Festival Lampion dan Gema Takbir Desa Sumberejo Batu 2026 Meriah, Perkuat Kohesi Sosial Warga
![]() |
| Saat Festival Lampion dan Gema Takbir ( Foto : Tim EDUKASI-RI ) |
Kota Batu – Festival Lampion dan Gema Takbir yang menjadi agenda tahunan di Desa Sumberejo, Kecamatan Batu, kembali digelar meriah pada Jumat (20/3/2026) malam. Kegiatan yang telah berlangsung selama lebih dari satu dekade ini menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat sekaligus menjadi manifestasi kohesi sosial dan ekspresi kultural warga dalam menyambut Hari Raya Idulfitri.
![]() |
| Penampilan salah satu peserta festival |
Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Sekretaris Desa Sumberejo Erman Sulaiman, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu Siti Fauziah Nurrochman, unsur tak mir Masjid Jami’ Nurul Huda, perangkat desa, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan setempat. Kehadiran berbagai elemen ini mencerminkan pendekatan kolaboratif dalam pembangunan sosial berbasis komunitas.
Wali Kota Batu, Nurochman, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Gema Takbir dan Festival Lampion bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi nilai spiritualitas dan transformasi moral pasca-Ramadan. Ia menyebutkan bahwa keberhasilan menahan hawa nafsu selama bulan suci harus di internalisasi menjadi perilaku pro sosial seperti empati, solidaritas, dan altruisme dalam kehidupan sehari-hari.
![]() |
| Wali Kota Batu saat berikan sambutan |
“Tradisi ini bukan hanya simbol perayaan, tetapi juga ruang aktualisasi nilai-nilai kemanusiaan yang inklusif dan berkelanjutan. Semangat guyub rukun masyarakat Sumberejo merupakan modal sosial yang sangat berharga,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengapresiasi eksistensi Festival Lampion yang telah berjalan selama 17 tahun sejak 2009, meski sempat terhenti akibat pandemi COVID-19. Menurutnya, tradisi lokal seperti ini memiliki dimensi antropologis dan kultural yang unik serta berpotensi menjadi identitas khas desa yang tidak ditemukan di wilayah lain.
![]() |
| Ketua TP PKK Kota Batu dalam ramaikan suasana festival |
Sementara itu, Ketua Panitia Abdul Rojad menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat syiar agama sekaligus mengembangkan kreativitas kolektif masyarakat. Ia menekankan bahwa partisipasi lintas usia—mulai dari anak-anak hingga orang dewasa—menjadi indikator keberhasilan pembangunan partisipatif di tingkat desa.
![]() |
| Momen Ketua panitia bersama Wali Kota Batu |
“Selain aspek religius, kegiatan ini juga menjadi media pengembangan kreativitas, inovasi, dan gotong royong. Kami tidak berorientasi pada kompetisi semata, tetapi lebih pada proses pembelajaran sosial dan pemberdayaan masyarakat,” jelasnya.
Dalam pelaksanaannya, lomba dibagi menjadi tiga kategori utama, yakni takbir keliling (patrol), kreasi lampion, dan keserasian busana. Setiap peserta menampilkan keunikan dan identitas kelompoknya, sehingga menciptakan keragaman visual yang estetik sekaligus memperkuat identitas komunal.
![]() |
Tahun ini, sebanyak 12 peserta dari berbagai dusun, seperti Sumberejo, Sumbersari, dan Santrean turut ambil bagian. Representasi berbasis wilayah ini menunjukkan adanya distribusi partisipasi yang merata serta inklusivitas dalam kegiatan desa.
Sekretaris Desa Sumberejo, Herman Sulaiman, menambahkan bahwa pemerintah desa berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan agenda ini melalui kebijakan anggaran yang berorientasi pada pelestarian budaya lokal.
![]() |
| Kenakan jas hitam, Sekretaris Desa Sumberejo bersama Wali Kota Batu saat pembukaan Gema Takbir dan Festival Lampion |
“Festival ini merupakan bagian dari warisan sosial yang harus dijaga. Ke depan, kami berharap kegiatan ini semakin berkembang, baik dari sisi kualitas penyelenggaraan maupun jangkauan partisipasi masyarakat,” ungkapnya.
![]() |
| Antusias peserta dalam meriahkan festival lampion dan gema takbir |
Dengan antusiasme warga yang terus meningkat setiap tahun, Festival Lampion dan Gema Takbir Desa Sumberejo tidak hanya menjadi perayaan religius, tetapi juga berfungsi sebagai instrumen integrasi sosial, penguatan identitas budaya, serta katalisator kreativitas masyarakat berbasis komunitas.
Kontributor : Agus
Editor : Tim EDUKASI-R I








