Sekolah Lansia PRIMA Diluncurkan di Rumbia, TNI Dukung Pemberdayaan Lansia
Lampung Tengah – Program Sekolah Lansia PRIMA (Pribadi Mandiri, Aktif dan Sejahtera) resmi diluncurkan di Kecamatan Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah. Kegiatan tersebut sekaligus dirangkai dengan pengukuhan Majelis Ta’lim se-Kecamatan Rumbia sebagai bagian dari penguatan pembinaan sosial, kesehatan, spiritual, dan kemandirian masyarakat lanjut usia.
Agenda berlangsung di Aula SMP Negeri 1 Rumbia pada Jumat (22/8/2026). Babinsa Koramil 411-08/Rumbia, Serka Ali Mu’arif, hadir mewakili Danramil 411-08/RB Lettu Edi Sunggono.
Sejumlah unsur pemerintahan dan masyarakat turut menghadiri kegiatan tersebut, di antaranya Ibu Bupati Lampung Tengah Ni Ketut Dewi Nadi, Camat Rumbia Wayan Panca Yasa, S.Kep., Ners., M.KM., Ketua Indonesia Ramah Lansia (IRL), jajaran UPTD, para kepala sekolah SMA, SMK, MA, SMP dan SD, serta kepala kampung se-Kecamatan Rumbia.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Lampung Tengah, penyampaian sejumlah sambutan, prosesi pengukuhan dan penyerahan, kemudian ditutup dengan doa.
Sekolah Lansia PRIMA merupakan program pendidikan nonformal yang dirancang untuk meningkatkan kualitas hidup warga lanjut usia melalui pendekatan promotif dan preventif. Orientasinya tidak sekadar menjaga kondisi kesehatan, tetapi juga membangun kapasitas lansia agar tetap memiliki kemandirian, aktivitas sosial, ketahanan mental, serta mempunyai makna dalam kehidupan bermasyarakat.
Konsep tersebut sejalan dengan paradigma healthy ageing, yakni proses mengoptimalkan kesempatan bagi seseorang untuk tetap sehat, mandiri, produktif, dan memiliki kualitas hidup yang baik pada usia lanjut.
Melalui program ini, lansia diarahkan menjadi pribadi SMART, yaitu Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, dan Bermartabat. Dengan demikian, kelompok lanjut usia diharapkan tidak diposisikan semata-mata sebagai kelompok yang membutuhkan bantuan, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang masih mempunyai pengalaman, pengetahuan, serta potensi untuk berkontribusi.
Materi pembelajaran Sekolah Lansia PRIMA mencakup pemeriksaan kesehatan secara berkala, aktivitas fisik dan senam lansia, edukasi mengenai gizi seimbang, pembinaan spiritual dan keagamaan melalui Majelis Ta’lim, hingga pelatihan kewirausahaan serta keterampilan sederhana.
Selain aspek kesehatan, keberadaan Sekolah Lansia PRIMA memiliki dimensi sosial yang cukup strategis. Interaksi rutin antar peserta dapat menjadi ruang membangun jejaring sosial sekaligus mengurangi risiko isolasi sosial dan loneliness yang kerap dialami sebagian warga lanjut usia.
Aktivitas yang terstruktur dan berkesinambungan juga dapat memberikan stimulasi sosial serta kognitif. Dalam perspektif gerontologi, keterlibatan lansia dalam aktivitas fisik, edukatif, spiritual, dan sosial secara proporsional merupakan salah satu komponen penting dalam mempertahankan fungsi dan kualitas hidup pada masa lanjut usia.
Program tersebut diharapkan semakin efektif melalui kolaborasi antara Koramil, pemerintah kecamatan, BKKBN/Indonesia Ramah Lansia (IRL), serta perangkat daerah terkait. Sinergi lintas sektor diperlukan agar pembinaan lansia tidak berjalan secara parsial, tetapi menjadi ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan.
Kehadiran Babinsa dalam peluncuran Sekolah Lansia PRIMA sekaligus pengukuhan Majelis Ta’lim menjadi bentuk dukungan TNI AD terhadap program pemberdayaan masyarakat. Melalui peran kewilayahan, Babinsa turut mendorong terciptanya lingkungan sosial yang inklusif, peduli, dan responsif terhadap kebutuhan warga lanjut usia.
Dengan diluncurkannya Sekolah Lansia PRIMA di Kecamatan Rumbia, program tersebut diharapkan menjadi wadah pembelajaran sepanjang hayat sekaligus ruang silaturahmi yang mampu memperkuat kemandirian, kesehatan, produktivitas, dan martabat lansia di tengah kehidupan masyarakat.
Kontributor: Suherman Martha







