Sabtu, 11 April 2026

Sinergi Budaya dan Lingkungan Upaya Pelestarian Sumber Mata Air di Kota Batu

 


 KOTA BATU – Penurunan jumlah sumber mata air di Kota Batu mendorong terbentuknya kerja sama antara penggiat lingkungan, lembaga tradisional, dan pemimpin desa. Dalam serangkaian kegiatan Diklat "Ngrumat Sumber" yang diadakan pada 10-12 April 2026, semua pihak berusaha untuk menghidupkan kembali ekosistem air dengan menggunakan metode kearifan lokal.


 Acara ini dihadiri oleh Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, Lembaga Adat Desa Bulukerto, HIPPAM, serta masyarakat Desa Bulukerto.


 Ketua Nawadya, Syahrul Hadiyatullah, membagikan informasi dari WALHI yang mencemaskan: dari 111 sumber mata air di Batu, hanya tinggal sekitar 57 titik yang aktif.


 “Kami menerapkan pendekatan budaya karena masyarakat Batu memiliki tradisi yang kuat dalam melestarikan alam,” kata Syahrul.


Penggiat lingkungan, lembaga adat / tradisional 

 Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, menegaskan bahwa menjaga budaya Jawa merupakan kunci untuk mempertahankan daerah asal. Ia mengajak warga untuk bangga dengan akar budayanya dengan filosofi "Jowo digowo, Arab digarap, Barat diruat". Ia percaya bahwa kebijaksanaan leluhur dalam menghormati alam, seperti melalui tradisi selamatan, memiliki nilai nasionalisme serta konservasi yang sangat tinggi.


 Senada dengan pendapat Kepala Desa Bulukerto, Ketua Lembaga Adat Desa Bulukerto, Mistohadi, menyambut baik diklat ini sebagai kesempatan untuk menyusun kembali urutan ritual adat agar lebih selaras dengan upaya pelestarian.


 “Dari acara ini, kami harap adat istiadat dapat lebih teratur, terutama dalam menjaga 'belik' (sumber air kecil) agar tetap dikelilingi pepohonan,” cetus Mistohadi.

Cempaka Foundation, Cristia Anggraini

 Christia Anggraini dari Cempaka Foundation mendorong bahwa keberhasilan pemulihan hutan serta pengelolaan sumber daya air sangat bergantung pada partisipasi generasi muda. Ia menekankan pentingnya hubungan antara penelitian sejarah desa (toponimi) dan tindakan nyata di lapangan yang harus diteruskan kepada generasi muda.


 “Jangan sampai di masa depan, kita meninggalkan 'air mata' sebagai warisan bagi generasi mendatang, bukan 'sumber mata air',” tegas Christia.


 Sebagai langkah berikutnya, Nawadya bersama masyarakat merencanakan aksi penanaman 100 bibit pohon di setiap desa, termasuk Desa Bulukerto dan Tulungrejo, pada 17-18 April 2026. Program ini akan terus dipantau oleh kader desa untuk memastikan keberlanjutan vegetasi di sekitar sumber air.


 Kolaborasi antara semangat konservasi modern dan penghormatan terhadap tradisi diharapkan dapat mengembalikan kejayaan sumber-sumber air di Kota Batu sebagai warisan untuk generasi yang akan datang.

Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

Aceh AFK Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts