Mikotopia Batu Tutup Fase Uji Coba dengan Lonjakan Kunjungan
![]() |
| Fase akhir ujicoba dan lonjakan pengunjung, ( foto : Tim EDUKASI-RI) |
KOTA BATU – Memasuki fase akhir masa pra pembukaan, destinasi wisata terbaru di kawasan Bumiaji, Mikotopia, mencatatkan dinamika positif secara signifikan. Berdasarkan pantauan langsung pada Jumat (20/3/2026), gelombang kunjungan publik mencapai puncak tertinggi selama periode uji coba, menandakan tingginya daya tarik dan brand awareness yang berhasil dibangun oleh pengelola.
Manajer Operasional Mikotopia, Panji, mengonfirmasi bahwa terdapat eskalasi kuantitatif kunjungan yang konsisten. "Puncak tertingginya di hari ini dan kemarin, cuma kalau hari ini lebih tinggi daripada kemarin karena antusias pengunjung memanfaatkan kesempatan ini," ujarnya kepada EDUKASI-RI.
Seiring berakhirnya masa uji coba, pengelola akan memberlakukan skema tarif reguler mulai besok. "Besok sudah ada tiket masuk,Rp45.000 selama high season sampai tanggal 29," jelas Panji. Selain tiket reguler, manajemen juga menyediakan opsi tiket terusan dengan cakupan akses ke 20 wahana yang dibanderol Rp95.000. Selain itu kedepan berencana membuka sampai malam hari.
![]() |
| Suasana pengunjung setelah menikmati wahana |
Dalam aspek manajemen operasional, evaluasi pasca-uji coba mengidentifikasi perlunya optimalisasi kapasitas sumber daya manusia (SDM) sebagai variabel kunci untuk meningkatkan service excellence. Panji mengakui bahwa terdapat celah peningkatan pada throughput layanan, terutama di unit kasir dan wahana, yang berpotensi menciptakan bottleneck atau antrean panjang.
"Kita terkait uji coba ini memang beberapa SDM butuh penambahan. Jadi untuk persiapan kita di hari raya, contohnya perlunya penambahan petugas untuk di kasir supaya tidak banyak antrean.Hampir sama semua divisi kami membutuhkan tambahan tenaga," terangnya. Langkah korektif telah diambil dengan melakukan penambahan personel yang akan mulai efektif bertugas pada periode puncak libur Lebaran.
Mengatasi tantangan aksesibilitas dan mobilitas pengunjung, manajemen telah menyiapkan skema lalu lintas terintegrasi. "Nanti juga ada opsi lain parkir di area di Dusun Gondang dan di Desa Sumbergondo. Itu sudah kita siapkan kantong parkir-kantong parkir lagi," imbuhnya, menunjukkan strategi crowd management yang komprehensif untuk meminimalisir kemacetan.
![]() |
| Momen Anggota DPRD Batu, Khamim Tohari, S.Sos saat sampaikan apresiasi |
Kehadiran Mikotopia di Desa Tulungrejo mendapatkan apresiasi tinggi dari unsur legislatif. Anggota DPRD Kota Batu, Khamim Tohari, S.Sos., menilai bahwa inovasi ini berfungsi sebagai katalisator percepatan ekonomi berbasis komunitas. Menurutnya, keberadaan destinasi ini tidak hanya memperkaya portofolio wisata Kota Batu, tetapi juga menciptakan multiplier effect yang substansial.
“Kami sangat mendukung penuh keberadaan Mikotopia di Desa Tulungrejo. Ini adalah merupakan suatu langkah dalam mengembangkan potensi desa wisata di Kecamatan Bumiaji. Dengan adanya destinasi yang unik seperti ini, multiplayer effect-nya akan terasa langsung oleh masyarakat, mulai dari lapangan kerja hingga pemberdayaan UMKM lokal,” ujar Khamim Tohari.
Lebih lanjut, Khamim menyoroti keunggulan komparatif destinasi yang terletak di dataran tinggi Bumiaji. Kondisi topografi yang menghadirkan iklim mikro sejuk serta panorama alam asri, menurutnya, menjadi nilai tambah yang selaras dengan branding Kota Batu sebagai kota wisata berkelas.
Dengan proyeksi okupansi mencapai 5.000 lebih pengunjung pada hari ini dan cakupan pasar yang luas terindikasi dari ragam pelat nomor kendaraan mulai dari B (Jakarta), P (Jember), L (Surabaya), hingga H (Semarang). Mikotopia optimistis dapat menjadi destinasi unggulan. Manajemen pun berharap dapat terus bersinergi dengan masyarakat desa untuk mewujudkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
"Harapannya kami selalu ingin menjadi destinasi wisata yang unggulan, terutama di Kota Batu. Yang mungkin dalam tahap saat ini kita berharap ke depannya bisa berkolaborasi. Terus kita ingin mengembangkan betul terkait tagline Kota Wisata Batu, di mana harapannya kunjungan wisatawan nanti nyaman dan merasa mempunyai kenangan indah ketika berkunjung ke Mikotopia," pungkas Panji.
![]() |
| Elok salah satu pengunjung Mikotopia |
Sementara itu, Elok Farida ( 39 ) pengunjung asal Kota Batu, mengatakan sangat bersyukur dengan adanya tempat hiburan yang baru, selain semakin berwarna dalam pilihan destinasi wisata, semakin terbuka pula peluang usaha bagi masyarakat sekitar, serta peluang pemanfaatan tenaga kerja lokal.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I






