Kamis, 05 Februari 2026

TNI AL dan Jepang Perkuat Kerja Sama Maritim, Bahas Keamanan Indo-Pasifik

Gambar 1
Gambar 1

 


Jakarta, 5 Februari 2026 – Dalam langkah strategis memperdalam kemitraan pertahanan maritim, Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali menerima kunjungan kehormatan dari Chief of Staff Japan’s Maritime Self-Defence Force (JMSDF), Admiral Saito Akira. Pertemuan tingkat tinggi ini berlangsung di Admiral Room, Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis (5/2), dan menandai komitmen kedua negara dalam menjaga stabilitas keamanan regional.


Kedatangan pimpinan tertinggi angkatan laut Jepang ini merupakan bagian dari agenda diplomasi maritim intensif antara Indonesia dan Jepang, dua negara kepulauan yang memiliki kepentingan strategis di kawasan Indo-Pasifik. Pertemuan ini berlangsung dalam suasana akrab dan saling menghormati, mengindikasikan kuatnya fondasi hubungan bilateral yang telah dibangun selama ini.


Pimpinan Tertinggi AL Jepang bersama Indonesia

Dalam pertemuan tertutup yang berlangsung sekitar dua jam, kedua pihak membahas berbagai isu strategis. Fokus utama dialog mencakup peningkatan keamanan maritim, penjagaan stabilitas di kawasan Indo-Pasifik yang dinamis, serta eksplorasi peluang kerja sama bilateral yang lebih substantif. Admiral Saito Akira didampingi oleh sejumlah perwira tinggi JMSDF, termasuk Capt. (N) Usui Yotaro dan Capt. (N) Hayashi Daisuke. Sementara dari pihak TNI AL, Kasal didampingi oleh Wakasal Laksdya TNI Erwin S. Aldedharna dan sejumlah asisten utama, seperti Asrena Kasal Laksda TNI Hudiarto Krisno Utomo dan Asintel Kasal Laksda TNI Akmal.

Baca juga : https://www.edukasi-ri.com/2026/02/satgas-yonif-643wns-rampungkan-renovasi.html

“Pertemuan hari ini merefleksikan komitmen bersama untuk memperkuat kemitraan strategis di domain maritim,” ujar seorang sumber militer yang berwenang di lokasi. “Kami melihat banyak peluang konkret yang dapat dieksplorasi lebih lanjut.”


Sumber tersebut mengungkapkan bahwa diskusi teknis menjurus pada beberapa bidang kerja sama potensial. Latihan bersama (joint exercises) yang lebih kompleks dan teratur menjadi salah satu poin utama. Selain itu, dibahas pula program pertukaran personel dan perwira untuk meningkatkan interoperabilitas dan saling pemahaman prosedur operasional. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam bidang teknologi maritim, alutsista, dan keamanan siber maritim, juga menjadi agenda pembicaraan.


Sebelumnya, Admiral Saito Akira telah melaksanakan serangkaian agenda diplomatik di Jakarta. Ia terlebih dahulu melakukan kunjungan kehormatan kepada Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Sjafrie Sjamsoeddin, di Kantor Kementerian Pertahanan. Kunjungan ini menekankan pada aspek politik-strategis hubungan pertahanan kedua negara.


diplomasi maritim intensif antara Indonesia dan Jepang

Agenda lain yang bersifat lebih teknis-operasional adalah kunjungan Admiral Saito ke Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) di Tanjung Priok. Di sana, pimpinan JMSDF tersebut secara khusus mengunjungi KRI Sultan Iskandar Muda (SIM-367). Kapal perang jenis korvet ini baru saja kembali dari misi internasional yang prestisius, yaitu sebagai bagian dari Satgas Maritime Task Force (MTF) TNI Konga XXVIII-P dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Kunjungan ini menjadi kesempatan bagi Jepang untuk melihat langsung kemampuan dan pengalaman operasi perdamaian global TNI AL.


Analis pertahanan, Letkol (Purn) Dr. Jamiluddin, menilai pertemuan ini sangat kontekstual dengan dinamika keamanan regional. “Kerja sama Indonesia-Jepang di laut tidak lagi sekadar retorika. Fokus pada latihan bersama, pertukaran intelijen maritim, dan peningkatan kapasitas menunjukkan pendekatan yang sangat praktis. Kedua negara memiliki kepentingan vital dalam menjaga freedom of navigation di jalur pelayaran seperti Selat Malaka dan Laut China Selatan,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa kemitraan ini juga menyeimbangkan dinamika keamanan di kawasan. “Jepang adalah mitra strategis utama bagi banyak negara ASEAN, termasuk Indonesia. Kerja sama ini memperkuat posisi Indonesia sebagai poros maritim, sekaligus menunjukkan kemampuan TNI AL untuk berpartner dengan angkatan laut negara maju yang memiliki teknologi canggih.”

Lihat juga : https://www.edukasi-ri.com/2026/02/260-jurnalis-tewas-di-gaza-israel.html

TNI AL, melalui siaran resmi Dinas Penerangan Angkatan Laut, menegaskan komitmennya untuk terus berperan aktif dalam diplomasi pertahanan maritim. Institusi ini akan mempererat komunikasi dan koordinasi, serta mendorong implementasi kerja sama konkret yang saling menguntungkan. Semua upaya ini merupakan bagian dari kontribusi nyata Indonesia dalam menjaga perdamaian dan stabilitas kawasan, yang sejalan dengan semangat persahabatan dan kemitraan strategis Indonesia–Jepang.


Pertemuan antara Kasal dan Chief of Staff JMSDF ini diprediksi akan segera ditindaklanjuti dengan pertemuan teknis tingkat working group untuk merancang peta jalan (roadmap) kerja sama yang lebih detail dan terukur dalam beberapa bulan mendatang.

Sumber : Pen AL

Kontributor : Bro

Editor : Tim EDUKASI-R I 

Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts