BATU. Ribuan pengunjung terdiri dari 600 siswa dan guru SMP Muhammadiyah 08 Batu (MUDEBA) berkolaborasi dalam sebuah pertunjukan seni budaya megah bertajuk “MUDEBA Memajukan Bakat (MMB) 2026, A Cultural Historical Epic. Gelaran dua tahunan yang dihelat di GOR Gajahmada, Sabtu (24/1/2026), ini berhasil mengubah panggung menjadi ruang pembelajaran hidup tentang kekayaan dan sejarah Nusantara.


Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 08 Batu, Windra Rizkiyana, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa festival ini adalah media pendidikan karakter yang holistik. “MMB adalah bentuk nyata pendidikan yang tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga pengembangan kreativitas, kolaborasi, dan kecintaan pada warisan budaya,” ujarnya. Ia menambahkan, kolaborasi dengan Dewan Kesenian Kota Batu menjadi langkah strategis untuk mendalami narasi artistik pertunjukan.

Kepala Sekolah SMP Muhammadiyah 08 Batu, Windra Rizkiyana, S.Pd., M.Pd


Dengan konsep “diorama hidup”, MMB 2026 membawa penonton berkelana dari Sabang hingga Merauke. Setiap penampilan dirancang menyusuri perjalanan sejarah bangsa, termasuk menghidupkan kembali semangat persatuan Mahapatih Gajah Mada. “Kami ingin generasi Z dan Alpha tidak hanya mengenal sejarah sebagai cerita, tetapi merasakan relevansinya dalam kehidupan modern,” jelas Windra.




Yang menakjubkan, seluruh produksi mencakup tari, musik, teater, dan visual budaya daerah ini disiapkan hanya dalam waktu dua minggu. Meski persiapan singkat, pementasan berlangsung terstruktur, epik, dan profesional. “Ini bukti bahwa ketika semangat kebersamaan dan kreativitas digerakkan, batas waktu bukanlah halangan,” tegas Windra.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat S.T., M.T., Ph.D

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Ir. Alfi Nurhidayat S.T., M.T., Ph.D., yang mewakili Pemerintah Kota Batu. Dalam sambutannya, Alfi menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif sekolah. “Ini adalah contoh brilian bagaimana pendidikan dapat dikemas secara kreatif dan kolaboratif, menanamkan nilai kebangsaan dengan cara yang menyenangkan dan mengena bagi siswa,” ujarnya.


Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu, Tsalis Rifai, ST., MM

Sementara itu, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Batu, Tsalis Rifai, ST., MM., menuturkan bahwa kegiatan ini selaras dengan visi Muhammadiyah dalam memajukan kehidupan yang berkemajuan. “MMB menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya mencetak akademisi, tetapi juga membentuk insan yang berkarakter, mencintai budaya sendiri, dan mampu berkontribusi bagi masyarakat,” paparnya.


ketua pelaksana, Akbar Maulana Mahadi, S.Pd


Di balik kesuksesan gelaran akbar ini, ada peran ketua pelaksana, Akbar Maulana Mahadi, S.Pd. Ia menuturkan, MMB 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. “Ini lebih dari sekadar pertunjukan. Ini adalah metode pembelajaran kolaboratif di mana siswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga kurator muda yang mengkaji, merancang, dan menghidupkan kembali narasi sejarah dan budaya Indonesia,” jelas Akbar. Konsep epik budaya, lanjutnya, sengaja dipilih untuk membangun kesadaran kolektif akan pentingnya melestarikan warisan di tengah arus modernisasi.


Kolaborasi erat dengan Dewan Kesenian Kota Batu membawa nuansa dan kedalaman baru. Sunarto Ketua Dewan Kesenian Kota Batu, menyatakan kekaguman. “Kami melihat kedalaman interpretasi dan penghayatan yang luar biasa dari para siswa. Ini bukan sekadar pertunjukan, tetapi sebuah pembelajaran budaya yang hidup, yang mungkin sulit didapatkan hanya di dalam kelas,” ujarnya.


Bagi MUDEBA, MMB telah menjelma menjadi identitas dan program unggulan sekolah yang menegaskan pentingnya menyentuh seluruh dimensi pendidikan: kognitif, afektif, dan psikomotorik. “Kami berharap MMB dapat terus berkembang menjadi festival budaya yang tidak hanya dikenal di Kota Batu, tetapi juga di tingkat regional bahkan nasional,” harap Windra.




Akbar Maulana Mahadi., S.Pd., selaku Ketua Pelaksana kegiatan, menuturkan bahwa MMB 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. “Ini lebih dari sekadar pertunjukan. Ini adalah metode pembelajaran kolaboratif di mana siswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga kurator muda yang mengkaji, merancang, dan menghidupkan kembali narasi sejarah dan budaya Indonesia,” jelas Akbar. Ia menambahkan, konsep epik budaya sengaja dipilih untuk membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya melestarikan warisan bangsa di tengah arus modernisasi.


Dengan suksesnya MMB 2026, SMP Muhammadiyah 08 Batu kembali menorehkan catatan penting dalam integrasi seni-budaya dan pendidikan. Acara ini telah menjadi simbol nyata semangat melestarikan warisan Nusantara di tengah tantangan globalisasi. Sekolah berkomitmen untuk terus mengembangkan program serupa dengan inovasi yang relevan bagi generasi muda.





Saat peragakan lakon Gajah Mada dalam menyatukan Nusantara

Pada akhirnya, MMB 2026 telah menjadi lebih dari sekadar agenda pertunjukan. Ia adalah cerita tentang kolaborasi massif, dedikasi tanpa batas, dan cinta terhadap tanah air yang dirajut dalam dua minggu penuh keajaiban. Dengan semangat yang sama, SMP Muhammadiyah 08 Batu akan terus berupaya menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat, kreatif, dan memiliki akar budaya yang dalam. Keberhasilan ini diharapkan dapat menginspirasi satuan pendidikan lain untuk menjadikan seni dan sejarah sebagai bagian integral dan dinamis dari proses pembelajaran.





Dalam gelaran acara ini turut hadir, Wali Kota Batu atau yang mewakili, Dinas Pendidikan, Dinas Lingkungan Hidup, Disparta atau yang mewakili, BNN, Diskominfo, PDM, Pengawas Pembina Sekolah, Ketua Majelis Dikdasmen PDM Batu, Kepala Sekolah Muhammadiyah 08 Batu beserta seluruh guru, serta undangan.

Kontributor: AGS

Editor: Tim EDUKASI-R I

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts