Jumat, 01 Mei 2026

PHRI Kota Batu Apresiasi Perayaan May Day, Soroti Urgensi Kesetaraan Pajak Akomodasi



BATU – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Batu menyampaikan apresiasi terhadap inovasi peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) yang diinisiasi oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Batu. Perayaan tahun ini dinilai lebih inklusif dan konstruktif karena mengedepankan harmonisasi relasi industrial antara pekerja dan pengusaha di sektor pariwisata.


Ketua PHRI Kota Batu, Sujud Hariadi, menilai pendekatan yang dilakukan pemerintah daerah melalui kegiatan berbasis rekreatif menjadi strategi efektif dalam membangun kohesi sosial di lingkungan kerja. 


“Model perayaan seperti ini menciptakan ruang interaksi yang egaliter antara karyawan dan manajemen, sehingga memperkuat iklim kerja yang produktif dan berkelanjutan,” ujarnya.


Ketua PHRI Kota Batu


PHRI Kota Batu turut menyoroti dinamika pertumbuhan sektor akomodasi alternatif, khususnya homestay yang mengalami ekspansi signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Fenomena ini, menurut Sujud, merupakan konsekuensi logis dari meningkatnya permintaan wisata berbasis pengalaman (experience-based tourism).


Namun demikian, ia menegaskan perlunya pendekatan regulatif yang berbasis prinsip keadilan fiskal. Mengacu pada Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku, seluruh jenis usaha akomodasi baik hotel berbintang, vila, homestay, maupun guest house memiliki kewajiban yang sama dalam pemungutan pajak hotel sebesar 10 persen.


“Kesetaraan perlakuan fiskal menjadi instrumen penting dalam menciptakan level playing field. Tanpa itu, akan terjadi distorsi pasar yang berpotensi merugikan pelaku usaha yang patuh terhadap regulasi,” tegasnya.


PHRI menilai, implementasi kebijakan pajak yang adil dan konsisten akan mendorong terciptanya ekosistem industri pariwisata yang kompetitif, transparan, dan berkelanjutan di Kota Batu. Selain itu, langkah tersebut juga diyakini mampu meningkatkan kontribusi sektor pariwisata terhadap pendapatan asli daerah (PAD) secara optimal.


Ditempat terpisah, M.Furkan, selaku kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batu, memberikan respons progresif terhadap dinamika yang terjadi. Ia menuturkan bahwa pihaknya akan memberikan apresiasi secara bertahap kepada pelaku usaha yang terbukti patuh terhadap regulasi ketenagakerjaan. Apresiasi tersebut tidak bersifat seremonial belaka, juga direncanakan program outbound berbasis andragogi yang dirancang untuk meningkatkan kohesivitas tim, komunikasi vertikal-horizontal, serta stimulasi psikomotorik pekerja. 


“Outbound yang kami formulasikan merupakan bagian dari upaya preventif terhadap kejenuhan kerja (burnout) sekaligus optimalisasi human capital. Kami akan mengundang perwakilan pekerja dan pengusaha untuk mengikuti kegiatan yang mengintegrasikan prinsip experiential learning dan refleksi kebijakan. Tanggal pelaksanaan masih dalam tahap finalisasi,” jelas Furkan ketika ditemui EDUKASI-RI.


Furkan lebih lanjut memaparkan bahwa Disnaker Kota Batu tengah menyusun grand design harmonisasi hubungan industrial yang memanfaatkan metode analisis big data dari keluhan dan aspirasi tenaga kerja melalui platform digital. Pendekatan ilmiah ini diharapkan mampu memetakan titik-titik rawan distorsi upah dan pelanggaran hak normatif secara presisi. Selain itu, apresiasi outbound yang dimaksud akan menyentuh aspek rekreasional sekaligus edukatif, misalnya simulasi pemecahan masalah (problem-solving scenario) yang relevan dengan tantangan lapangan di sektor pariwisata. 


“Kami tidak hanya memberikan hadiah berupa fasilitas rekreasi, tetapi menciptakan learning ecosystem yang mampu mengonversi pengalaman kolektif menjadi kebijakan partisipatif. Target kami, indeks kepuasan tenaga kerja (job satisfaction index) di Kota Batu dapat meningkat signifikan pada penilaian akhir tahun 2026,” tegas Furkan.


Ya mungkin untuk di Kota Batu, untuk para pekerja buruh nanti akan ada agenda outbond untuk, apa ya? untuk menggambarkan, mewujudkan kekompakan di antara para pekerja di Kota Batu bahwa memang kehadiran para pekerja di Kota Batu adalah memang sangat mendukung dan menunjang tingkat ekonomi Kota Batu. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batu

Yang kedua, juga ada penghargaan nantinya kepada para pengusaha. Ada lima kategori yang akan kita berikan nanti di malam Naker Award di Graha Pancasila pada malam tanggal 6 Mei mendatang. Kepatuhan terhadap hak-hak buruhnya, mungkin ada kategori juga kepatuhan pembayaran premi asuransi para buruh, itu nanti ada, di sisi lain, pengusaha juga kita perhatikan dengan memberikan penghargaan kepada para pengusaha yang memang memiliki andil dalam memajukan ekonomi Kota Batu."


M. Furkan menutup pernyataannya dengan ajakan kepada seluruh pemangku kepentingan untuk berpartisipasi dalam agenda outbound yang direncanakan pada Mei 2026.


 “Kami akan meluncurkan kurasi program berbasis kompetensi dan evaluasi dampak psikososial. Mari jadikan momentum May Day sebagai trigger transformasi menuju ekosistem kerja yang berkeadilan dan bermartabat,” tandasnya. Dengan adanya langkah konkret ini, publik berharap Kota Batu tidak hanya unggul dalam destinasi wisata, tetapi juga dalam tata kelola ketenagakerjaan yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 





Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts