Mikutopia Gelar Pelatihan Mitigasi Bencana Berbasis Analisis Risiko Bersama BPBD Kota Batu
![]() |
| Suasana pelatihan |
Kota Batu,Dalam upaya peningkatan kapasitas adaptif dan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana alam yang berbasis pada kajian ilmiah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu bekerja sama dengan manajemen Mikutopia menyelenggarakan pelatihan intensif selama tiga hari, terhitung sejak 2 hingga 4 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di GH2 Mikutopia ini secara resmi ditutup pada Kamis pagi, 4 Juni 2026, dengan serangkaian simulasi dan evaluasi berbasis skenario.
![]() |
| GH2 lokasi pelatihan |
Pelatihan yang mengusung pendekatan disaster risk reduction (DRR) ini diikuti oleh seluruh karyawan operasional Mikutopia, dengan materi utama mencakup identifikasi kerawanan wilayah, teknik evakuasi vertikal dan horizontal, hingga pemanfaatan early warning system (EWS) berbasis komunitas. Menurut data historis kebencanaan dari BPBD Kota Batu, kawasan Mikutopia berada pada zona dengan indeks kerentanan sedang terhadap tanah longsor dan banjir bandang, juga angin kencang, sehingga pembekalan teknis bagi sumber daya manusia setempat dinilai sebagai prioritas strategis.
![]() |
| Gatot, selaku perwakilan BPBD Kota Batu |
Gatot, selaku perwakilan BPBD Kota Batu yang bertindak sebagai koordinator lapangan, menyampaikan bahwa pelatihan ini dirancang tidak sekadar sebagai formalitas prosedural, melainkan sebagai upaya mentransformasi pengetahuan kebencanaan menjadi actionable intelligence bagi setiap individu.
"Kami telah melakukan pemetaan risiko spasial terlebih dahulu. Hasilnya, area sekitar Mikutopia memiliki karakteristik geomorfologi dengan kemiringan lereng di bawah 15 persen selain itu banyak wahana permainan yang berada di ketinggian . Oleh karena itu, pendekatan yang kami gunakan adalah community-based disaster preparedness yang terintegrasi dengan protokol respons cepat. Kami melatih karyawan untuk membaca tanda-tanda alam, seperti perubahan cuaca yang menimbulkan angin kencang serta melakukan evakuasi mandiri sebelum bantuan datang," ujar Gatot di sela-sela sesi akhir pelatihan.
Menurut Gatot, parameter keberhasilan pelatihan ini tidak hanya diukur dari tingkat partisipasi, melainkan dari peningkatan self-efficacy peserta dalam menjalankan prosedur tetap tanggap darurat. "Kami melakukan pre-test dan post-test menggunakan instrumen psikometrik untuk mengukur perubahan persepsi risiko. Alhamdulillah, terjadi peningkatan signifikan pada variabel kesiapsiagaan," tambahnya.
Sementara itu, Arya, salah satu karyawan Mikutopia ( Coofee Shop Mile ) yang mengikuti seluruh rangkaian pelatihan, mengungkapkan bahwa pendekatan ilmiah yang digunakan BPBD membuatnya lebih memahami urgensi mitigasi. Sebelumnya, ia mengakui bahwa informasi kebencanaan kerap dianggap sebagai pengetahuan normatif semata.
![]() |
| Arya |
" Sekarang saya paham mengapa prosedur penempatan tabung pemadam harus mengikuti standar jarak tertentu. Ilmu ini sangat aplikatif, tidak sekadar teori, juga mengenai tanda tanda angin kencang" tutur Rado dengan antusias.
Arya juga mengapresiasi sesi tabletop exercise yang menantang peserta untuk mengambil keputusan cepat dalam situasi terbatasnya informasi. "Kami diberikan studi kasus dengan variabel waktu dan sumber daya terbatas. Ini melatih cognitive flexibility kami," imbuhnya.
Di sisi lain, Panji selaku perwakilan manajemen Mikutopia menuturkan bahwa gelaran kegiatan ini bertujuan untuk membangun budaya sadar bencana yang terinternalisasi dalam setiap lini operasional perusahaan, bukan sekadar pemenuhan regulasi administratif. Menurut Panji, investasi pada pelatihan semacam ini merupakan bentuk penerapan prinsip corporate social responsibility (CSR) yang berbasis pada sustainable development goals (SDGs).
"Kami melihat bahwa resistensi terhadap bencana tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur fisik, tetapi juga oleh modal sosial dan kapasitas kognitif pekerja. Dengan pelatihan ini, kami ingin menciptakan redundancy sistem jika teknologi gagal, manusia siap. Ke depan, kami akan menjadikan modul pelatihan ini sebagai bagian dari onboarding program untuk seluruh karyawan baru, serta melakukan drill berkala setiap tiga bulan," jelas Panji.
![]() |
| Momen foto bersama |
Panji menambahkan bahwa pihaknya juga berencana mengintegrasikan hasil pelatihan dengan sistem digital monitoring internal. "Kami sedang mengembangkan aplikasi berbasis geographic information system (GIS) sederhana yang dapat diakses karyawan untuk melaporkan temuan lapangan, seperti retakan tanah atau genangan abnormal. Ini akan menjadi citizen science dalam manajemen bencana," ungkapnya.
Harapan ke depannya, Panji menuturkan bahwa Mikutopia bersama BPBD Kota Batu dapat membentuk satuan tugas tanggap bencana internal yang terakreditasi. "Kami berharap model pelatihan ini bisa direplikasi oleh pengelola kawasan wisata lain di Kota Batu. Karena secara ekologis, daerah hulu seperti Mikutopia memiliki fungsi sebagai area resapan air. Jika terjadi bencana di sini, dampaknya akan berantai ke hilir. Jadi mitigasi di sini adalah investasi kolektif," pungkasnya.
Sementara itu, Gatot dari BPBD menambahkan bahwa pihaknya akan melakukan evaluasi pascapelatihan melalui after action review (AAR) yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. "Kami akan mengukur retention rate pengetahuan peserta tiga bulan ke depan. Jika diperlukan, kami akan memberikan pelatihan lanjutan dengan tema search and rescue (SAR) dasar," tutup Gatot.
Sebagai informasi, pelatihan yang diikuti oleh 45 karyawan ini juga didukung oleh peralatan modern seperti megaphone portabel, stretcher lipat, dan disaster kit yang telah disesuaikan dengan karakteristik ancaman lokal. Dengan berakhirnya kegiatan pada Kamis pagi, seluruh peserta diharapkan mampu menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan kerja yang lebih tangguh terhadap bencana.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I




