Rabu, 08 April 2026

Warga Sumberjo Dorong Ketahanan Ekologis dan Ekonomi Dalam Penghijauan Lereng Gunung Banyak



Kota Batu. Meningkatnya tekanan perubahan iklim dan degradasi lahan, gerakan penghijauan berbasis masyarakat kembali menunjukkan relevansinya. Warga RW 09, Desa Sumberjo, Kecamatan Batu, Kota Batu, menggelar aksi tanam massal di lereng Gunung Banyak pada Minggu (5/4/2026), sebagai bagian dari implementasi program Perhutanan Sosial yang berorientasi pada konservasi dan kesejahteraan berkelanjutan.

Kegiatan yang diinisiasi Kelompok Tani Hutan (KTH) Hijau Lestari bersama Pemerintah Desa Sumberjo dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) ini menanam sedikitnya 500 bibit pohon di lahan seluas 5 hektare. Dua spesies utama yang dipilih adalah nyamplung (Calophyllum inophyllum) dan sukun (Artocarpus altilis), yang dinilai memiliki nilai ekologis dan ekonomis tinggi.

Kenakan kemeja coklat muda, Ketua KTH Hijau Lestari, Rai 

Ketua KTH Hijau Lestari, Rai, menjelaskan bahwa pemilihan nyamplung didasarkan pada pendekatan ilmiah berbasis ekologi lanskap. Tanaman ini dikenal memiliki sistem perakaran dalam dan kuat, yang berfungsi sebagai stabilisator tanah sekaligus meningkatkan kapasitas infiltrasi air.

“Nyamplung memiliki daya hidup yang panjang, bahkan bisa mencapai lebih dari dua abad. Selain itu, bijinya berpotensi sebagai bahan baku bioenergi, khususnya bio-solar, sehingga memiliki nilai strategis dalam konteks transisi energi terbarukan,” ujarnya.

Sementara itu, sukun dipilih sebagai komoditas agroforestri produktif yang dapat menunjang ketahanan pangan dan ekonomi lokal. Selain berfungsi sebagai peneduh alami, sukun menghasilkan buah bernilai ekonomi yang dapat diolah menjadi berbagai produk turunan.


Buah Nyamplung 


“Konsepnya tidak hanya konservatif, tetapi juga produktif. Warga diharapkan memperoleh manfaat langsung, baik dari aspek mitigasi bencana maupun peningkatan pendapatan,” tambahnya.

Penanaman difokuskan pada dua zona strategis, yakni kawasan hutan sosial dan jalur di atas pemukiman warga, mulai dari Lapangan Telajung hingga Gubug Klampok. Kawasan ini sebelumnya diidentifikasi sebagai area rawan longsor, terutama saat intensitas curah hujan tinggi.

Kenakan jaket , Kades Sumberejo saat proses tanam pohon buah

Kepala Desa Sumberjo, Riyanto, menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga keberlanjutan program. Ia menyebut bahwa skema pendanaan dilakukan secara swadaya melalui Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) dan LMDH, sebagai bentuk investasi ekologis jangka panjang.

“Sense of belonging harus dibangun. Warga tidak hanya menanam, tetapi juga merawat. Ini adalah bentuk tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan dan generasi mendatang,” tegasnya.

Kegiatan ini juga melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Perum Perhutani, aparat TNI-Polri, serta polisi hutan. Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan bahwa isu lingkungan telah menjadi agenda strategis yang bersifat multidimensional.

Secara konseptual, model yang dikembangkan mengarah pada sistem agroforestri berlapis (multi-strata system), yang mengintegrasikan tanaman konservasi di lapisan atas, tanaman buah di lapisan tengah, serta tanaman semusim di lapisan bawah. Pendekatan ini dinilai efektif dalam meningkatkan biodiversitas, menjaga keseimbangan hidrologis, serta memperkuat resiliensi ekosistem.



Selain itu, penghijauan ini juga menjadi bagian dari strategi adaptasi terhadap siklus produksi hutan pinus yang mulai menurun akibat faktor usia tebang. Kehadiran nyamplung dan sukun diharapkan mampu menggantikan fungsi ekologis tersebut, terutama dalam menjaga debit mata air yang menjadi sumber utama kebutuhan air warga.

Ke depan, kawasan ini diproyeksikan tidak hanya sebagai zona konservasi, tetapi juga sebagai destinasi ekowisata berbasis edukasi lingkungan. Lanskap hijau yang terbentuk dari vegetasi produktif diharapkan mampu menarik minat wisatawan sekaligus menjadi media pembelajaran tentang pengelolaan hutan berkelanjutan.

Rai menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga fungsi hutan agar tidak mengalami alih guna lahan. Program penghijauan akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di seluruh area kerja KTH Hijau Lestari.

“Ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah investasi ekologis jangka panjang. Kami ingin membangun kesadaran bahwa menanam pohon berarti menanam masa depan,” pungkasnya.

Gerakan kolektif dari Desa Sumberjo ini menjadi representasi nyata bahwa integrasi antara pendekatan ilmiah, partisipasi masyarakat, dan kebijakan lokal mampu melahirkan solusi adaptif terhadap krisis lingkungan global. Sebuah model yang layak direplikasi di berbagai wilayah lain di Indonesia.

Kontributor: Agus

Editor : Tim EDUKASI-R I 



Gambar 2 Gambar 2 Gambar 1
gambar 2 Gambar 1 Gambar 3
 Gambar 1  Gambar 2  Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
Gambar 1 Gambar 2 Gambar 3
gambar 3 Gambar 2 Gambar 1
gambar 1 gambar 2 gambar 3

Labels

Aceh AFK Agro Akademik Associantion of Polri ATR BPN Bali Bantengan BHP BI Bilateral Blitar BMKG BPBD Budaya Budaya Jawa Bumiaji Catur cuaca Daerah Delegasi Desa Desa Tulungrejo Destinasi Disabilitas Dishub Dispendukcapil Disperkim DPUPR Dusun Junggo education Edukasi Esai essay Event Lokal Futsal Gempa gibran Grebek Suro Gubernur Gusdur Hotel Hukum dan Kriminal Hukum dan HAM Hukum dan Kriminal Info Pasar informasi publik Inklusi Internasional Jakarta Jawa Timur Jenang Kabupaten Malang Kalbar Kalimantan Kampung Warna-Warni Batu Kampung Wisata Batu Karnaval Kartini Karya Bakti KBLI Kecelakaan Kehutanan Kemah 2024 Kesehatan Koni Kota Baru Kota Batu KPPPA KPU Kuda Lumping Lakalantas Lampung Lingkungan Madrasah Malang Malqng Mancanegara Medan Memberamo Tengah MI Mikutopi Mikutopia MTs Hasyim Asy'ari Musik Muslimat Nasional Nasional. TNI AD National Police Chief Ngantang Non Akademik OJol Olahraga Opini OSS Palestina Papua Papua Barat Papua Pegunungan Pawai PBB PDI Pekanbaru pekerja migran Pelajar Pendem Pendidiian Pendidikan Penghijauan Perhutani Peristiwa Pertanian Piala Dunia Poktekad Polda Jatim Police Polisi Polres Batu Poltekad Pontianak PPM Primbon Jawa PSSI Puasa Membisu Pujon Religi Ritual Kearifan Lokal Kota Batu RUN FUN Rupiah Sambas Sampah Sanduk Sarpras satgas pamtas Sekda Selamatan Desa Seni Seni Budaya Spiritualitas Masyarakat Adat Sumberbrantas Surabaya Suro Suroan tentang Kami Timor Timur TMP TNI TNI AL TPU Tradisi Selamatan Desa Bumiaji Transmigrasi UMKM UMKM Batu Universitas Universitas Terbuka Malang Veteran Vidio Berita Wapres RI WBTB Wisata Budaya Batu Wisata Kota Batu Yonif 512/DIY
EDUKASI-RI

Dengan maraknya asupan informasi yang telah berganti dari era cetak menjadi online, maka kami suguhkan informasi yang transparan , jelas dan sesuai kondisi dilapangan, sebagai literasi edukasi kepada seluruh pembaca , terimakasih atas kunjungan anda dan semoga menjadikan lebih bermakna, MERDEKA

Popular Posts

Popular Posts