Sinergitas Adhyaksa dan UMKM, Kejari Batu Hadirkan Pasar Murah untuk Stabilisasi Pangan Ramadan
KOTA BATU – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat, Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu menggelar Pasar Murah Ramadan pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Kejari Batu ini merupakan inisiatif kolaboratif antara Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD) Daerah Batu dan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Batu SAE.
Mengusung semangat kehadiran institusi penegak hukum di tengah masyarakat, acara ini tidak hanya sekadar seremoni, melainkan sebuah intervensi ekonomi konkret. Wisnu, yang bertindak sebagai Kastel sekaligus perwakilan Kepala Kejari Batu, menegaskan bahwa kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian institusi terhadap dinamika sosial-ekonomi warga.
![]() |
| Momen Ketua IAD bersama Persaja saat kunjungi UMKM |
"Kegiatan ini merupakan komitmen bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan bentuk nyata kepedulian Kejaksaan dalam membantu masyarakat untuk memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau, khususnya di bulan Ramadan yang suci ini," ujar Wisnu dalam sambutannya.
Ketua IAD Daerah Batu, Maya Arya, menambahkan bahwa pasar murah ini juga menjadi momentum strategis untuk mendekatkan diri dengan masyarakat. Pihaknya secara sadar menggandeng UMKM lokal sebagai mitra, menciptakan ekosistem ekonomi sirkular yang saling menguntungkan. "Kegiatan ini juga menjadi ajang dan momentum Kejaksaan untuk lebih mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya di Kota Batu. Selain itu, masyarakat juga dapat memperoleh harga pangan yang lebih murah," jelas Maya Arya.
![]() |
| Momen Kastel Kejari Batu, Wisnu sampaikan pemaparan |
Dalam sesi konferensi pers, Kastel dari Kejari Batu memaparkan secara rinci mekanisme pelaksanaan kegiatan. Aspek distribusi menjadi perhatian utama untuk memastikan efektivitas program. Beras yang dijual dalam pasar murah ini didatangkan langsung dari Perum Bulog dalam bentuk kemasan siap pakai (repacking), sehingga memudahkan distribusi dan memastikan kualitas produk.
Dari sisi penetapan harga, Kejari Batu memastikan bahwa seluruh komoditas yang dijual berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah. Kebijakan ini merupakan implementasi dari upaya stabilisasi harga pangan di tingkat konsumen, sebuah langkah antisipatif terhadap potensi fluktuasi harga yang kerap terjadi selama bulan Ramadan.
Kegiatan ini tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan hasil sinergi lintas sektoral. Tidak kurang dari tujuh mitra strategis turut berkontribusi dalam kesuksesan acara ini. Mereka adalah Perum Bulog, Dinas Pertanian, Kelompok Wanita Tani (KWT) Kota Batu, Gerai UMKM Kecamatan Batu, Indomaret, Dinas Kesehatan (Dinkes), serta sejumlah mitra dagang lainnya.
![]() |
| IAD Kota Batu |
Kolaborasi ini mencerminkan pendekatan pentahelix dalam pembangunan, di mana unsur pemerintah, swasta, akademisi (implisit dalam pendampingan UMKM), komunitas (KWT), dan media bersinergi.
Secara organisatoris, penyelenggaraan ini digerakkan oleh dua entitas di lingkungan Kejaksaan, yaitu Persatuan Jaksa Indonesia (Persaja) Kota Batu yang diketuai oleh Rommy Niti Sasmita, dan IAD Kota Batu yang dipimpin oleh Maya Arya Wicaksana. "Kegiatan ini diinisiasi oleh Persaja Kota Batu dan IAD Kota Batu," tegas perwakilan Kejari dalam rilisnya.
Kehadiran pasar murah ini mendapat respons positif dari masyarakat. Antusiasme warga terlihat sejak pagi hari, memadati halaman Kejari Batu untuk berbelanja kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dari sisi UMKM, kolaborasi dengan institusi sekelas Kejaksaan memberikan nilai tambah, tidak hanya dari sisi omzet penjualan, tetapi juga dari aspek branding dan perluasan jejaring pasar.
![]() |
| Ayu, UMKM Batu SAE |
Sementara itu, Ayu, salah seorang pelaku UMKM Batu SAE yang turut berpartisipasi, mengungkapkan rasa syukur dan optimismenya. Menurutnya, keterlibatan dalam program seperti ini membuka akses pemasaran yang lebih luas dan memberikan legitimasi sosial bagi produk-produk lokal.
Baca juga :
Pihak Kejari Batu berharap program Gerakan Pangan Murah ini dapat menjadi katalisator bagi penguatan sinergi antara aparat penegak hukum dan Pemerintah Kota Batu. Lebih dari sekadar bantuan sosial, kegiatan ini merupakan investasi sosial untuk meredam potensi inflasi dan menjaga daya beli masyarakat. "Program Gerakan Pangan Murah ini diharapkan dapat membantu masyarakat dan juga memperkuat sinergi antara Kejaksaan Negeri Kota Batu dan Pemerintah Kota Batu untuk kesejahteraan masyarakat Kota Batu," pungkas wisnu, Kastel Kejari dalam rilisnya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Kejari Batu tidak hanya menegaskan perannya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai agen pembangunan yang responsif terhadap isu-isu kesejahteraan sosial di wilayah hukumnya.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I





