Kamis, 02 Juli 2026

Membumi,Refleksi Filosofis bagi Komunitas Difabel Dalam HUT ke-6 IKD

 


Kota Batu — Istana Karya Difabel (IKD) Pusat Surabaya menggelar perayaan Hari Ulang Tahun ke-6 di IKD Cabang Batu, Jalan Mustari, Kota Batu, Rabu (1/7/2026) malam. Acara khidmat ini dihadiri jajaran pengurus IKD Pusat Surabaya, anak-anak difabel beserta pendamping, perwakilan IKD Cabang Batu, Ketua Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ) Kota Batu, Ketua Mocopat Kota Batu, serta sejumlah undangan.


Mengusung tema "Membumi", perayaan ini menjadi momentum refleksi eksistensial bagi seluruh keluarga besar IKD atas perjalanan panjang selama setengah dasawarsa lebih. Nur Pribadi, yang akrab disapa Senden, selaku ketua pelaksana, menjelaskan bahwa tema tersebut mengandung filosofi mendalam tentang kesadaran ontologis untuk kembali kepada jati diri.

Kenakan udeng putih, Nur Pribadi alias Senden 

"Tema ini pada dasarnya merupakan sebuah filosofi tentang pentingnya memiliki kesadaran tinggi untuk kembali kepada jati diri kita," ujar Senden di sela-sela acara.

Menurutnya, selama enam tahun terakhir, IKD telah melalui berbagai dinamika dan tantangan yang tidak jarang mengguncang aspek psikososial anak-anak didik. Sebagai pendamping, tugas utama mereka adalah menjaga kohesivitas dari berbagai isu, provokasi, maupun niat destruktif yang ingin memecah belah keluarga besar IKD.

Senden memaknai "Membumi" dalam tiga aspek fundamental. Pertama, kembali kepada Sang Pencipta dengan menjalani hidup penuh rasa cinta, bukan kebencian. Kedua, kembali ke "rumah" dengan menyadari bahwa IKD bukan sekadar nama atau tempat biasa, melainkan telah menjadi wadah berproses. Ketiga, kembali pada kebaikan dengan beranjak dari rasa iri menuju tindakan positif, serta dari kesalahan masa lalu menuju perbaikan.

Momen potong tumpeng saat HUT IKD ke -6

"Kami juga menekankan pentingnya menjaga hubungan harmonis di dalam komunitas difabel, saling mengasihi tanpa menyakiti sesama, serta memahami bahwa setiap penyandang disabilitas memiliki karakteristik dan tantangan yang sangat berbeda," tegas Senden.

Pesan khusus disampaikan kepada para orang tua agar kembali pada kesadaran bahwa memiliki anak difabel bukanlah aib atau duka, melainkan anugerah istimewa. Anak-anak difabel memiliki daya pikir dan kemampuan yang luar biasa, yang sering kali mampu menembus batas perkiraan.

Ki Sutopo Ketua Mocopat Kota Batu

Ki Sutopo, budayawan dan seniman macapat Kota Batu, menyampaikan tiga harapan utama terkait penyelenggaraan gelar karya di IKD. Pertama, pemerintah diharapkan memberikan perhatian nyata dan alokasi dana khusus agar anak-anak difabel dapat berkreasi, berkarya, dan menjadi mandiri. Kedua, penyediaan wadah pelatihan seni yang beragam, mulai dari seni lukis, tarik suara, pedalangan, hingga tari. Ketiga, peningkatan fasilitas yang selama ini masih berjalan dengan peralatan seadanya.

"Sebagai Ketua Macapat Kota Batu berdasarkan SK yang diberikan oleh Ibu Dewanti dengan masa jabatan hingga tahun 2027, saya sangat siap mengajarkan seni macapat kepada anak-anak difabel, mulai dari teknik dasar hingga nilai filosofisnya," ujar Ki Sutopo.


Sebelah kiri, Dodik Supriyanto yang akrab disapa Cak Yan perwakilan IKD Kota Batu, Sekaligus Ketua KPJ Kota Batu

Sementara itu, Dodik Supriyanto yang akrab disapa Cak Yan, selaku mewakili IKD Kota Batu sekaligus Ketua KPJ Kota Batu, menyatakan harapannya agar anak-anak disabilitas di Kota Batu semakin progresif, terus berkarya, dan pada akhirnya dapat hidup mandiri.

"Berkarya sangatlah penting bagi mereka, terutama untuk menjamin masa depan. Seandainya orang tua kelak meninggal dunia dan mereka belum bisa mandiri, siapa yang akan merawat? Nama boleh terlupakan, namun karya akan terus nyata adanya," ungkap Cak Yan.

Ia juga menyampaikan pesan kepada Pemerintah Kota Batu agar memberikan perhatian lebih besar kepada anak-anak disabilitas dengan tulus dan ikhlas demi masa depan mereka.

Andik Elektrik, Ketua IKD Pusat Surabaya, menyatakan bahwa di usia ke-6, IKD telah mencapai banyak kemajuan. Mereka kini memiliki tempat berkumpul, pameran karya seni rutin diselenggarakan, dan anak-anak difabel sudah mampu menghasilkan karya bernilai ekonomis.

Andik Elektrik, Ketua IKD Pusat Surabaya

"Seniman, baik yang difabel maupun tidak, memiliki hak dan kesempatan yang sama. Setelah 5 tahun berjuang, kami akhirnya mencapai titik ini. Di usia 6 tahun, kami kembali ke tujuan awal: untuk tetap rendah hati, tidak sombong, dan terus berfokus pada cita-cita awal," tutur Andik.

Ia berharap IKD dapat tampil di seluruh Indonesia, mulai dari Makassar, Jakarta, Bandung, hingga kota-kota lainnya, dengan kapasitas dan kesempatan yang setara dengan musisi dan seniman lainnya.

Perayaan HUT ke-6 IKD ini menjadi penanda babak baru perjuangan komunitas difabel dalam mengukir karya dan meraih kemandirian, sekaligus mengingatkan pentingnya peran semua pihak dalam mendukung potensi luar biasa anak-anak istimewa Indonesia. Momentum ini merefleksikan komitmen kolektif untuk terus bergerak menuju paradigma inklusif yang menghargai keberagaman dan potensi setiap individu dalam bingkai kemanusiaan universal.


Kontributor : Agus 

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

Aceh AFK Agro Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kabupaten Malang Kalbar Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah MI Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Barat Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidiian Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Poktekad Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sambas Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts