FLS3N SMP Kota Batu 2026 Jadi Ajang Seleksi Talenta Muda Menuju Nasional
KOTA BATU – Pemerintah Kota Batu melalui Dinas Pendidikan resmi menggelar Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N) jenjang SMP tingkat kota tahun 2026 sebagai ruang aktualisasi kreativitas sekaligus sarana penjaringan talenta muda berprestasi. Kegiatan tersebut berlangsung di Hall Semeru Hotel Aston, Selasa (12/5/2026).
Sebanyak 208 peserta dari SMP negeri maupun swasta se-Kota Batu ambil bagian dalam kompetisi tahunan tersebut. Mereka akan bersaing memperebutkan posisi terbaik untuk mewakili Kota Batu pada ajang FLS3N tingkat Provinsi Jawa Timur hingga nasional.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat, menegaskan bahwa FLS3N tidak hanya dimaknai sebagai kompetisi seni semata, melainkan instrumen edukatif dalam membangun karakter, keberanian, dan kapasitas intelektual siswa.
Menurutnya, siswa yang berani tampil dan menunjukkan kemampuan di depan publik sejatinya telah menjadi pemenang karena memiliki keberanian, disiplin, dan daya ekspresi yang baik.
![]() |
| Momen Kepala Dinas Pendidikan saat pembukaan |
“Yang terpenting bukan sekadar menang atau kalah, tetapi bagaimana anak-anak mampu berkembang, percaya diri, dan menunjukkan potensi terbaiknya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, seni memiliki dimensi penting dalam perkembangan psikologis dan sosial remaja. Aktivitas seni dinilai mampu meningkatkan sensitivitas emosional, kecerdasan estetik, hingga kemampuan kolaboratif yang menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia unggul di era modern.
Dalam FLS3N tahun ini, sejumlah cabang lomba dipertandingkan, mulai dari tari kreasi, pantomim, solo vokal, ansambel campuran, kreativitas musik tradisional, ilustrasi, hingga menulis cerita. Ragam kompetisi tersebut dirancang untuk mengakomodasi spektrum kreativitas dan inovasi peserta didik.
Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kota Batu, Cahya Wisesa Srirama Atmaja, menyebut FLS3N memiliki nilai strategis dalam mendukung rekam jejak akademik siswa melalui jalur prestasi.
Ia menilai capaian dalam ajang tersebut dapat menjadi modal penting saat siswa melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi, termasuk dalam seleksi masuk SMA maupun perguruan tinggi berbasis prestasi non-akademik.
“Prestasi seni sekarang menjadi bagian penting dalam ekosistem pendidikan modern karena turut membentuk kompetensi, kreativitas, dan karakter peserta didik,” katanya.
Meski mengedepankan aspek pembinaan, proses seleksi dilakukan secara ketat dan objektif. Dinas Pendidikan Kota Batu hanya akan menetapkan juara pertama dari masing-masing cabang lomba sebagai delegasi resmi menuju FLS3N tingkat Provinsi Jawa Timur yang dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026.
Pemkot Batu optimistis para delegasi mampu melanjutkan tradisi prestasi yang selama ini berhasil diraih pelajar Kota Batu di tingkat regional maupun nasional. Selain menjadi wadah kompetisi, FLS3N juga diharapkan memperkuat ekosistem seni sekolah serta membangun jejaring persahabatan antarpelajar melalui pendekatan kreatif dan humanistik.
Kontributor: Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I


