Presiden Salurkan Sapi Kurban Idul Adha 1447 H ke Ponpes Mafatihul Muhtadin Kota Batu
![]() |
| Sapi Bantuan Presiden RI |
KOTA BATU – Pondok Pesantren Pondok Pesantren Mafatihul Muhtadin di Desa Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, menerima bantuan sapi kurban dari Presiden Republik Indonesia sebagai bagian dari program distribusi hewan kurban nasional, Rabu (27/5/2026). Bantuan tersebut menjadi manifestasi konkret negara dalam memperkuat solidaritas sosial dan ketahanan pangan masyarakat berbasis nilai kemanusiaan serta keagamaan.
Penyaluran sapi kurban ini merupakan bagian dari agenda distribusi nasional yang mencakup 196 ekor sapi ke berbagai daerah di Indonesia. Di Kota Batu, proses penyerahan dilakukan melalui mekanisme yang mengedepankan prinsip akuntabilitas, transparansi, dan pemerataan sosial agar manfaat bantuan dapat diterima masyarakat secara optimal, khususnya warga kurang mampu di wilayah Kecamatan Junrejo dan sekitarnya.
![]() |
| Pengasuh Ponpes Mafatihul Muhtadin, KH. M. Samsul Hidayat S |
Pengasuh Ponpes Mafatihul Muhtadin, KH. M. Samsul Hidayat S., menyampaikan bahwa bantuan tersebut tidak hanya bernilai simbolik, tetapi juga mencerminkan tanggung jawab moral dan sosial seorang kepala negara terhadap rakyatnya.
“Program ini merupakan bentuk pengabdian dan ibadah sosial Presiden kepada masyarakat. Karena sifatnya nasional, maka distribusinya diarahkan agar mampu menjangkau masyarakat luas di berbagai wilayah,” ujarnya.
Menurut Gus Samsul, bantuan hewan kurban di tengah dinamika ekonomi global saat ini memiliki signifikansi sosial yang besar. Kehadiran program tersebut dinilai mampu membantu masyarakat yang terdampak tekanan ekonomi sekaligus memperkuat nilai empati, gotong royong, dan kohesi sosial di lingkungan masyarakat.
Ia juga berharap program bantuan sosial berbasis kerakyatan seperti ini dapat terus dipertahankan secara berkelanjutan oleh pemerintah pada masa mendatang.
“Kami berharap program seperti ini tidak berhenti hanya dalam satu atau dua periode kepemimpinan. Harapannya, para pemimpin berikutnya tetap memiliki komitmen sosial yang kuat karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat bawah,” tegasnya.
Selain berperan sebagai titik distribusi bantuan pemerintah, Ponpes Mafatihul Muhtadin juga aktif menjalankan program sosial mandiri berbasis pemberdayaan peternakan. Saat ini, pesantren mengelola delapan ekor kambing, terdiri dari dua ekor untuk kebutuhan konsumsi panitia dan enam ekor lainnya dipersiapkan sebagai hewan kurban yang nantinya didistribusikan kepada masyarakat saat Hari Raya Iduladha.
![]() |
| Suasana di Ponpes Mafatihul Muhtadin |
Langkah tersebut menjadi representasi kemandirian institusi pesantren dalam mengoptimalkan sumber daya internal guna memperkuat fungsi sosial-keagamaan di tengah masyarakat.
Ponpes Mafatihul Muhtadin sendiri saat ini membina sekitar 110 santri yang menetap dan menempuh pendidikan agama di lingkungan pesantren. Sebagai bentuk dedikasi terhadap pengembangan pendidikan Islam berbasis inklusivitas sosial, seluruh kegiatan belajar mengajar dan bimbingan mengaji di pesantren tersebut diberikan secara gratis kepada para santri dan masyarakat.
Komitmen itu menjadikan pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai institusi sosial yang memiliki kontribusi strategis dalam pembangunan karakter generasi muda serta penguatan nilai-nilai kemasyarakatan di Kota Batu.
Kontributor: Agus
Editor : Tim EDUKASI-RI


