Selasa, 08 September 2026

70.000 Sholawat MI Bustanul Ulum Dalam Gelar Maulid Nabi



Kota Batu — Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bustanul Ulum, Kota Batu,

EDUKASI-RI


menggelar maulid nabi yang dikemas bukan sekadar sebagai agenda keagamaan tahunan. Kegiatan tersebut menjadi medium edukatif untuk menanamkan nilai akhlakul karimah, integritas, kepedulian sosial, dan keteladanan Rasulullah SAW kepada peserta didik.

Kegiatan yang berlangsung Selasa (8/9/2026) pagi tersebut mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah untuk Mewujudkan Pribadi yang Unggul dan Berkarakter.” Sekitar 840 anak didik bersama Kepala MI Bustanul Ulum Fauji, jajaran guru, dan para wali kelas mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Momen anak didik saat berkumpul di halaman masjid

Salah satu agenda yang menjadi perhatian adalah pembacaan 70.000 sholawat secara bersama-sama. Setiap siswa diarahkan membaca sholawat sebanyak 100 kali. Dengan jumlah peserta didik yang mencapai sekitar 840 orang, target pembacaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari pembiasaan spiritual sekaligus sarana menumbuhkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Kepala MI Bustanul Ulum, H. SR. Fauzi S.Pd

Kepala MI Bustanul Ulum, H. SR. Fauzi S.Pd, menjelaskan bahwa kegiatan Maulid Nabi memiliki dimensi pendidikan karakter yang kuat. Menurutnya, pembentukan kepribadian peserta didik tidak dapat hanya dilakukan melalui pembelajaran teoritis, tetapi membutuhkan proses pembiasaan dan keteladanan yang konsisten.

Nilai seperti kejujuran, kesopanan, tanggung jawab, rasa hormat, dan kepedulian terhadap sesama diharapkan dapat berkembang menjadi perilaku yang melekat dalam kehidupan siswa.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin anak didik menjadi pribadi yang lebih baik dari hari ke hari. Nilai-nilai akhlakul karimah harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan mereka,” tuturnya.

Momen dalam masjid saat Anak didik bacakan sholawat 

Selain menjadi sarana pendidikan moral, pembacaan selawat dan doa bersama juga dimaknai sebagai ikhtiar spiritual keluarga besar madrasah. Doa dipanjatkan untuk memohon keselamatan, kedamaian, dan perlindungan bagi masyarakat, bangsa Indonesia, serta masyarakat dunia dari berbagai persoalan, bencana alam, dan konflik.

Doa secara khusus juga ditujukan bagi masyarakat Kota Batu agar senantiasa berada dalam perlindungan Allah SWT dan dijauhkan dari berbagai bentuk musibah.

Sebelah kanan, kenakan busana abu abu putih, Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MI Bustanul Ulum, Iin Zaini Fatimah, S.Pd

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan MI Bustanul Ulum, Iin Zaini Fatimah, S.Pd., mengatakan pelaksanaan Maulid Nabi tahun ini dirancang dengan pendekatan yang lebih partisipatif. Siswa tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi dilibatkan secara aktif melalui pembacaan selawat dalam jumlah besar.

Menurut Iin, pembiasaan tersebut diharapkan dapat membangun kedekatan spiritual siswa dengan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW. Para siswa juga dianjurkan membaca selawat sebanyak 100 kali setelah menjalankan salat lima waktu.

“Harapannya, selawat tidak hanya dilakukan ketika ada kegiatan di madrasah, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Iin.

Hias roti dengan Choki-Choki

Rangkaian kegiatan dimulai dengan makan bersama Choki-Choki. Suasana kemudian dilanjutkan dengan penampilan terbang jidor dan pembacaan Sholawat Asyghil.

Agenda berikutnya meliputi pembacaan ayat suci Al-Qur’an, selawat bersama, Maulid Diba’, pemutaran film pendek, hingga ceramah agama.

Salah satu metode edukasi yang digunakan dalam kegiatan tersebut adalah pemutaran film pendek bertema kejujuran. Materi audiovisual itu dipilih untuk memberikan pengalaman pembelajaran yang lebih kontekstual kepada siswa.

Pesan mengenai kejujuran tidak hanya ditempatkan sebagai konsep moral, tetapi dikaitkan dengan perilaku konkret dalam kehidupan anak. Misalnya, berkata apa adanya kepada guru dan orang tua, menjaga kepercayaan teman, serta berani mengakui kesalahan.

Pendekatan tersebut memperlihatkan bahwa pendidikan karakter membutuhkan proses internalisasi nilai. Siswa tidak hanya mengetahui mana perilaku yang benar dan salah, tetapi juga diarahkan untuk memahami alasan moral di balik sebuah tindakan.

Suasana khidmat dalam pelaksanaan Maulid Nabi

Dalam perspektif pendidikan, proses pembiasaan memiliki posisi penting dalam membangun karakter peserta didik. Lingkungan sekolah atau madrasah menjadi ruang sosial yang memungkinkan nilai-nilai moral dipraktikkan secara berulang melalui interaksi antara siswa, guru, dan lingkungan sekitarnya.

Karena itu, kegiatan Maulid Nabi di MI Bustanul Ulum tidak semata-mata berorientasi pada aspek ritual. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengintegrasikan pendidikan keagamaan dengan pendidikan karakter.

Keteladanan Nabi Muhammad SAW menjadi titik sentral dalam proses tersebut, terutama dalam membangun pribadi yang jujur, santun, bertanggung jawab, peduli, dan memiliki integritas.

Momen lantunkan sholawat

Melalui rangkaian pembiasaan spiritual dan edukasi moral tersebut, MI Bustanul Ulum berharap peserta didik mampu mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari capaian akademik, tetapi juga dari kemampuan siswa membangun perilaku yang mencerminkan karakter positif. Generasi yang unggul diharapkan memiliki keseimbangan antara kompetensi intelektual, kematangan sosial, serta kekuatan moral dan spiritual.

Penulis: Agus

Editor: Tim EDUKASI-RI


Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts