Sabtu, 11 April 2026

Historis Kuda Lumping Dor Turonggo Kubro Sejati Sejak 1910 di Kota Batu

 

Foto : Tim EDUKASI-R I 

BATU, SAPTU 11 April 2026 – Di tengah arus modernisasi dan dominasi budaya digital, kesenian tradisional Kuda Lumping Dor di Dusun Kungkuk, Desa Punten, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, tetap menunjukkan resistensi kulturalnya. Berdasarkan penelusuran historis yang dilakukan pada akhir pekan ini, seni pertunjukan ini memiliki akar genealogis yang kuat sejak era pra-kemerdekaan, tepatnya mulai dirintis pada tahun 1910 oleh seorang tokoh lokal, almarhum Ahmad Karim Singo Dimejo.


Pariono Singo Dimejo (71), cucu dari Ahmad Karim yang kini menjadi sesepuh sekaligus pelestari budaya, menjelaskan bahwa genesis Kuda Lumping Dor bermula dari aksi heroik sang kakek. Ahmad Karim melarikan diri dari Sulawesi untuk menghindari kerja paksa (rodi) yang diterapkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Dalam perjalanan pulang menuju Batu, untuk bertahan hidup, ia melakukan konstruksi artistik sederhana berupa anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda. Material anyaman tersebut diperkuat dengan teknik kepang,sementara rambut dan ekor kuda menggunakan ijuk aren (Arenga pinnata). Strategi bertahan hidup melalui aksi "ngamen" dengan properti inilah yang secara fungsional menjadi modal sosial-ekonomi hingga ia tiba di Batu dan kemudian mendirikan kesenian tersebut.


Kesenian yang didirikan Ahmad Karim diberi nama Turonggo Kubro Sejati. Pariono menerangkan bahwa inisiasi nama itu terinspirasi dari cikal bakal Dusun Pager Gunung, merujuk pada figur Syeh Jumadil Kubro. Penamaan tersebut juga ditengarai dengan keberadaan pohon kayu jati berukuran besar yang menjadi markah tanah (landmark) spiritual di masa lalu.

Ilustrasi: Tim EDUKASI-R I 

Dari perspektif analisis semiologi, Pariono menguraikan filosofi mendalam di balik ornamen dan properti Kuda Lumping Dor:


1. Material Bambu: Menggunakan teknik anyaman kepang. Dalam kosakata Jawa, bambu disebut dheling yang merupakan kontraksi dari Kendhel (keberanian) dan Eling (ingat). Secara epistemologis, ini merepresentasikan keberanian yang selalu terintegrasi dengan kesadaran vertikal terhadap kebesaran Tuhan.

2. Forma Kuda (Turonggo): Hewan yang merepresentasikan hawa nafsu (biologis drives). Filosofinya mengajarkan kemampuan untuk melakukan kontrol internal atas naluri dasar manusia.

3. Ornamen Ijuk Aren (Dhuk): Meskipun memiliki signifikansi estetis dan ritual, makna mendalam dari elemen ini bersifat esoterik (rahasia pribadi) dan tidak untuk dipublikasikan secara eksoterik.


Dalam tata kelola musik pengiring, kesenian ini menggunakan instrumen kendang, kenthung, dan jidor. Pariono memberikan interpretasi kontekstual:


· Kendang: Secara leksikal dalam bahasa Jawa bermakna pengingat atau ritme penyeimbang.

· Kenthung: Berfungsi sebagai instrumen poliritmis yang membangun energi kolektif.

· Jidor: Sebagai bass drum yang memberikan otoritas aural atau tanda perubahan fase dalam pertunjukan.


Pada fase awal pementasan (prakemerdekaan), metode pertunjukan tidak dilakukan secara door-to-door, melainkan pada titik-titik nodal ruang publik seperti pertigaan atau perempatan jalan di setiap dusun. Kostum pemain saat itu mengusung kode busana hitam dengan celana longgar, ikat pinggang dari sarung, serta songkok atau peci hitam menciptakan estetika monokrom yang sakral.


Di era milenial saat ini, meskipun konteks pementasan telah mengalami transformasi, eksistensi Turonggo Kubro Sejati di Dusun Kungkuk tetap dilestarikan sebagai identitas kolektif yang merefleksikan akulturasi antara nilai kepahlawanan, spiritualitas, dan resistensi budaya terhadap lupa sejarah.


Camat Bumiaji, Thomas Maydo, saat berkunjung ke kediaman Pariono menyampaikan apresiasi yang mendalam. Dalam kunjungannya, ia memberikan solusi agar kegiatan latihan dapat terus berlangsung dengan memanfaatkan pendopo kecamatan sebagai tempat latihan. Hal ini diharapkan mampu menjaga eksistensi kegiatan tersebut agar senantiasa lestari diera digitalisasi ini.


Kontributor : Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 


Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

Aceh AFK Agro Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kabupaten Malang Kalbar Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lampung Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah MI Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Barat Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidiian Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Poktekad Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sambas Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts