Jumat, 27 Maret 2026

Kolaborasi Selecta dan Mikutopia Hadirkan Tiket Terusan dan Shuttle Wisata Terintegrasi

 

Kota Batu, Jumat (27/3/2026) — Sinergi sektor pariwisata kembali diperkuat melalui kolaborasi antara Taman Rekreasi Selecta dan Mikutopia. Kerja sama ini resmi diperkenalkan dalam konferensi pers yang digelar di kawasan Selecta, sebagai langkah strategis dalam menciptakan ekosistem wisata yang terintegrasi, adaptif, dan berkelanjutan.

Direktur Selecta, Pramono, menyampaikan bahwa momentum libur Idul Fitri 1447 H menjadi katalisator meningkatnya kunjungan wisatawan. Ia mencatat adanya pertumbuhan kuantitatif sekitar 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


Direktur Selecta


“Terjadi peningkatan kunjungan sekitar 10 persen hingga H+6 Lebaran. Ini menunjukkan adanya akselerasi minat wisata, terlebih dengan hadirnya destinasi baru dalam satu kawasan,” ujarnya.


Integrasi Layanan,Tiket Terusan dan Shuttle Sebagai bentuk integrasi layanan, kedua destinasi menghadirkan skema bundling ticket atau tiket terusan. Wisatawan kini dapat mengakses dua lokasi wisata dengan satu tiket, yakni tiket reguler sebesar Rp80.000 dan tiket terusan Rp145.000 yang mencakup seluruh wahana di kedua tempat.

Suasana water Foam Party Selecta

Tidak hanya itu, sistem transportasi terpadu juga diimplementasikan melalui layanan shuttle round trip (pulang-pergi). Wisatawan yang membeli tiket di salah satu lokasi secara otomatis mendapatkan fasilitas antar-jemput menuju lokasi lainnya.

“Ini bukan lagi kompetisi, melainkan kolaborasi simbiotik yang saling melengkapi. Kami ingin menciptakan pengalaman wisata yang holistik,” tambah Pramono.

Manajemen Parkir dan Mobilitas Wisatawan Dalam aspek tata kelola pengunjung, Selecta menerapkan sistem gate management terintegrasi, di mana fasilitas parkir hanya tersedia bagi pemegang tiket masuk. Kebijakan ini bertujuan menjaga keteraturan lalu lintas internal serta mengoptimalkan kapasitas area parkir.


Manager Operasional Mikutopia

Sementara itu, pihak Mikutopia Panji Akbar, Operasional Manager melakukan pendekatan kolaboratif dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat dalam pengelolaan parkir dan transportasi alternatif. Area penyangga parkir disiapkan di wilayah sekitar seperti Dusun Gondang dan Desa Sumber Gondo, yang terhubung melalui shuttle dan layanan ojek wisata bertajuk “Sobat Miku”.


Manajer Operasional Mikutopia, Panji Akbar, menjelaskan bahwa kolaborasi ini masih dalam tahap pengembangan dinamis.


“Kami mengadopsi pendekatan berbasis evaluasi empiris. Saat ini shuttle masih disediakan oleh Selecta, namun ke depan tidak menutup kemungkinan penambahan armada mandiri,” jelasnya.

Diferensiasi Konsep dan Strategi Komplementer

Dari perspektif pengembangan produk wisata, kedua destinasi mengusung diferensiasi konsep yang komplementer. Selecta mempertahankan identitasnya sebagai wisata keluarga berbasis alam, sedangkan Mikutopia menawarkan atraksi modern berbasis wahana tematik.


Pendekatan ini dinilai sebagai strategi value co-creation, di mana masing-masing destinasi tidak saling meng kanibal pasar, melainkan memperluas spektrum pengalaman wisata.


Proyeksi dan Pengembangan Infrastruktur Menghadapi lonjakan kunjungan pada musim libur berikutnya, khususnya libur sekolah pertengahan tahun, Mikutopia tengah melakukan peningkatan infrastruktur, termasuk pelebaran akses jalan dan pembangunan fasilitas baru seperti kolam renang serta rainbow slide. Selain itu, terdapat wacana pengembangan tiket terusan menjadi multi-hari, sebagai respons terhadap preferensi wisatawan yang menginginkan durasi kunjungan lebih panjang.


Puncak kunjungan wisatawan selama libur Lebaran tahun ini tercatat pada H+3, dengan jumlah lebih dari 4.500 pengunjung di Selecta. Wisatawan tidak hanya didominasi oleh wilayah regional seperti Surabaya Raya, tetapi juga dari kota-kota besar seperti Jakarta, Bogor, dan Yogyakarta.


Dengan pendekatan kolaboratif yang berbasis integrasi layanan dan diferensiasi produk, kedua destinasi optimistis mampu meningkatkan daya saing pariwisata Kota Batu secara makro.


“Kolaborasi ini menjadi model pengembangan wisata berbasis sinergi, bukan kompetisi. Kami yakin ini akan berdampak positif dalam jangka panjang,” tutup Pramono.

Kontributor: Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts