Jumat, 03 Oktober 2025

Klarifikasi Direktur Utama PDAM Natuna

 


Klarifikasi Direktur Utama PDAM Natuna: Mengungkap Akar Masalah BPJS, Keterlambatan Gaji, dan Mafia Lahan Mantan Direktur


Natuna -Perhatian masyarakat terhadap Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Natuna semakin meningkat. Isu-isu mulai dari keterlambatan pembayaran BPJS, gaji pegawai yang terhambat, hingga masalah tanah yang melibatkan mantan direktur, kini menjadi topik hangat dalam diskusi publik. Untuk merespons masalah ini, Direktur Utama PDAM Natuna berbicara dan mengungkap fakta-fakta di balik isu-isu yang mengganggu perusahaan daerah tersebut. Jum'at 3 Oktober 2025.


BPJS: Masalah Lama yang Terpendam


Direktur Utama PDAM menegaskan bahwa masalah keterlambatan iuran BPJS bukanlah akibat dari manajemen sekarang, melainkan merupakan warisan dari masalah yang sudah ada sebelum ia menjabat.


“Ini adalah isu lama, bahkan hingga kini, saya sendiri belum terdaftar di BPJS melalui PDAM. Kami telah berdiskusi dengan BPJS Tanjungpinang dan Natuna untuk menyelesaikan masalah ini, dan telah mencapai kesepakatan,” ujarnya saat berada diruang kerja.


Keterlambatan Gaji Pegawai: Fasilitas yang Buruk, Pendapatan Terbatas


Ia juga menjelaskan tentang keterlambatan gaji pegawai yang sering menjadi sorotan. Ia menyatakan bahwa ini terjadi karena pendapatan perusahaan jauh dari cukup, disebabkan oleh kondisi fasilitas PDAM yang cukup tua, rusak, dan tidak memenuhi standar.


“Dari lebih dari 600 pelanggan, sekitar 350 meter air mengalami kerusakan. Akibatnya, banyak pelanggan hanya membayar Rp18 ribu per bulan, padahal biaya operasional jauh lebih besar. Fasilitas dari intake hingga reservoir tidak memiliki sistem penyaringan yang memadai, sehingga pasir dan sampah sering masuk ke rumah warga. Inilah yang membuat meteran mudah rusak,” jelasnya.


Kondisi semakin parah dengan faktor alam. Saat musim kemarau, aliran air menjadi rendah. Sebaliknya, di musim hujan, pipa-pipa tua yang tidak memenuhi standar SPAM sering pecah di berbagai lokasi. Ditambah lagi, adanya pencurian air dan tunggakan pembayaran oleh pelanggan memperburuk keadaan keuangan.


“Kami hanya mengelola fasilitas yang sederhana, tetapi diharapkan menghasilkan pendapatan yang besar. Itu tidak mungkin. Meskipun demikian, kami berusaha menyajikan layanan agar masyarakat tetap mendapatkan pasokan air bersih,” tekanannya.

 


Tidak kalah menonjol, Direktur Utama PDAM juga membahas masalah terkait Harmain, mantan direktur PDAM, yang disebut-sebut menutup jalur akses menuju tempat penampungan air (WTP).


Menurutnya, kasus ini lebih besar dari konflik internal, melainkan menyangkut dugaan penguasaan tanah milik Pemda seluas 415 meter persegi oleh Harmain selama sekitar 20 tahun. Tanah ini sebenarnya telah dibebaskan dengan anggaran Rp125 juta untuk pembangunan fasilitas PDAM, namun malah digunakan untuk kepentingan pribadi.


“Anak Harmain secara langsung mengancam saya. Jika tidak diangkat sebagai pegawai PDAM, akses ke bak air akan ditutup. Ini jelas mengganggu pelayanan kepada masyarakat. Kami telah melaporkan masalah ini ke pihak kepolisian,” tegasnya.


Tak hanya itu, Harmain juga pernah meminta setengah ton bahan kimia penjernih air untuk kepentingan pribadi, namun permintaan itu ditolak karena bahan tersebut adalah aset Pemda, bukan milik pribadi.


Di akhir klarifikasinya, Direktur Utama PDAM menegaskan bahwa seluruh masalah ini bukan sepenuhnya disebabkan oleh kelalaian manajemen, tetapi adalah akumulasi dari isu-isu lama yang terpendam: kondisi fasilitas yang buruk, administrasi yang tidak ter urus, dan kepentingan pribadi yang mencemari institusi.

Kami telah memberikan masalah ini kepada pemimpin daerah. Sekarang, solusi sedang dipersiapkan dan kita hanya perlu menunggu prosesnya berlangsung. Saya ingin menekankan bahwa semua staf PDAM bekerja keras di lapangan untuk memastikan masyarakat tetap dapat menikmati air bersih, meskipun kami mengelola fasilitas yang sangat tidak memadai,” ujarnya.


Kontributor : Frans

Editor : Tim EDUKASI-R I

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

Aceh AFK Agro Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kalbar Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah MI Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Barat Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidiian Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Poktekad Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sambas Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts